Mudah Terbawa Mood Orang Sekitar? Lakukan 3 Cara Ini untuk Menghentikannya

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Senin, 25 May 2026 13:15 WIB
Mudah Terbawa Mood Orang Sekitar? Lakukan 3 Cara Ini untuk Menghentikannya
Mudah terbawa mood orang lain sering membuat seseorang ikut merasa lelah, cemas, atau kesal tanpa alasan yang benar-benar jelas/Foto: Freepik

Tidak sedikit orang yang tanpa sadar ikut merasa lelah, kesal, atau cemas setelah berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Suasana hati orang lain di lingkungan sekitar kita memang bisa memengaruhi kondisi emosional, fokus, hingga produktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang cenderung sensitif terhadap perubahan mood dan mudah menyerap energi negatif orang sekitar. Akibatnya, emosi pribadi sering ikut naik turun hanya karena berada di lingkungan yang penuh tekanan atau ketegangan.

Meskipun begitu, kondisi ini bukan sesuatu yang tidak bisa diatasi. Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga emosi tetap stabil tanpa harus sepenuhnya menjauh dari orang lain. Yuk, mulai kenali kebiasaan yang bisa membantu agar tidak mudah terbawa mood orang lain dan menjaga energi emosionalmu tetap sehat dan lebih terkendali berdasarkan artikel yang dilansir dari Mindful Center berikut ini!

Sadari Tanda Saat Mulai Menyerap Emosi Orang Lain

Mudah terbawa mood orang lain sering terjadi tanpa disadari, terutama ketika terlalu terhubung dengan emosi di sekitar. Kondisi ini biasanya muncul lewat perubahan suasana hati secara tiba-tiba, rasa lelah emosional, atau kecemasan yang muncul setelah berinteraksi dengan orang tertentu. Banyak orang juga merasa harus membantu meski sebenarnya tidak diminta.
Mudah terbawa mood orang lain sering terjadi tanpa disadari, terutama ketika terlalu terhubung dengan emosi di sekitar/Foto: Freepik

Langkah pertama untuk menghentikan kebiasaan menyerap emosi orang lain adalah mengenali kapan hal itu terjadi. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan perubahan suasana hati secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, merasa lelah secara emosional setelah berinteraksi dengan orang tertentu, atau ikut cemas saat melihat orang lain sedang kesal.

Sebagian orang juga sering merasa wajib membantu meskipun tidak diminta. Ketika tanda-tanda tersebut muncul, cobalah berhenti sejenak dan tanyakan pada diri sendiri apakah perasaan itu benar-benar berasal dari diri sendiri atau hanya terbawa oleh kondisi emosional orang lain.

Belajar Menenangkan Diri Sebelum Ikut Larut dalam Emosi Sekitar

Mudah terbawa mood orang lain bisa menjadi tanda bahwa tubuh terlalu responsif terhadap emosi di sekitar/Foto: Freepik

Baik HSP (Highly Sensitive Person) maupun seseorang dengan kecenderungan codependent biasanya memiliki sistem saraf yang lebih sensitif terhadap emosi orang lain. Ketika tubuh menganggap ketegangan emosional sebagai ancaman, seseorang bisa secara otomatis menyerap dan mencoba mengendalikan emosi tersebut sebagai bentuk perlindungan diri.

Untuk mengurangi respons ini, penting untuk belajar menenangkan tubuh dan pikiran. Caranya bisa dengan menapak kaki secara sadar di lantai, menarik napas dalam-dalam, dan memusatkan perhatian pada sensasi tubuh agar tercipta jarak antara emosi diri sendiri dan emosi orang lain.

Teknik visualisasi, seperti membayangkan adanya pelindung di sekitar diri, juga dapat membantu membedakan perasaan pribadi dan perasaan orang lain. Selain itu, meditasi, menulis jurnal, dan latihan pernapasan dapat melatih sistem saraf agar lebih mampu menghadapi ketidaknyamanan emosional yang dirasakan orang lain tanpa ikut menyerapnya.

Menetapkan Batasan bahwa Perasaan Orang Lain Bukan Tanggung Jawab Pribadi

Mudah terbawa mood orang lain sering membuat seseorang merasa ikut bertanggung jawab atas emosi di sekitarnya/Foto: Freepik

Menetapkan batasan tidak selalu berarti menjauh secara fisik atau menolak orang lain. Dalam banyak kasus, orang dengan kecenderungan codependent juga perlu membangun batasan internal dengan menyadari bahwa emosi dan masalah orang lain bukan tanggung jawab mereka sepenuhnya.

Seseorang tetap bisa peduli tanpa harus ikut menanggung rasa sakit atau merasa wajib memperbaiki semua keadaan. Selain itu, batasan eksternal juga penting diterapkan, seperti membatasi interaksi dengan orang yang menguras emosi, menyampaikan batasan secara tegas namun tetap sopan, serta mengambil jarak ketika mulai merasa kewalahan secara emosional.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.