Nggak Suka Angkat Telepon dan Pilih Balas Lewat Pesan, Sopan Nggak Sih Sebenarnya?

Adira P | Beautynesia
Senin, 22 Jun 2026 07:00 WIB
Nggak Suka Angkat Telepon dan Pilih Balas Lewat Pesan, Sopan Nggak Sih Sebenarnya?/Foto: Magnific.com

Menatap layar ponsel yang tiba-tiba menyala dan bergetar karena ada panggilan masuk sering kali memicu rasa malas, atau bahkan kecemasan kecil di era sekarang. Alih-alih menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya, reflek kita biasanya adalah langsung menekan tombol decline atau membiarkannya berdering sampai mati, lalu buru-buru mengetik pesan singkat untuk memberi tahu bahwa kita sedang tidak bisa mengobrol.

Di era serba digital yang serba cepat ini, membalas panggilan telepon dengan pesan teks sudah menjelma menjadi sebuah kebiasaan yang sangat umum dan melekat erat. Dilansir dari Reader's Digest, tercatat ada sekitar 68 persen orang yang bahkan sudah sepenuhnya menggantikan fungsi panggilan telepon konvensional dengan berkirim pesan dalam rutinitas kehidupan sehari-hari mereka.

Namun di balik segala kepraktisannya, etis atau sopankah kebiasaan tersebut jika dipandang dari sudut pandang sosial? Yuk, kita bedah bersama-sama faktanya, Beauties!

Pesan Teks Memang Praktis, tapi Ada Rasa yang Hilang

Alasan terbesar mengapa mayoritas dari kita lebih mengunggulkan pesan teks dibandingkan mengobrol via suara adalah faktor fleksibilitasnya yang luar biasa tinggi. Melalui ruang obrolan teks, kamu memiliki kebebasan penuh untuk membalas kapan saja sesuai dengan kesiapan mental dan waktumu.

Berkirim pesan juga tidak menuntut dua orang untuk hadir berinteraksi pada detik yang sama. Kita tidak membutuhkan ruang privasi khusus yang sunyi seperti saat kamu harus mengangkat telepon.

Selain itu, keunggulan praktis lainnya dari pesan teks adalah kemampuannya untuk mengarsipkan detail-detail penting. Berbagai informasi krusial seperti alamat pertemuan, nomor rekening, atau jadwal kegiatan bisa tersimpan rapi dan dicari kembali dengan mudah lewat fitur pencarian di aplikasi obrolan.

Dari kacamata efisiensi waktu dan tenaga, beralih ke pesan teks memang sangat masuk akal bagi keseharian kita yang padat, Beauties. Namun, kepraktisan ini ternyata menuntut hal yang tidak murah dari sisi kedekatan emosional.

(naq/naq)