Mirip Punch dari Jepang, Ini Kisah Jack Orangutan di Kalimantan yang Suka Peluk Boneka

Nadya Quamila | Beautynesia
Kamis, 05 Mar 2026 15:00 WIB
Kisah Jack, Bayi Orangutan dari Kalimantan yang Terpisah dari Induknya
Kisah Jack Orangutan dari Kalimantan yang Suka Peluk Boneka/Foto: Instagram/orangutan_cop

Beauties, beberapa waktu lalu viral di media sosial seekor bayi monyet bernama Punch yang membawa boneka mainan di kebun binatang Ichikawa City Zoo, Chiba, Jepang. Punch terlihat hidup sebatang kara karena ditelantarkan ibunya dan hanya ditemani oleh sebuah boneka orangutan yang dibawanya ke mana-mana. Punch menarik simpati netizen dari seluruh dunia.

Kisah Punch juga terjadi di Tanah Air, Beauties. Jack, seekor bayi orangutan yatim piatu, juga menemukan kenyamanan dalam sebuah boneka mainan. Ia kini berada di pusat rehabilitas orangutan COP di Berau, Kalimantan Timur.

Yuk, kita kenalan dengan Jack dan kisahnya!

Kisah Jack, Bayi Orangutan dari Kalimantan yang Terpisah dari Induknya

Kisah Jack Orangutan dari Kalimantan yang Suka Peluk Boneka

Kisah Jack Orangutan dari Kalimantan yang Suka Peluk Boneka/Foto: Instagram/orangutan_cop

Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa Punch dan Jack begitu lengket dengan boneka mainan mereka seolah tak bisa terpisah. Menurut peneliti primata dari University of Warwick, Dr Luke Duncan, perilaku ini berkaitan dengan kebutuhan dasar akan rasa aman dan keterikatan.

"Primata muda secara biologis diprogram untuk 'bergantung' pada induknya, itu hal yang normal dan bagian penting dalam perkembangan emosional dan psikologis," ujar Duncan, dilansir dari HuffPost UK.

Mengutip studi Harry Harlow dan rekan-rekan di jurnal PNAS, Duncan menjelaskan, saat induk tidak ada, bayi monyet rhesus lebih memilih 'pengganti induk' berbahan kain yang lembut dibandingkan kawat yang dipasangi susu.

Walaupun tidak dapat menggantikan induknya, boneka diperkirakan bisa membantu mengurangi kesedihan si bayi monyet dalam jangka pendek.

"Pengganti yang lembut, dalam bentuk mainan boneka, dapat memberikan kenyamanan yang berarti bagi bayi primata yatim piatu," jelasnya.

Jack Sempat Dikurung Sebelum Akhirnya Diselamatkan

Di usianya yang baru 18 bulan, Jack telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di penangkaran. Alih-alih tumbuh di hutan di bawah perawatan ibunya, ia dipelihara secara ilegal sebagai hewan peliharaan keluarga, dikurung, dibatasi, dan dirampas dari perilaku alami yang penting bagi spesiesnya.

Menurut laporan The Orangutan Project di laman Earth.org, Jack ditemukan sendirian, terlihat ketakutan, dan jauh dari lingkungan hutan tempat orangutan seharusnya berada. Ketika diselamatkan, bayi orangutan ini dikurung dalam sebuah kotak kayu kecil dengan rantai berat terkunci di lehernya. Akibatnya, leher Jack luka-luka.

Jack dipisahkan dari ibunya. Seharusnya, induk orangutan akan mengajarkan anak-anaknya keterampilan penting, seperti memanjat, mencari makan, membangun sarang, hingga menavigasi tuntutan sosial dan ekologis yang kompleks dari kehidupan hutan. Sebaliknya, Jack dikurung, sehingga ia tidak dapat mengekspresikan perilaku alami atau mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di alam liar.

Jack Kini Sehat dan Aman di Pusat Penyelamatan BORA di Berau

Namun, Jack kini telah bebas, Beauties. The Orangutan Project menyelamatkan Jack pada Desember 2025. Kini, Jack sedang berada di rehabilitasi di Pusat Penyelamatan BORA di Berau, Kalimantan Timur,

Luka-luka di leher Jack telah sembuh dan ia telah menerima perawatan komprehensi serta menjalani pemeriksaan medis lengkap. Ia makan secara teratur dan menunjukkan tanda-tanda kesehatan secara keseluruhan yang positif.

Setelah menyelesaikan karantina dan dinyatakan sehat secara medis, Jack akan diperkenalkan kepada bayi orangutan lainnya yang berada dalam perawatan The Orangutan Project. Tak hanya ditemani oleh mainan boneka, Jack juga menerima kasih sayang dari para perawatnya. Jack digambarkan sebagai sosok orangutan yang lembut, ingin tahu, dan suka bermain. Semua perilaku ini adalah ciri khas dari seekor orangutan muda ketika berada di lingkungan yang aman, Beauties.

Beberapa bulan mendatang, Jack akan memulai proses rehabilitasi jangka panjang yang akan memakan waktu bertahun-tahun. Ia akan memulai Sekolah Hutan, mempelajari semua hal yang akan diajarkan ibunya di alam liar. Di lingkungan hutan yang aman, bayi seperti Jack dapat merasakan hutan, berinteraksi dengan orangutan lain, mempelajari keterampilan bertahan hidup yang penting, dan membangun kepercayaan diri serta kemandirian.

Sehat selalu, ya, Jack!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.