Merasa Senang dan Lega Ketika Janji Dibatalkan di Menit Terakhir? Ini Kata Penelitian
Beauties, bayangkan kamu memiliki janji bertemu dengan teman yang sudah kamu rencanakan dari satu minggu yang lalu. Tiba-tiba, rencana hang out ini dibatalkan oleh temanmu karena suatu alasan. Apa respons pertamamu? Merasa kesal dan marah? Apakah justru senang dan lega?
Umumnya, orang mungkin akan merasa kesal, marah, dan kecewa ketika pertemuan dibatalkan, terlebih di menit-menit terakhir. Tapi sebaliknya, ada juga, lho, kelompok orang yang merasa jauh lebih lega dan senang ketika janji bertemu dibatalkan.
Sebenarnya ada banyak alasan mengapa kita merasakan senang dan lega ketika tidak jadi bertemu dengan seseorang atau kelompok pertemanan. Bisa saja kita sedang tidak siap, tidak terlalu ingin bertemu, atau sedang merasa lelah dan butuh waktu sendiri.
Ternyata, fenomena ini berkaitan dengan bagaimana kita memandang waktu yang kita miliki, Beauties. Yuk, simak apa kata penelitian!
Alasan Orang Merasa Senang Ketika Janji Bertemu Dibatalkan di Menit Terakhir
Alasan Orang Merasa Senang Ketika Janji Bertemu Dibatalkan di Menit Terakhir/Foto: Pexels.com
Orang-orang yang menyukai rencana dibatalkan di menit terakhir biasanya karena mereka memiliki "waktu tambahan" yang terasa lebih lama daripada waktu luang biasa. Dilansir Your Tango dari StudyFinds, waktu tambahan ini adalah waktu luang yang datang secara tidak terduga. Waktu tambahan ini sebenarnya terasa lebih lama daripada waktu luang yang sudah kita ketahui akan kita miliki, meskipun durasinya sama.
Para peneliti melakukan beberapa eksperimen untuk membuktikan hal ini. Dalam satu eksperimen, sekelompok mahasiswa ditempatkan di laboratorium untuk mengikuti kuliah dan diberi tahu bahwa kuliah akan berakhir 10 menit lebih awal. Sementara itu, kelompok mahasiswa lain diberi tahu bahwa sesi mereka akan berlangsung selama 30 menit, tetapi dibubarkan lebih cepat di menit ke-20.
Perbedaan dari dua kelompok ini adalah kelompok pertama mengharapkan punya waktu luang, sementara kelompok kedua tidak menyangka akan memiliki waktu luang.
Kedua kelompok mahasiswa ini sebenarnya memiliki sisa waktu yang sama persis, yaitu 10 menit. Tapi kelompok kedua yang mendapat "bonus waktu tambahan" tanpa disangka-sangka, merasa seolah-olah memiliki waktu yang jauh lebih banyak.
Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya persepsi kita terhadap waktu dipengaruhi oleh ekspektasi, bukan sekadar durasi waktu yang sebenarnya kita miliki.
Fenomena Contrast Effect
Alasan Orang Merasa Senang Ketika Janji Bertemu Dibatalkan di Menit Terakhir/Foto: Pexels.com
Perasaan tersebut disebabkan oleh fenomena yang dikenal sebagai "contrast effect" atau efek kontras. Menurut Asosiasi Psikologi Amerika, efek kontras adalah persepsi perbedaan yang lebih intensif atau lebih tinggi antara dua stimulus atau sensasi ketika keduanya disandingkan secara langsung atau terjadi secara berurutan.
Artinya, otak kita menilai sesuatu berdasarkan perbandingan, Beauties. Misalnya, awalnya kamu memiliki janji temu, entah itu bertemu teman atau rapat, dan kamu tidak punya waktu luang. Kemudian, rencana tersebut batal atau berakhir dengan lebih cepat dan kini kamu punya waktu luang.
Otak akan membandingkan dua kondisi, yaitu awalnya kamu tida punya waktu luang sama sekali, mendadak jadi punya waktu luang 10 menit. Perbedaan antara 0 menit menjadi 10 menit membuat 10 menit itu terasa sangat kontras, dan di sisi lain, juga berharga dan terasa jauh lebih panjang dibanding 10 menit pada kondisi biasa.
Hal menarik lainnya untuk dicatat adalah bahwa persepsi soal waktu ini tidak berubah berdasarkan apakah seseorang benar-benar menginginkan rencana tersebut dibatalkan atau tidak. Mengetahui bahwa janji temu dokter gigi dibatalkan mungkin akan menimbulkan perasaan yang lebih baik daripada ketika hang out bersama teman dibatalkan, tetapi persepsi waktu yang terasa lebih panjang tersebut tidak berubah berdasarkan apakah kita merasa kecewa atau tidak.
Mantan profesor psikologi klinis Michael Wiederman, PhD, menjelaskan bahwa waktu adalah hal yang unik karena kita semua ingin mendapatkan lebih banyak waktu. Namun, secara teknis, setiap orang memiliki 24 jam dalam sehari, meskipun mereka menghabiskan jam-jam tersebut untuk melakukan hal-hal yang berbeda.
Hal ini menghadirkan tantangan tentang bagaimana penelitian ini dapat diterapkan dalam kehidupan. Eksperimen dengan mahasiswa menunjukkan bahwa mereka tidak hanya merasa memiliki lebih banyak waktu, tetapi mereka juga bertindak seperti itu. Rencana yang dibatalkan pada menit terakhir mungkin merupakan hal yang baik dalam hal ini, karena dapat mendorong kita semua untuk bergerak sedikit lebih lambat ketika kita terbiasa dengan ritme kehidupan yang sangat tinggi.
Bagaimana menurutmu, Beauties>
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!