Pakar Unesa Ungkap 5 Kebiasaan Orangtua yang Rusak Perkembangan Anak, Duh Jangan Lagi Lakukan!

Rizanatul Fitri | Beautynesia
Selasa, 12 Sep 2023 05:00 WIB
2. Membandingkan Anak dengan Anak Lain
Membandingkan anak dengan anak lain/Foto: Pexels/Monstera Production

Orangtua merupakan pendidikan awal atau pertama bagi setiap anak. Oleh karena itu, apabila cara asuh orangtua kepada anaknya kurang tepat, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Dilansir dari detikEdu, pakar pendidikan anak usia dini dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Prof. Dr. Rachma Hasibuan menyatakan bahwa setiap perkataan atau ucapan orangtua dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak dan psikologisnya.

Meski sudah berhati-hati, terkadang orangtua secara tidak sadar memiliki kebiasaan yang berpotensi memberikan dampak buruk terhadap perkembangan anak. Apa saja itu?

1. Sering Menakut-nakuti Anak

Sering menakut-nakuti anak/Foto: Pexels/Monstera Production

Terkadang orangtua menggunakan cara menakut-nakuti anak terkait suatu hal dengan tujuan mendisiplinkan anaknya. Padahal, hal tersebut dapat menimbulkan kenangan buruk, kecemasan, kurang percaya diri, ketergantungan dengan orang hingga trauma.

Untuk menghindari hal tersebut, orangtua dapat memberikan gambaran realistis kepada anak dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Misalnya dengan memberikan perumpamaan tertentu.

2. Membandingkan Anak dengan Anak Lain

Membandingkan anak dengan anak lain/Foto: Pexels/Monstera Production

Hal ini banyak dilakukan oleh orangtua ketika anaknya tidak mencapai suatu prestasi seperti saudara atau anak seusianya. Dibalik kebiasaan ini, ternyata kepercayaan diri anak dapat runtuh, tertekan hingga membuatnya takut mencoba hal baru.

Jika orangtua terus membandingkan anak dengan orang lain seusianya, maka perkembangan bakat dan potensi dalam dirinya akan terhambat.

3. Mencela Fisik atau Psikis Anak

Mencela fisik atau psikis anak/Foto: Pexels/Mikhail Nilov

Mencela fisik atau psikis anak, meski hal tersebut sesuai dengan kenyataan akan menyebabkan anak tidak percaya, cemas dan berujung membenci dirinya sendiri. Bahkan dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat mengakibatkan gangguan mental pada anak.

Jika anak memiliki kekurangan fisik atau psikis, peran orangtua seharusnya memberikan motivasi agar anak menerima segala kekurangannya dan memiliki semangat dalam menjalani hidupnya.

4. Mengesampingkan Nilai Positif

Mengesampingkan nilai positif/Foto: Pexels/Monstera Production

Orangtua yang memiliki kebiasaan mengesampingkan nilai positif terkait hal tertentu, maka ketika anak melakukan hal negatif, ia menganggapnya sebagai hal yang wajar. Misalnya orangtua mengatakan bahwa berbohong itu tidak apa-apa dilakukan, asal tidak sering.

Karena hal tersebut, anak akan merekam bahwa berbohong itu hal yang wajar dilakukan. Padahal, meski tidak dilakukan sering, seharusnya berbohong adalah perbuatan yang buruk dan sebaiknya tidak dilakukan.

5. Sering Disalahkan

Sering disalahkan/Foto: Pexels/Monstera Production

Menurut Prof. Rachma, anak yang sering disalahkan atau dikambinghitamkan sebagai penyebab masalah cenderung memiliki kepribadian pendiam dan tidak berani untuk mengutarakan berpendapatnya.

Hal ini umumnya dilakukan oleh orangtua yang sering melimpahkan kekesalannya pada anak dengan melontarkan kata-kata seperti, perbuatanmu, salahmu, gara-gara kamu, dan lainnya.

Jika anak terus disalahkan atas suatu hal yang bahkan sebenarnya bukan kesalahannya, maka anak akan merasa tidak aman dan nyaman untuk menceritakan segala hal kepada orangtuanya. Umumnya, mereka akan lebih sering menceritakan masalahnya kepada orang lain.

Meski tingkah anak seringkali membuat jengkel, orangtua perlu terus belajar sabar dan memahami setiap perbuatan anak dengan bijaksana. Perlu diketahui bahwa sejak di dalam kandungan, anak sudah merekam hal apa saja yang dilakukan orangtua terutama ibunya.

Oleh karena itu, orangtua perlu berhati-hati dalam bertutur kata ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak. Hindari juga lima kebiasaan di atas untuk memupuk anak menjadi pribadi yang baik, bijaksana, dan sadar akan potensinya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE