Profil dan Sumber Kekayaan Brooklyn Beckham, dari Bisnis Saus Cabai hingga Investasi
Menyandang nama belakang Beckham membuat Brooklyn Beckham kerap menjadi sorotan sejak masih bayi. Sebagai putra sulung David dan Victoria Beckham, ia tumbuh di tengah dunia fashion dan lifestyle kelas dunia. Sejak remaja, pria kelahiran 4 Maret 1999 ini akrab dengan kamera, runway, dan sorotan media.
Namun, kehidupan Brooklyn tidak hanya dipenuhi peluang, tetapi juga dinamika keluarga yang belakangan ikut menjadi perbincangan. Ketegangan hubungan dengan keluarga Beckham membuat publik mulai menyoroti bagaimana Brooklyn membangun kemandirian, termasuk dari sisi finansial.
Ia sempat mengeksplorasi fotografi, aktif membuat konten memasak, hingga merambah dunia bisnis dan investasi. Pernikahannya dengan Nicola Peltz juga memperluas lingkar sosial dan profesionalnya untuk lebih mandiri.Â
Di tengah sorotan dan dinamika tersebut, sumber penghasilan Brooklyn Beckham menjadi topik yang menarik untuk disimak. Dari popularitas hingga bisnis yang ia bangun, inilah deretan jalur finansial yang menopang kehidupannya saat ini.
Endorsement dan Personal Brand
Peran endorsement sebagai sumber penghasilan terbesar Brooklyn Beckham dengan nilai puluhan miliar rupiah per tahun./Foto: Instagram/brooklynpeltzbeckham
Sebagai publik figur dengan jangkauan global, endorsement menjadi pilar utama penghasilan Brooklyn. Ia terlibat dalam berbagai kampanye fashion, lifestyle, hingga kolaborasi digital yang menjangkau pasar internasional. Popularitas dan citra visualnya membuat Brooklyn mudah diterima sebagai wajah brand. Ia ikut terlibat dalam berbagai kampanye fashion untuk Moncler, Express, dan juga Burberry.
Dilansir dari Sun, nilai kerja sama ini diperkirakan mencapai 1–2 juta GBP per tahun atau setara sekitar Rp22–45 miliar.
Media Sosial sebagai Aset Digital
Peran endorsement sebagai sumber penghasilan terbesar Brooklyn Beckham dengan nilai puluhan miliar rupiah per tahun./Foto: Instagram/brooklynpeltzbeckham
Media sosial menjadi ruang kerja sekaligus medium ekspresi bagi Brooklyn Beckham. Ketertarikannya pada dunia memasak ia tuangkan lewat berbagai unggahan yang menampilkan aktivitas di dapur hingga kesehariannya. Konten yang terasa personal ini membuat audiensnya terus bertumbuh dan terlibat.
Dengan jutaan pengikut yang aktif, setiap unggahan Brooklyn memiliki nilai komersial yang signifikan. Tak hanya dimanfaatkan untuk promosi produk, media sosialnya juga menjadi kanal efektif untuk menambah pundi-pundi penghasilan putra sulung David Beckham ini.
Hobi Fotografi Menjadi Salah Satu Sumber Penghasilan
Perjalanan Brooklyn Beckham di dunia fotografi, termasuk buku foto dan pengalaman memotret fashion./Foto: Instagram/brooklynpeltzbeckham
Ketertarikan Brooklyn pada fotografi tumbuh sejak usia muda. Ia tertarik pada visual storytelling dan bagaimana gambar merekam sudut pandang personal. Minat ini membawanya merilis buku foto What I See, yang menampilkan potret keseharian dan perjalanan hidupnya.
Fotografi juga membawanya ke ranah profesional ketika ia dipercaya memotret kampanye brand fashion Victoria Beckham dan juga Burberry.
Bisnis Saus Premium Berbasis Gaya Hidup
Mengenal Cloud23, bisnis saus cabai premium Brooklyn Beckham dengan harga ratusan ribu rupiah per botol./Foto: Instagram/brooklynpeltzbeckham
Brooklyn kemudian memperluas fokusnya ke dunia bisnis lewat Cloud23, merek saus cabai premium yang terinspirasi dari kegemarannya memasak. Cloud23 hadir dalam varian Hot Habanero dan Sweet Jalapeño, dengan harga sekitar 15–20 GBP per botol atau Rp300–450 ribu.
Produk ini diposisikan sebagai condiment bergaya lifestyle yang mudah dinikmati, estetik, dan juga relevan dengan pasar anak muda.
Investasi Properti
Brooklyn dan Nicola Peltz tercatat berinvestasi di properti mewah Los Angeles. Mereka membeli hunian di kawasan tersebut/Foto: Instagram/brooklynpeltzbeckham
Di luar penghasilan aktif, Brooklyn dan Nicola Peltz tercatat berinvestasi di properti mewah Los Angeles. Mereka pernah membeli hunian senilai 10,5 juta USD (sekitar Rp170 miliar) dan kemudian berinvestasi di kawasan Trousdale Estates dengan nilai sekitar 16 juta USD atau Rp270 miliar.
Properti ini berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus aset jangka panjang. Langkah tersebut menunjukkan fokus pada stabilitas finansial di luar dunia hiburan.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!