Menurut Psikolog, Ini 5 Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sering Dianggap Biasa Padahal Berbahaya

Adira P | Beautynesia
Rabu, 18 Feb 2026 18:00 WIB
Menurut Psikolog, Ini 5 Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sering Dianggap Biasa Padahal Berbahaya
Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sering Dianggap Biasa Padahal Berbahaya Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com/ Timur Weber

Beauties, pernah tidak kamu mendengar pasangan mengucapkan sesuatu yang terdengar wajar saja, tapi entah kenapa di dalam hati rasanya ada yang mengganjal? Kamu mungkin sulit menjelaskan apa yang salah, tapi ada rasa tidak nyaman yang muncul saat kata-kata itu keluar dari mulutnya.

Ternyata, perasaan itu tidak salah, lho. Rachel Glik, seorang konselor profesional berlisensi yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun sebagai terapis pasangan, menyebutkan bahwa banyak pasangan yang tidak sadar kalau pilihan kata dan bahasa tubuh mereka bisa jadi bentuk sikap tidak menghargai, dikutip dari CNBC.

Yuk, kita bedah 5 kalimat yang menurut para psikolog sebenarnya adalah red flag dalam sebuah hubungan!

“Aku nggak salah apa-apa”

Tenangkan diri setelah bertengkar/Foto: freepik.com

Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sering Dianggap Biasa Padahal Berbahaya Menurut Psikolog/Foto: Freepik

Kalimat ini sebenarnya adalah bentuk sikap defensif. Dikutip dari Parade, Dr. Bailey Hanek, seorang psikolog klinis berlisensi, menjelaskan bahwa kalimat ini bisa terasa sangat menyakitkan karena menjadi bukti kalau pasanganmu tidak benar-benar mendengarkan keluhanmu. Bukannya mencoba memahami kenapa kamu sedih, dia justru langsung sibuk membenarkan tindakannya sendiri.

Saat seseorang berkata "aku nggak salah," dia secara tidak langsung sedang menganggap perasaanmu tidak penting atau tidak valid, Beauties. Menurut Glik, dalam hubungan yang sehat, pasangan seharusnya mampu menyingkirkan ego dan berkata, "Aku nggak bermaksud menyakitimu, tapi aku mengerti kenapa itu bikin kamu sakit hati. Mari kita bicarakan.”

“Kamu terlalu sensitif”

Ilustrasi pasangan bertengkar/Foto: Pexels.com/Timur Weber

Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sering Dianggap Biasa Padahal Berbahaya Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com/Timur Weber

Kalimat ini adalah salah satu cara paling umum untuk mengabaikan perasaan pasangan. Ketika kalimat ini keluar, pasanganmu sebenarnya sedang mendikte bahwa perasaanmu itu salah atau berlebihan. Glik memperingatkan bahwa kalimat yang tampak tidak berbahaya ini, jika diucapkan terus-menerus, akan membuat seseorang merasa tidak dicintai dan membuat hubungan dalam bahaya.

Lebih jauh lagi, kalimat ini sering kali menjadi bentuk gaslighting halus. Dilansir dari Psychology Today, psikolog Erin Leonard menjelaskan bahwa kalimat ini sering digunakan untuk mengomunikasikan bahwa kamu tidak diizinkan untuk protes atau mengekspresikan perasaan yang tidak mereka sukai. Padahal, dalam hubungan yang sehat, setiap perasaan layak untuk dihargai meskipun pasangan tidak sepenuhnya setuju.

“Aku merasa kamu lagi nyerang aku”

Terlalu sering berbohong pada diri sendiri dapat menyebabkan seseorang sulit jujur terhadap orang lain.

Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sering Dianggap Biasa Padahal Berbahaya Menurut Psikolog/Foto: freepik/bearfotos

Kalimat ini cukup cerdik karena seolah-olah menggunakan teknik komunikasi sehat yang berfokus pada perasaan diri sendiri (I statement). Namun, Dr. Daisy Correa menyebut kalimat ini justru termasuk salah satu red flag terbesar karena sebenarnya digunakan untuk menyalahkan pasangan atas rasa tidak nyaman yang mereka rasakan saat dikritik, dikutip dari Parade.

Glik menambahkan bahwa penting bagi kita untuk menyadari bahasa yang sifatnya meremehkan seperti ini. Alih-alih membuka ruang diskusi, kalimat "aku merasa diserang" justru sering dipakai untuk memutarbalikkan situasi sehingga kamu yang awalnya membawa masalah, malah berakhir merasa bersalah dan harus meminta maaf karena sudah mengangkat topik tersebut.

“Kenapa, sih, kamu selalu ngungkit masa lalu”

pasangan sedang bertengkar

Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sering Dianggap Biasa Padahal Berbahaya Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Beauties, kalimat ini biasanya jadi tameng andalan seseorang untuk menghindari tanggung jawab atas pola perilaku yang terus berulang. Dr. Hanek menjelaskan bahwa mengenali sikap perlindungan diri yang berlebihan seperti ini adalah faktor penting dalam menilai kesehatan sebuah hubungan.

Ketika seseorang menolak membahas kejadian masa lalu yang polanya terus terulang, itu artinya mereka menolak untuk belajar dari kesalahan atau mengakui dampaknya padamu. Padahal, hubungan yang dewasa membutuhkan kemampuan kedua belah pihak untuk berdiskusi tentang pola perilaku tanpa ada yang merasa dipojokkan.

“Kalau kamu beneran sayang aku, kamu bakal...”

potret pasangan yang sedang bertengkar

Kalimat Red Flag dalam Hubungan yang Sering Dianggap Biasa Padahal Berbahaya Menurut Psikolog/Foto: Freepik

Inilah bentuk manipulasi emosional yang paling nyata. Glik menekankan betapa pentingnya menghindari jenis komunikasi yang sebenarnya tidak menghormati pasangan seperti ini. Kalimat ini menjadikan rasa cintamu sebagai senjata atau alat tawar-menawar untuk mendapatkan apa yang mereka mau.

Menurut para psikolog, ini adalah salah satu tanda perilaku narsistik. Mereka menggunakan rasa bersalahmu sebagai cara untuk mengontrol tindakanmu. Perlu diingat, dalam hubungan yang sehat, cinta tidak pernah menuntut "pembuktian" melalui hal-hal yang membuatmu merasa tidak nyaman atau melanggar batasan pribadimu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE