Review Musikal Perahu Kertas: Mungkin Jalan Kita Harus Berputar Dulu Sebelum Akhirnya Bisa Memeluk Mimpi

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 02 Feb 2026 15:00 WIB
Review Musikal  Perahu Kertas: Mungkin Jalan Kita Harus Berputar Dulu Sebelum Akhirnya Bisa Memeluk Mimpi
Review Musikal Perahu Kertas: Mungkin Jalan Kita Harus Berputar Dulu Sebelum Akhirnya Bisa Memeluk Mimpi/Foto: Dok. Musikal Perahu Kertas

Setiap orang pasti punya mimpi dalam hidupnya. Kita tentu sudah sangat familiar dengan mimpi-mimpi yang sering kita ucap sewaktu kecil. Ingin menjadi dokter, arsitek, guru, penulis, seniman, ibu rumah tangga, atlet, dan masih banyak lagi. Apa pun mimpinya, semua terasa begitu masuk akal dan begitu dekat seperti ada di ujung jemari untuk bisa diraih.

Seiring beranjak dewasa, mimpi perlahan padam, digantikan oleh realitas kehidupan yang tidak berjalan dengan apa yang direncanakan. Kita terpaksa menjadi sosok yang bukan kita bayangkan selama ini. Seketika, merelakan mimpi-mimpi berlayar pergi tanpa pernah berlabuh terasa jadi jauh lebih mudah daripada harus mengarungi kerasnya lautan.

Beauties, ingatkah bahwa mungkin ada setitik bagian dari mimpi ini yang membuat api di dalam hati kita tetap menyala? Mendorong kita untuk bergerak maju meski diterpa rasa ragu. Mimpi ini yang mengajak kita berlayar di lautan luas, menguatkan di saat badai menerpa, menemani di malam-malam sunyi, hingga kita sampai di tujuan.

Di perjalanan wujudkan mimpi, mungkin kita akan bertemu seseorang yang sama antusiasnya dengan kita. Percaya dengan apa yang bisa kita tawarkan untuk dunia di saat diri sendiri merasa ragu dan kecil. Saling menyemangati saat semesta sedang tidak di pihak kita.

"Hidupkan lagi mimpi-mimpi.
Cita-cita
yang lama kupendam sendiri
Berdua, ku bisa percaya."

Familiar dengan penggalan lirik di atas, Beauties? Ya, lagu Perahu Kertas yang dinyanyikan oleh artis dan musisi Maudy Ayunda merupakan OST dari film bertajuk serupa yang diadaptasi dari novel legendaris dengan judul serupa pula, Perahu Kertas, karya Dewi Lestari.

Pertama kali berlayar pada 2007 dalam format novel, lalu diadaptasi menjadi film, kini Perahu Kertas telah berlayar ke panggung musikal. Melalui kisah Kugy dan Keenan yang magis, hangat, dan penuh harapan, kita diajak untuk berani hidupkan kembali mimpi-mimpi yang mungkin sempat terkubur.

Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar

Review Musikal  Perahu Kertas: Mungkin Jalan Kita Harus Berputar Dulu Sebelum Akhirnya Bisa Memeluk Mimpi

Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar/Foto: Dok. Musikal Perahu Kertas

Musikal Perahu Kertas resmi memasuki rangkaian pementasannya di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Jumat (30/1). Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), musikal Perahu Kertas ini akan berlangsung hingga 15 Februari 2026 dengan total 21 pertunjukan.

“Perahu Kertas telah menempuh perjalanan yang sangat panjang, dari benak, ke halaman, ke layar, dan kini ke panggung musikal. Kisah Kugy dan Keenan bertransformasi ke dalam bentuk yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, dan perjalanan ini mengajarkan saya bahwa mimpi yang dijaga dengan sabar akan selalu menemukan jalannya bermanifestasi,” ujar penulis novel Perahu Kertas, Dee Lestari, dalam pementasan perdana Musikal Perahu Kertas di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Jumat (30/1). Tampil anggun berbalut gaun berwarna merah, Dee membuka pertunjukan tersebut dengan menyanyikan secara langsung lagu Perahu Kertas.

Diproduseri oleh Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid, pementasan ini mempertemukan dunia musik, sastra, dan teater dalam satu pengalaman pertunjukan yang penuh emosi dan energi.

Pertunjukan ini diperkaya oleh musik orisinil hasil kolaborasi komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana, dengan lagu utama Perahu Kertas yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda sebagai pengikat emosional sepanjang pertunjukan, bersama 21 lagu lainnya seperti Miliaran Manusia, Agency, Dua Manusia, Tahu Diri, dan Langit Amat Indah. Keseluruhan komposisi diarahkan dan ditata oleh Ivan Tangkulung selaku Pengarah dan Penata Musik.

Musikal Perahu Kertas melibatkan total lebih dari 250 orang di dalamnya yang terdiri dari 38 orang pemeran, 20 orang tim inti kreatif, musisi, kru dan tim produksi yang menghidupkan keseluruhan proses pementasan.

Dari jajaran pemeran tersebut, 13 orang merupakan talenta muda dari program Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, sementara 3 pemeran lainnya berasal dari program Trinity Inkubasi. Keterlibatan talenta muda ini menjadi bagian dari komitmen produksi ini dalam memberi ruang tumbuh dan eksplorasi bagi generasi baru pelaku seni pertunjukan Indonesia.

Review Musikal Perahu Kertas: Sukses Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi

Review Musikal Perahu Kertas: Sukses Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi

Review Musikal Perahu Kertas: Sukses Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi/Foto: Dok. Musikal Perahu Kertas

Beautynesia berkesempatan untuk menyaksikan pementasan perdana Musikal Perahu Kertas, Beauties. Suasana Ciputra Artpreneur penuh dengan dekorasi menarik untuk menyambut Perahu Kertas yang berlayar dalam format baru. Ada beberapa spot foto menarik memanjakan mata yang bisa digunakan pengunjung untuk mengabadikan momen.

Mengangkat tema “Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi”, musikal Perahu Kertas menghadirkan kisah dua tokoh utama, Kugy, seorang pengkhayal yang hobi mendongeng, dan Keenan, seorang pelukis muda jenius yang dipaksa kuliah bisnis oleh sang ayah. Keduanya bertemu dan menemukan banyak kesamaan di dalam diri mereka, termasuk pula soal jalan berputar yang harus ditempuh sebelum akhirnya bisa memeluk mimpi itu sepenuhnya.

Penulis naskah Musikal Perahu Kertas, Widya Arifianti, tidak hanya sukses menampilkan kisah cinta Kugy dan Keenan yang hangat dan magis, tapi juga soal perjalanan manusia untuk bisa mengenal diri. Bagaimana mimpi yang dipeluk erat harus berhadapan dengan realita hingga dipaksa berdamai dengan pilihan hidup. Pilihan-pilihan hidup yang membuat kita bertanya-tanya, ragu, tersesat, hingga terpuruk, dan tumbuh menjadi jauh lebih baik; semua tergambarkan dengan sangat rapi dan menyentuh.

Musikal Perahu Kertas terbagi menjadi dua babak. Di babak pertama, yang saya ingat saat menulis review ini adalah bagaimana saya terus tersenyum tanpa henti, ikut menyemangati Kugy dan Keenan dan mimpi-mimpi mereka dari kursi saya dengan begitu antusias. Ikut gemas melihat gesture manis Keenan mengusap kepala Kugy dengan penuh sayang dan rasa bangga. Ikut hanyut di dunia dongeng yang diciptakan Kugy dan dilukis Keenan untuk Sakola Alit. Ikut patah hati melihat Kugy diam di sudut panggung saat Keenan dijodohkan dengan Wanda, sepupu dari Noni (sahabat Kugy).

Di babak kedua, mata memanas dan berkaca-kaca saat menyaksikan Kugy dan Keenan harus menghadapi realita masing-masing. Bagaimana takdir membawa mereka berdua bertemu kembali tapi dengan kondisi yang sangat berbeda: Kugy sudah bersama Remi (Christoffer Nelwan) dan Keenan bersama Luhde (Marsha Lavinia). Keduanya berusaha untuk selalu “Tahu Diri” saat perasaan dalam hati berkecamuk. Keduanya dipaksa realita untuk harus puas hanya dengan label “teman” dan “partner berbagi karya” saat itu.

Melihat dua insan manusia berbagi mimpi di saat dunia belum berpihak kepada mereka membuat hati saya begitu terenyuh. Kugy yang berpikiran bahwa "lembar buku sastra tak akan bisa memberi lembar uang" dan Keenan yang tak ingin "berjalan hanya ikuti formula". Bagaimana gigihnya Kugy dan Keenan harus “berputar menjadi orang lain dulu” dan berhadapan dengan realita sebelum akhirnya bisa memeluk kebebasan untuk menjadi diri sendiri.

Kemas Realita Kehidupan dengan Istimewa

Musikal Perahu Kertas Kemas Realita Kehidupan dengan Istimewa

Musikal Perahu Kertas Kemas Realita Kehidupan dengan Istimewa/Foto: Dok. Musikal Perahu Kertas

Seluruh aspek Musikal Perahu Kertas berhasil dikemas dengan rapi dan apik oleh sutradara dan koreografer Venytha Yoshiantini. Semua gerak, ekspresi, chemistry antar pemain, set panggung dinamis, tata cahaya, hingga pengaturan blocking tidak hanya memanjakan mata, tapi juga perlahan menjalar sampai ke hati.

“Konsep pemanggungan Musikal Perahu Kertas berangkat dari ide: apa yang akan terjadi bila gagasan “Manusia vs Perputaran Takdir (Wheel of Fate)” dihadirkan secara visual dan diperkaya oleh koreografi sebagai penghubung waktu dan ruang,” tutur Venytha.

Penampilan Alya Syahrani sebagai Kugy dan Dewara Zaqqi sebagai Keenan–menurut saya yang punya ritual baca novel Perahu Kertas satu kali setiap tahun–terasa sangat indah dan magis. Rasa-rasanya, Kugy dan Keenan bergandengan tangan berjalan keluar dari buku dan hadir malam itu di atas panggung, saling berbagi mimpi dan rasa. They bring the character to life so beautifully.

Sosok Kugy yang ceria, cukup nyentrik, penuh harapan dan cinta, lalu sosok Keenan yang tenang, penuh kejutan, dan berani memperjuangkan mimpinya, berhasil dihadirkan Alya dan Dewara di panggung musikal dengan energi yang luar biasa. Tak hanya lewat kata-kata, berbagai bentuk emosi sukses digambarkan oleh keduanya dari dialog, gesture, gerak-gerik, hingga ekspresi wajah yang begitu mendalam. Kualitas vokal keduanya, dan seluruh cast, juga sangat memanjakan telinga dan membuat saya tak henti-hentinya bergumam “wow!”.

Poin menarik lainnya dari Musikal Perahu Kertas adalah pertunjukan ini sukses berinteraksi dengan penonton tidak hanya lewat senyum gemas atau mata berkaca-kaca melalui kisah Keenan dan Kugy, tapi juga melalui tawa. Ya, tawa menggema berkali-kali di ruangan saat melihat tingkah lucu pasangan Noni (Putri Indam Kamila) dan Eko (Fathur Ojak) serta tim Ensemble super energik dan ekspresif yang sering mengeluarkan celetukan khas anak muda dan netizen di media sosial. Buat kamu (dan juga saya) yang sering berselancar di media sosial atau chronically online, humor-humor yang ditampilkan tersebut membuat musikal ini terasa semakin segar.

Musikal Perahu Kertas juga terasa sangat relate di beberapa bagian yang tak kalah istimewa. Misalnya soal realita kehidupan karyawan agency dan betapa kata "approve" dari client terdengar sangat indah (FYI, Kugy bekerja sebagai Copywriter di perusahaan agency milik Remi, AdVocaDo), salah pilih jurusan kuliah, burnout di pekerjaan, cinta dan astrologi (lagu Asmarastrologi sangat catchy dan unik!), membandingkan hidup dengan orang lain, sampai standar kehidupan di media sosial yang membuat kita lupa apa yang sebenarnya kita inginkan.

Musikal Perahu Kertas: Magis, Indah, dan Hangat

Musikal Perahu Kertas: Magis, Indah, dan Hangat

Musikal Perahu Kertas: Magis, Indah, dan Hangat/Foto: Dok. Musikal Perahu Kertas

Buat kamu yang belum pernah membaca novel atau menonton film Perahu Kertas sebelumnya, jangan khawatir, Beauties. Kamu tidak akan merasa “get lost” karena alur ceritanya mengalir dan mudah diikuti dan semua karakter diperkenalkan dengan caranya masing-masing. Daya tarik visual berupa set panggung dinamis mengajak kamu memahami proses kehidupan tiap karakter dengan sangat mulus. Kamu mungkin akan jatuh cinta pertama kali dengan karakter Keenan, Kugy, Eko, Noni, karena berhasil mengingatkan kembali akan mimpi-mimpimu yang sudah lama dipendam atau memunculkan keberanian untuk punya mimpi.

Buat kamu yang sudah akrab dengan kisah Kugy dan Keenan lewat novel dan filmnya, menonton Musikal Perahu Kertas akan membuat kamu semakin takjub bagaimana suatu karya bisa “lahir” berulang kali dengan indahnya dan membuatnya semakin dekat dan hangat di dalam hati. Kalimat-kalimat menyentuh dan momen-momen kecil tapi sungguh bermakna yang dikisahkan di novel dihadirkan dalam format baru yang tak kalah magis. Melihatnya hidup di panggung pementasan membuat saya jatuh cinta untuk kesekian kalinya dan semakin mendekap erat karya Dee Lestari yang satu ini.

Musikal Perahu Kertas: Magis, Indah, dan HangatMusikal Perahu Kertas: Magis, Indah, dan Hangat/ Foto: Beautynesia/Nadya Quamila

Ini adalah pertama kali saya menonton teater musikal, dan saya bahagia membuka lembarannya dengan Musikal Perahu Kertas. Magis, indah, hangat; Musikal Perahu Kertas sukses mengajak kita untuk hidupkan lagi mimpi-mimpi yang mungkin selama ini sedang tertidur di sudut hati.

Tertarik menyaksikan kisah magis Kugy dan Keenan, Beauties? Jadwal pementasan dan pembelian tiket bisa kamu cek di Instagram @musikalperahukertas, ya!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE