Saat Menjadi Korban KDRT, Apa yang Harus Dilakukan?

Meuthia Khairani | Beautynesia
Jumat, 16 Aug 2024 17:30 WIB
3. Tinggal di Tempat yang Aman
Tinggal di tempat yang aman/Foto: Pexels/Pixabay

Tidak ada seorang pun yang ingin atau memprediksi bahwa dirinya akan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Itulah sebabnya, ketika terjadi KDRT kebanyakan perempuan bingung harus melakukan apa dan keputusan apa yang harus diambil.

Jika hal ini terjadi padamu atau orang terdekatmu, berikut adalah hal-hal yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan korban. Simak Beauties!

1. Laporkan ke Pihak yang Berwajib

Laporkan ke pihak yang berwajib/Foto: Pexels/RDNE

Jika kamu mengalami KDRT maka segera laporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian atau layanan sapa 129 Kemen PPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) di nomor hotline 129.

2. Dokumentasikan Bukti KDRT

Dokumentasikan bukti KDRT/Foto: Pexels/Mart Production

Rekam kejadian KDRT yang menimpamu atau foto setiap cedera sekecil apa pun yang membekas di tubuhmu akibat kekerasan. Jujurlah saat menceritakan penyebab cedera-cedera itu kepada pihak yang berwajib.

Katakan bagaimana kronologi pemukulan, penenandangan, penganiayaan, atau kekerasan lain yang dilakukan oleh suamimu.

3. Tinggal di Tempat yang Aman

Tinggal di tempat yang aman/Foto: Pexels/Pixabay

Pindahlah untuk sementara waktu ke rumah orangtua, keluarga terdekat, atau teman, dan jangan dulu kembali ke rumahmu. Kalau kamu merasa tidak nyaman untuk tinggal dengan orang yang kamu kenal karena khawatir akan ditanya-tanya lebih jauh mengenai apa yang kamu alami, menginap di hotel bisa menjadi pilihan.

4. Dapatkan Dukungan dan Konseling

Dapatkan dukungan dan konseling/Foto: Pexels/RDNE

Temukan dukungan, konseling, dan perhatian dari orang sektiar. KDRT bukan hanya menyiksa fisik, tapi juga emosionalmu. Semakin kamu sering membicarakannya dengan orang yang peduli denganmu, maka semakin kuat kamu mencegah kekerasan itu terjadi lagi di masa depan.

Curhatlah dengan orang yang benar-benar kamu percaya dapat mendengarkan dan mendukungmu di masa sulit ini.

5. Buat Rencana Penyelamatan Diri

Buat rencana penyelamatan diri/Foto: Pexels/WD Net

Buat strategi untuk keluar setelah mengalami KDRT di kemudian hari. Sebab, KDRT biasanya tidak hanya terjadi sekali meskipun pelakunya meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Kamu tetap harus mempunyai rencana pelarian jika hal tersebut terulang kembali. Cobalah untuk pergi sebelum bahaya menimpamu dan anak-anakmu.

6. Pertimbangkan untuk Berpisah

Pertimbangkan untuk berpisah/Foto: Pexels/Cottonbro

Dikutip dari Essence, korban harus segera meninggalkan suatu hubungan ketika sang suami sudah menunjukkan perilaku-perilaku beracun dan tega melakukan kekerasan padanya.

Jangan takut untuk keluar dari hubungan yang membuatmu tersiksa atas dasar ketakutan bahwa pandangan diri dan orang lain terhadapmu akan hancur, ingin bertahan demi anak, dan percaya bahwa pasangan akan berubah. Kamu berhak menjalani hidup dengan nyaman, diperlakukan baik selayaknya manusia.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE