Hal tentang diri sering kali terasa ingin dibagikan, apalagi ketika kamu merasa dekat atau ingin dianggap terbuka. Di era media sosial, kebiasaan bercerita semakin tidak terbendung karena semua terasa aman dan instan. Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa terlalu banyak berbagi justru bisa membawa masalah?
Secara psikologis, keterbukaan memang penting untuk membangun koneksi, tetapi tetap membutuhkan batas yang sehat. Budaya oversharing tidak hanya terjadi di media sosial, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari. Tanpa sadar, kamu bisa membuka celah bagi penilaian, konflik, bahkan manipulasi.
Psikolog hubungan Dr. Susan Trotter, Ph.D., menyebut bahwa kebiasaan membagikan informasi pribadi memiliki risiko tersembunyi. Informasi tersebut bisa digunakan orang lain dengan cara yang tidak selalu baik. Oleh karena itu, memahami mana yang layak dibagikan menjadi bentuk perlindungan diri.
Sebelum masuk ke pembahasan utama, penting untuk diingat bahwa tidak semua hal harus dirahasiakan dari semua orang. Pasangan, terapis, atau tenaga medis tetap membutuhkan informasi tertentu. Anggap daftar ini sebagai panduan agar kamu lebih bijak dalam berbagi, Beauties!