Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar yang Perlu Kamu Ketahui
Ramadan selalu menjadi bulan yang dinantikan oleh umat Islam karena banyaknya momen istimewa, seperti Nuzulul Quran dan Lailatur Qadar.
Dua malam yang menjadi momen sakral di bulan Ramadan dalam sejarah Islam, peristiwa di mana Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam diturunkan.
Sebagaimana dituturkan dalam QS Al-Baqarah ayat 185, bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat Islam. Lantas, apa perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar?
Agar tidak bingung dengan perbedaan dua momen penting tersebut, berikut ini perbedaannya.
1. Nuzulul Quran
Berdasarkan situs muslim.sg, malam Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu pertama Nabi Muhammad SAW berupa ayat suci Al-Quran.
Berbeda dengan kitab suci yang diturunkan sebelumnya, seperti Taurat, Zabur, serta Injil, Al-Qur’an tidak turun langsung dalam bentuk kitab suci lengkap, tetapi diturunkan secara berkala.
Momen turunnya wahyu pertama Nabi Muhammad SAW ini terjadi di Gua Hira, ketika beliau bertemu Malaikat Jibril untuk pertama kalinya yang menyampaikan lima ayat pertama Surat Al-Alaq.
Malam Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan dan telah menjadi tradisi turun-temurun bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Selama peringatan Nuzulul Quran, biasanya umat Islam akan memperbanyak membaca Al-Qur’an, hingga khataman bersama di masjid.
Memperingati Nuzulul Quran memiliki beberapa kemuliaan, antara lain:
- Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
- Mengedukasi dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, memahami, serta mengamalkannya.
- Meningkatkan motivasi untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.
- Meningkatkan pemahaman tentang peristiwa turunnya Al-Qur’an di dunia untuk pertama kalinya.
2. Lailatul Qadar
Lailatul Qadar/pexels.com/Yasir Gürbüz
Malam Lailatul Qadar juga termasuk malam istimewa di bulan Ramadan yang berkaitan dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an.
Berdasarkan laman nu.or.id, apabila Nuzulul Quran adalah peristiwa ayat pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu pertama-Nya oleh Malaikat Jibril, maka Lailatul Qadar adalah peristiwa diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah.
Jadi, proses diturunkannya Al-Qur’an terjadi secara bertahap. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an ke Lauhul Mahfuzh terlebih dulu sebelum disampaikan ke utusannya, Nabi Muhammad SAW.
Tahap berikutnya, Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan di Baitul Izzah atau langit paling bawah, sebelum akhirnya diturunkan secara berangsur-angsur oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurut para ulama, Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh hari akhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Peristiwa ini juga kerap disebut sebagai Malam Seribu Bulan, malam ketika para malaikat turun ke bumi untuk membawa kedamaian serta kesejahteraan. Pada malam ini, ibadah nilainya lebih berlipat ganda, yakni lebih baik dari 1.000 bulan atau setara dengan lebih dari 83 tahun.
Maka dari itu, pada sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, i’tikaf di masjid, salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan beramal baik dengan harapan bisa bertemu Lailatul Qadar, mendapatkan rahmat, dan syafaat-Nya.
Demikian perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar sebagai dua malam penuh berkah di bulan Ramadan. Bagi Muslim, alangkah baiknya untuk memperbanyak ibadah dan beramal baik selama bulan Ramadan, utamanya hari-hari akhir, dengan harapan bisa bertemu Lailatul Qadar.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!