Kasus pinjaman online ilegal atau pinjol ilegal semakin marak terjadi di Indonesia. Tidak sedikit masyarakat yang menjadi korbannya. Salah satu hal yang paling berisiko di pinjol ilegal adalah pencurian data pribadi.
Eits, bukan berarti beralih ke pinjol legal yang terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi jalan keluar satu-satunya. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, ya, Beauties.
Pada April 2023, OJK melaporkan bahwa warga DKI Jakarta masih berhutang pada pinjol sebesar 10,35 triliun. Diketahui, jumlah rekening aktif penerima pinjaman menyentuh angka 17,31 juta akun.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 28,12% (YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 13,51 juta akun.
Lantas, mengapa masih banyak orang yang tergiur dengan pinjol?
Hal-Hal yang Membuat Masyarakat Terjebak dalam Pinjol
Coba pikirkan lagi jika ingin pinjol/ Foto: Pexels/Karolina Grabowska |
Pastinya aneh melihat begitu banyak orang yang masih tergiur dengan pinjol apabila melihat dampak negatifnya. Dilansir dari detikHealth, berikut adalah sejumlah faktor yang membuat masyarakat tidak bisa keluar dari dunia pinjol.
1. Tidak Mampu Membatasi Pengeluaran Sehari-Hari
Tidak mampu mengontrol pengeluaran sehari-hari/ Foto: Pexels/Porapak Apichodilok |
Perilaku boros merupakan perilaku yang mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Dengan kata lain, kamu tidak memiliki skala prioritas ketika akan membeli sesuatu. Hanya berdasar pada keinginan sesaat saja. Sebaiknya jangan dilakukan, ya, Beauties.
2. Menjunjung Tinggi Gengsi dan Gaya Hidup Mewah
Perilaku hedonisme yang ditandai dengan gaya hidup konsumtif dapat berdampak buruk pada kondisi keuangan. Hal tersebut diperparah dengan gengsi yang tinggi. Artinya, kamu akan terus membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya karena gengsi jika tidak memilikinya.
3. Keinginan untuk Membeli Sesuatu yang di Luar Kemampuan
Sebaiknya beli sesuatu yang sesuai dengan kantong/ Foto: Pexels/Arina Krasnikova |
Menghambur-hamburkan uang bukanlah kegiatan yang positif. Kamu hendaknya mempertimbangkan kemampuan finansial saat akan membeli suatu barang, makanan, ataupun jalan-jalan. Alasannya, masih ada kebutuhan pokok lainnya yang lebih penting untuk dibeli.
Penyebab Utama Utang Secara Umum
Penyebab utama utang/ Foto: Pexels/Karolina Grabowska |
Utang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Bagaimanapun, perilaku konsumtif hanyalah satu dari banyaknya faktor yang terjadi pada setiap orang. Berikut adalah beberapa penyebab utang yang paling umum menurut Norton Finance.
1. Berpenghasilan Rendah atau Setengah Menganggur
Tidak mempunyai pekerjaan tetap/ Foto: Freepik/@8photo |
Beberapa orang yang berpenghasilan rendah atau bahkan belum bekerja merasa sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga memutuskan untuk berutang. Hal ini dilakukan untuk sekadar bertahan hidup.
2. Biaya Hidup Tinggi
Biaya hidup tinggi/ Foto: Freepik |
Sejumlah daerah di berbagai negara mempunyai biaya hidup yang tinggi daripada yang lain. Faktor-faktor yang menyebabkan biaya hidup tinggi adalah harga rumah yang fantastis, permintaan sewa, dan perjalanan yang lebih lama.
3. Pengeluaran Tidak Terduga
Pengeluaran tidak terduga/ Foto: Freepik |
Terkadang hal-hal yang tidak terduga bisa saja terjadi, seperti tiba-tiba sakit, kecelakaan, perangkat elektronik yang rusak, dan lain sebagainya. Nah, kalau sudah begini, hanya tabungan dan polis asuransi yang bisa bertindak sebagai penolong.
4. Hidup di Luar Kemampuanmu
Asal Beauties tahu, cara tercepat untuk berutang adalah membelanjakan lebih banyak uang daripada yang kamu hasilkan. Oleh karena itu, usahakan untuk hidup sesuai dengan kemampuanmu saja, ya.