Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh Amerika Serikat pada hari Sabtu (3/1/2025). Penangkapan bertepatan dengan serangan militer mendadak ke sejumlah titik di Venezuela, yaitu ibu kota Caracas, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Penangkapan tersebut juga menjadi puncak tekanan AS-Venezula yang sudah terjadi berbulan-bulan dalam upaya menggulingkan Maduro. Mengutip dari Britannica, Maduro menghadapi tuduhan terorisme narkoba, perdagangan kokain, dan kepemilikan senapan mesin serta alat-alat perusak terhadap AS. Di sisi lain, pemerintah Venezuela menuding Trump melancarkan serangan untuk mengambil alih sumber daya alam Venezuela yang dikenal akan kekayaan minyak dan mineralnya.
(dmh/dmh)