Pernah nggak, sih, kamu mengalami jeda karier alias career gap, entah karena melanjutkan kuliah, mengurus keluarga, atau alasan pribadi lainnya? Sayangnya, saat ingin membangun kembali karier setelah jeda, banyak HRD yang melihat jeda ini sebagai tanda tanya besar. Mereka khawatir soal keterampilan yang mungkin sudah ketinggalan zaman atau komitmen kerja yang meragukan.
Namun tenang, ada, kok, cara untuk mengatasi masalah ini. Dilansir dari Perfect Hire Global Recruitment Ltd., inilah beberapa cara menarik perhatian HRD sekaligus cara menjelaskan jeda karier kepada HRD demi meyakinkan mereka bahwa jeda karier bukan halangan dan justru bisa menjadi nilai tambah untuk perusahaan.
Mencantumkan Aktivitas Relevan yang Dilakukan selama Jeda
Ilustrasi/Foto: Freepik |
Saat menyusun CV, penting untuk mengatasi periode jeda kerja dengan cara yang positif dan konstruktif. Alih-alih mengabaikan atau mencoba menyembunyikan jeda tersebut, tonjolkan aktivitas yang kamu lakukan selama periode tersebut yang berkontribusi pada pengembangan kariermu.
Aktivitas seperti pekerjaan lepas, sukarelawan, pendidikan lanjutan, kursus pelatihan, sertifikasi, atau proyek pribadi tidak hanya menunjukkan inisiatif dan komitmenmu terhadap pertumbuhan profesional, tetapi juga memperkaya keterampilan dan pengalamanmu.
Dengan mencantumkan aktivitas-aktivitas tersebut di CV, kamu memberikan bukti konkret kepada calon pemberi kerja bahwa kamu telah memanfaatkan waktu jeda dengan bijaksana untuk meningkatkan kompetensi dan tetap terlibat dalam bidang pekerjaan tersebut. Ini dapat meningkatkan daya tarikmu sebagai kandidat yang proaktif dan berdedikasi, meskipun terdapat jeda dalam riwayat pekerjaanmu.