Puasa Paling Lama di Dunia Ada di Negara Ini, Kamu Kuat?

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Jumat, 06 Mar 2026 07:30 WIB
Faktor Penyebab Perbedaan Durasi Puasa
Panjang siang hari dipengaruhi posisi geografis dan musim di Bumi. Negara lintang tinggi memiliki durasi puasa lebih panjang dibanding wilayah tropis./ Foto: freepik.com

Perbedaan durasi puasa Ramadan di berbagai belahan dunia dipengaruhi oleh panjang siang hari yang tidak sama. Fenomena ini terjadi karena posisi geografis suatu negara terhadap garis khatulistiwa serta perubahan musim di Bumi. 

Semakin jauh suatu wilayah dari khatulistiwa, semakin ekstrem perbedaan panjang siang dan malam yang dirasakan masyarakatnya. Itulah sebabnya umat Muslim di beberapa negara harus menjalani puasa lebih lama dibandingkan negara lain.

Yuk, cari tahu negara mana saja yang memiliki durasi puasa paling lama di dunia, Beauties!

Faktor Penyebab Perbedaan Durasi Puasa

Faktor Penyebab Perbedaan Durasi Puasa/ Foto: freepik.com

Panjang siang hari dipengaruhi posisi geografis dan musim di Bumi. Negara lintang tinggi memiliki durasi puasa lebih panjang dibanding wilayah tropis./ Foto: freepik.com

Perbedaan lama puasa di berbagai negara terjadi karena rotasi dan kemiringan sumbu Bumi. Negara yang berada di lintang tinggi mengalami perubahan panjang siang dan malam yang sangat signifikan sepanjang tahun. 

Saat musim panas mendekat, matahari berada lebih lama di atas horizon sehingga waktu berpuasa menjadi lebih panjang. Karena itu, negara tropis seperti Indonesia memiliki durasi puasa yang cenderung konsisten, sekitar 13 jam. Perbedaan ini membuat pengalaman Ramadan di setiap negara terasa unik.

Negara dengan Durasi Puasa Lebih dari 16 Jam

Negara Nordik memiliki durasi puasa lebih dari 16 jam karena posisi geografisnya. Panjang siang ekstrem menyebabkan waktu puasa menjadi sangat lama./ Foto: freepik.com/wirestock

Negara Nordik memiliki durasi puasa lebih dari 16 jam karena posisi geografisnya. Panjang siang ekstrem menyebabkan waktu puasa menjadi sangat lama./ Foto: freepik.com/wirestock

Beberapa negara di lintang tinggi dikenal memiliki durasi puasa yang sangat panjang. Negara seperti Greenland, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Finlandia dapat mengalami puasa lebih dari 16 jam. Hal ini disebabkan oleh posisi geografis mereka yang berada dekat lingkar Arktik.

Di wilayah tersebut, matahari bisa bersinar hampir sepanjang hari pada periode tertentu. Akibatnya, waktu antara terbit dan terbenam matahari menjadi sangat panjang. Kondisi ini menuntut umat Muslim untuk berpuasa dalam durasi yang lebih lama dibandingkan negara lain di dunia.

Negara Belahan Selatan dengan Puasa Panjang

Negara belahan selatan memiliki durasi puasa hingga 15 jam. Panjang siang di wilayah tersebut berubah sepanjang bulan Ramadan./ Foto: freepik.com/wirestock

Negara belahan selatan memiliki durasi puasa hingga 15 jam. Panjang siang di wilayah tersebut berubah sepanjang bulan Ramadan./ Foto: freepik.com/wirestock

Beberapa negara di belahan selatan juga memiliki durasi puasa yang relatif panjang. Negara seperti Chili, Selandia Baru, dan Afrika Selatan dapat mengalami puasa sekitar 14 hingga 15 jam pada awal Ramadan.

Namun, berbeda dengan negara lintang tinggi di utara, durasi puasa di wilayah selatan cenderung menurun seiring berjalannya bulan Ramadan. Hal ini terjadi karena perubahan posisi matahari sepanjang musim.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE