Dulu, bekerja lembur sampai akhir pekan sering dianggap sebagai tanda kesuksesan dan dedikasi. Namun di era modern, banyak ahli mulai menekankan pentingnya work-life balance demi kesehatan mental, kebahagiaan, dan produktivitas jangka panjang.
Menurut penelitian dari Remote.com melalui Global Life-Work Balance Index 2025, kualitas hidup pekerja dinilai berdasarkan sembilan indikator utama, mulai dari jam kerja, cuti tahunan, maternity leave, hingga tingkat kebahagiaan. Data ini diambil dari 60 negara dengan ekonomi terbesar di dunia untuk melihat negara mana yang masih memiliki budaya kerja paling berat.
Penasaran negara mana saja yang masuk daftar work-life balance terburuk tahun ini? Yuk simak rankingnya di bawah ini!
(dmh/dmh)