Paris: The Memoir, Buka Sisi Lain Paris Hilton yang Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual

Retno Anggraini | Beautynesia
Rabu, 25 Oct 2023 07:30 WIB
Paris: The Memoir, Buka Sisi Lain Paris Hilton yang Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual
Sisi lain Paris Hilton dalam Paris: The Memoir/Foto: Instagram.com/parishilton

Paris Hilton dikenal setelah penampilannya dalam reality show The Simple Life. Selalu menunjukkan kehidupan yang mewah, Paris Hilton rupanya memiliki sisi lain dari kehidupan nyata yang jauh lebih rumit. Melalui memoar berjudul Paris: The Memoir, sosialita berambut pirang itu mengungkapkan bagian masa lalunya yang kelam.

"Orang-orang yang menyakiti Anda tidak dapat mengambil keputusan terakhir. Anda bisa menceritakan kisah Anda dan kisah Anda memiliki kekuatan lebih dari yang dapat Anda bayangkan," tulis Hilton dalam memoarnya.

Dilansir dari USA Today, berikut 3 hal yang perlu kamu ketahui tentang Paris: The Memoir.

1. Berjuang Melawan ADHD

Paris Hilton
Paris Hilton/Foto: Instagram.com/parishilton

Tidak banyak yang tahu kalau Paris Hilton menderita ADHD, yaitu suatu kondisi perkembangan saraf yang ditandai dengan pola kurangnya perhatian dan/atau hiperaktif-impulsif yang terus berlanjut.

Hilton didiagnosis pada usia awal 20-an. Meski begitu, Hilton belajar memanfaatkan ADHD sebagai kekuatan dalam kariernya, terutama ketika pekerjaannya menargetkan praktik industri remaja bermasalah.

"Pekerjaan advokasi memberi saya solusi terbaik yang mengubah ADHD saya dari kekurangan menjadi kekuatan super," tulis Hilton. "Selama bertahun-tahun saya berkata pada diri sendiri bahwa saya tidak mampu fokus pada apa pun. Sekarang saya tahu bahwa saya bisa menjadi sinar laser ketika saya fokus pada sesuatu yang benar-benar penting."

2. Masa Kelam di Sekolah Berasrama

Sisi lain Paris Hilton dalam Paris: The Memoir/Foto: Instagram.com/parishilton

Hilton juga mengungkap trauma yang dia alami di masa remajanya saat bersekolah di Provo Canyon School, sebuah sekolah berasrama di Utah untuk remaja bermasalah. Dalam film dokumenter YouTube Originals This Is Paris pada tahun 2020, Hilton mengatakan bahwa dia mengalami pelecehan verbal, emosional, dan fisik yang dialaminya selama 11 bulan bertugas di sekolah tersebut.

Sosialita berambut pirang itu pertama kali didaftarkan di CEDU, sebuah sekolah asrama pertumbuhan emosional oleh orangtuanya setelah serangkaian pemberontakan yang dia lakukan. Hilton pun dipindahkan ke fasilitas Ascent, Cascade, dan Provo, di mana dia mengklaim disuruh melakukan pekerjaan kasar, pemukulan, pelecehan verbal oleh siswa dan staf, bahkan dikurung di sel isolasi.

3. Ungkap Kehamilan dan Aborsi yang Memicu Kecemasan

Sisi lain Paris Hilton dalam Paris: The Memoir/Foto: Instagram.com/parishilton

Hilton membuka diri tentang penderitaan pribadi karena memutuskan untuk melakukan aborsi setelah mengetahui bahwa dia hamil selama menjalin hubungan dengan model-aktor, Jason Shaw, yang mulai dia kencani pada tahun 2001.

"Ketika saya menyadari bahwa saya hamil, saya merasa dilumpuhkan oleh rasa cemas yang mengakar di tubuh saya dan tumbuh seperti tanaman ivy," ungkapnya.

Meskipun Hilton telah mempertimbangkan keputusannya sejak melakukan aborsi, dia mengatakan bahwa pada akhirnya dia membuat pilihan yang tepat untuk dirinya sendiri.

"Mencoba melanjutkan kehamilan dengan masalah fisik dan emosional yang saya hadapi saat itu akan menjadi kehancuran bagi semua orang yang terlibat. Pada saat itu, saya sama sekali tidak mampu menjadi seorang ibu," paparnya.

“Menulis buku ini adalah salah satu hal yang paling menakutkan sekaligus bermanfaat yang pernah saya lakukan. Saya tidak sabar menunggu Anda untuk mengenal diri saya yang sebenarnya," tambahnya.

Dikutip dari Billboard, Paris Hilton menyebut film dokumenter Demi Lovato: Simply Complicated menginspirasinya untuk berbagi tentang pelecehan di masa lalu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.