Profil Fatima al-Fihri, Muslimah yang Dedikasikan Harta Warisan untuk Bangun Masjid dan Kampus

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Jumat, 13 Mar 2026 16:30 WIB
Menggunakan Harta Warisan untuk Kepentingan Umat
Potret Fatima al-Fihri/Foto: Instagram.com/@_random.videos2

Ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini pada dasarnya adalah hasil perjalanan panjang yang dimulai oleh para orang-orang hebat di masa lalu. Salah satu tokoh pendidikan yang paling berjasa, namun jarang dibahas dalam buku sejarah, adalah Fatima al-Fihri. Melansir World History, dia adalah perempuan Muslim yang membangun institusi tertua di dunia bernama University of al-Qarawiyyin.

Status Universitas Al-Qarawiyyin sebagai institusi pendidikan tertua telah diakui oleh Guinness World Records. Lembaga ini didirikan pada 859 M di Fez, Maroko, sehingga saat ini diperkirakan sudah berusia 1.167 tahun. Kampus ini telah mencetak banyak ilmuwan hebat.

Lalu siapa sebenarnya Fatima al-Fihri? Bagaimana sepak terjangnya sehingga berhasil mencetak sebuah prestasi luar biasa di dunia pendidikan? Berikut profilnya!

Lahir dari Keluarga Pedagang di Afrika Utara

Melansir Instagram @herwikiorg, Fatima al-Fihri lahir sekitar tahun 800 M di kota Kairouan, yang kini berada di wilayah Tunisia. Ia berasal dari keluarga pedagang Muslim yang cukup berada. Ayahnya, Muhammad al-Fihri, dikenal sebagai pedagang sukses yang kemudian membawa keluarganya pindah ke kota Fez di Maroko pada awal abad ke-9.

Pada masa itu, Fez merupakan kota yang berkembang pesat sebagai pusat perdagangan, budaya, dan keagamaan di Afrika Utara. Banyak pendatang dari berbagai wilayah datang ke kota tersebut, termasuk komunitas dari Kairouan yang kemudian menjadi asal-usul nama Al-Qarawiyyin.

Fatima juga memiliki saudara perempuan bernama Mariam. Keduanya dikenal sebagai perempuan yang terdidik dan religius. Keluarga mereka juga menanamkan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya, baik pria maupun perempuan. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar pemikiran dan pendorong Fatima dan kakaknya untuk mengembangkan institusi pendidikan.

Menggunakan Harta Warisan untuk Kepentingan Umat

Potret Fatima al-Fihri/Foto: Instagram.com/@_random.videos2

Setelah pindah kota Fez, keluarga Fatima berkembang pesat. Melansir World History, ayah Fatima yang bernama Muhammad al-Fihri al-Qayrawwani adalah pedagang yang sangat sukses. Sayangnya, tak lama kemudian, Fatima dan Mariam harus kehilangan ayah, suami, dan saudara laki-laki mereka dalam waktu yang berdekatan.

Selepas kepergian sang ayah, Fatima dan saudarinya mewarisi kekayaan keluarga dalam jumlah besar. Namun, alih-alih menggunakan harta tersebut untuk kehidupan pribadi, mereka memilih menggunakannya untuk proyek sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Fatima kemudian berjanji akan menggunakan seluruh warisan yang ia miliki untuk membangun sebuah masjid yang dapat menampung komunitas Muslim yang terus berkembang di Fez. Akhirnya, pada abad ke-9, ia benar-benar menggunakan harta warisan tersebut untuk membangun sebuah masjid yang kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan besar di dunia Islam.

Lembaga tersebut dikenal sebagai University of al-Qarawiyyin di kota Fez, Morocco, yang hingga kini masih beroperasi dan sering disebut sebagai salah satu universitas tertua yang terus berjalan di dunia. Sementara itu, saudara perempuannya, Mariam, juga diketahui membangun Masjid Al-Andalus di kota yang sama.

Proses Membangun Masjid Al-Qarawiyyin

Masjid Al-Qarawiyyin/Foto: Instagram.com/@elmidad.id

Sekitar tahun 857 hingga 859 M, Fatima memulai pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin di pusat kota Fez. Ia membeli sebidang tanah dan mengawasi langsung proses pembangunan yang memakan waktu sekitar dua tahun.

Melansir laman Rabat, Fatima diceritakan berniat berpuasa sejak hari pertama pembangunan hingga proyek selesai sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Tuhan. Setelah masjid selesai dibangun, ia kemudian masuk ke dalam masjid dan berdoa sebagai tanda syukur.

Masjid tersebut dinamai Al-Qarawiyyin sebagai penghormatan terhadap kota asal keluarganya, Kairouan. Awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai tempat ibadah bagi masyarakat setempat. Namun, seperti banyak masjid pada masa itu, tempat ini juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan.

Di kompleks masjid ini kemudian dibangun ruang belajar, perpustakaan, serta tempat diskusi ilmiah bagi para pelajar dan ulama. Pada akhirnya, berbagai fasilitas ini terus berkembang dan banyak dimanfaatkan oleh umat.

Berkembang Menjadi Universitas Tertua di Dunia

Universitas Al-Qarawiyyin/Foto: Instagram.com/@hubbul.lugho

Seiring waktu, Masjid Al-Qarawiyyin berkembang menjadi pusat pembelajaran yang menarik pelajar dari berbagai wilayah dunia Islam. Di sana diajarkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari studi agama, bahasa Arab, hingga matematika, astronomi, dan kedokteran.

Institusi ini kemudian berkembang menjadi Universitas Al-Qarawiyyin, yang diakui oleh UNESCO dan Guinness World Records sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi tertua yang masih beroperasi hingga sekarang.

Universitas Al-Qarawiyyin tidak hanya menjadi tempat belajar bagi masyarakat lokal, tetapi juga memainkan peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam dan Eropa pada masa Abad Pertengahan. Banyak ilmuwan dan cendekiawan terkenal yang pernah terhubung dengan institusi ini.

Adapun beberapa tokoh yang diketahui pernah belajar di Universitas Al-Qarawiyyin antara lain adalah Ibn Khaldun (perintis ilmu sosiologi dan historiografi modern), Ibn Arabi (filsuf dan sufi terkenal dari Andalusia), Maimonides (filsuf dan dokter di abad ke-12), Leo Africanus (pencetus peta Afrika), dan masih banyak lagi.

Selain menjadi pusat pendidikan, kompleks ini juga memiliki salah satu perpustakaan tertua di dunia yang menyimpan ribuan manuskrip bersejarah dari berbagai bidang ilmu, mulai dari logika, matematika kedokteran, astronomi, tata bahasa, musik, hukum, dan teologi. Tidak hanya mengajarkan sains, lulusan kampus ini juga akan diberi gelar layaknya mahasiswa perguruan tinggi.

Detail Kisah Sejarah Masih Diperdebatkan

Potret Fatima al-Fihri/Foto: Instagram.com/@_random.videos2

Potret Fatima al-Fihri/Foto: Instagram.com/@_random.videos2

Meski kisah Fatima al-Fihri sangat populer, beberapa sejarawan mencatat bahwa sumber sejarah tentang dirinya baru muncul beberapa abad setelah ia hidup. Kisah tentangnya baru pertama kali ditulis dalam kronik abad ke-14 oleh sejarawan Ibn Abi Zar.

Karena jarak waktu yang cukup jauh antara peristiwa dan pencatatannya, sebagian sejarawan modern mempertanyakan detail kisah tersebut. Namun demikian, banyak bukti sejarah mengenai keberadaan Masjid Al-Qarawiyyin dan perannya sebagai pusat pendidikan tetap diakui secara luas.

Namun terlepas dari perdebatan sejarah yang ada, kisah Fatima al-Fihri tetap menjadi simbol penting tentang bagaimana perempuan dapat memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Melalui dedikasinya membangun masjid dan pusat pendidikan dari harta warisan keluarga, ia meninggalkan warisan yang masih dirasakan hingga lebih dari seribu tahun kemudian. Kisahnya menjadi pengingat bahwa pendidikan dan filantropi dapat menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan umat manusia.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.