Hampir 80 siswa Sekolah Dasar (SD) di Afghanistan, kebanyakan perempuan, diduga telah diracun. Siswi malang tersebut dibawa ke rumah sakit di distrik Sangcharak, Afghanistan, menurut laporan Mohammad Rahmani, kepala Departemen Pendidikan di provinsi Sar-e-Pul utara, kepada CNN.
Satuan kepolisian daerah mengatakan mereka masih menyelidiki masalah ini, menurut Rahmani. Sejauh ini belum diketahui pelaku, motif, dan potensi jenis racun yang mungkin digunakan terhadap para siswi tersebut.
Awal kasus tersebut terungkap ketika sekitar 17 siswi di satu sekolah melaporkan kondisi mereka. Kemudian disusul laporan dari 60 siswa, yang sebagian besar perempuan, di sekolah lainnya.
Para siswi tersebut mengaku merasa pusing, sakit kepala, dan mual.
"Sesampainya di sekolah pada pagi hari, para siswa tiba-tiba mulai merasa pusing, sakit kepala, dan mual," kata Rahmani. Para siswa dirawat di rumah sakit setempat, tetapi 14 orang yang situasinya lebih kritis dibawa ke rumah sakit di ibu kota provinsi.
Seorang dokter di rumah sakit Sar-i-Pul mengonfirmasi kepada CNN bahwa beberapa siswi dirawat di rumah sakit dan dia yakin mereka diracuni berdasarkan gejalanya.
Dugaan yang beredar, para siswi yang diduga diracun berkaitan dengan aturan Taliban yang melarang anak perempuan untuk mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah hingga kuliah.