Picu Kontroversi, Elon Musk Diduga Lakukan Hormat Nazi saat Perayaan Pelantikan Trump

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Kamis, 23 Jan 2025 09:30 WIB
Picu Kontroversi, Elon Musk Diduga Lakukan Hormat Nazi saat Perayaan Pelantikan Trump/Foto: REUTERS/Mike Segar Purchase Licensing Rights

Donald Trump telah resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47 pada Selasa (21/1). Momen ini memunculkan berbagai sisi yang menarik perhatian dunia. Acara yang dihadiri oleh banyak tokoh ternama ini tidak hanya berisi pidato-pidato bersejarah, tetapi juga memunculkan kontroversi yang tidak terduga.

Sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, salah satu yang menjadi sorotan adalah gestur tangan Elon Musk, yang diduga menyerupai hormat Nazi (Nazi salute). Spekulasi ini memicu perdebatan panas di media sosial dan menjadi bahan diskusi global. Memang apa itu hormat Nazi? Kenapa hal ini jadi begitu kontroversial? Simak penjelasannya berikut ini!

Kontroversi Gestur Elon Musk


Gestur Elon Musk Diduga Hormat Nazi/Foto: DetikNews

Melansir Al Jazeera, kontroversi ini bermula saat Elon Musk memberikan pidato di sebuah acara United States President Donald Trump’s Inauguration Day yang berlokasi di Capital One Arena, Washington, DC pada Senin (20/1) malam. Dalam pidatonya, CEO SpaceX dan Tesla itu menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung Trump atas kemenangan tersebut.

Namun dalam kesempatan itu, gestur yang dilakukan Musk menjadi pusat perhatian. Ia meletakkan tangan kanannya di dada kiri, lalu mengangkat tangan tersebut ke depan secara diagonal. Ia mengulangi gerakan ini ke arah kerumunan di belakangnya sambil berkata, "Hati saya untuk kalian semua. Berkat kalian, masa depan peradaban terjamin."

Banyak yang segera mengaitkan gestur ini dengan hormat Nazi, sebuah simbol yang sangat kontroversial. Di media sosial, kritik dan kecaman terhadap Musk bermunculan.

Seorang profesor sejarah dari New York University, Ruth Ben-Ghiat, mengungkap pada Al Jazeera bahwa gestur tersebut sangat mirip hormat Nazi yang sangat agresif. Meski demikian, beberapa pihak seperti Anti-Defamation League (ADL) membantah klaim tersebut, menyebut gestur itu hanyalah "gerakan canggung di momen penuh semangat."

(naq/naq)