Sederet Fakta Latsarmil Koperasi Desa Merah Putih, Korban Meninggal dan Ibu Hamil Dipulangkan

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Senin, 29 Jun 2026 12:30 WIB
Sederet Fakta Latsarmil Koperasi Desa Merah Putih, Korban Meninggal dan Ibu Hamil Dipulangkan
Koalisi Masyarakat Sipil mengkritik soal pelatihan militer dalam program Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan hingga 2 peserta SPPI meninggal dunia/ Foto: Dok. Ist/repro

Latihan dasar militer (Latsarmil) Koperasi Desa /Kelurahan Merah Putih (KDMKP) menuai sorotan akhir-akhir ini, Beauties. Pelatihan tersebut menuai kontroversi lantaran adanya korban jiwa.

Sebagai informasi, para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih harus melalui latsarmil dalam rangka menanamkan kedisiplinan dan ketangguhan bekerja dalam tekanan. Dikutip dari CNN Indonesia, Kepala BPSDM Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia di kantor Kemhan, Jakarta, menyampaikan pada Sabtu (27/6/2026), "Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat."

Peserta yang mengikuti Latsarmil SPPI harus melalui tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan. Namun tak dipungkiri selama mengikuti pendidikan, bisa saja ada dampak pada kesehatan peserta.

Peserta yang kedapatan melanggar aturan selama pendidikan akan diberikan hukuman. "Contoh saat apel pagi, mereka terlambat mungkin karena ketiduran dan sebagainya, kita berikan hukuman push up 10 atau 15 kali," kata Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin, di markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026), dikutip dari CNN Indonesia.

5 Korban Meninggal

Jumpa Pers Kemhan soal 5 Peserta SPPI Meninggal Dunia

Jumpa pers Kemhan soal 5 peserta SPPI meninggal dunia/ Foto: Kurniawan/detikcom

Per Sabtu (27/6/2026), dilaporkan bahwa terdapat 5 orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa /Kelurahan Merah Putih (KDMKP) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan. Nola Diasari dari Satuan Pendidikan Belanegara Kalimantan yang awalnya dalam kondisi baik, mengalami sesak napas disertai demam. Dalam proses penanganan oleh medis, terjadi henti jantung sehingga dilakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi.

Korban lainnya adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang mengikuti pendidikan di Yon Parako 465. Rifki telah melalui tahapan seleksi pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat mengikuti pendidikan. Meski demikian, ia mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan. Kondisi Rifki sempat membaik sebelum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni lalu.

Korban lainnya yaitu Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan dilaporkan meninggal dunia akibat serangan panas (heatstroke), Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi fisik dan meninggal dunia akibat henti jantung, dan Novia Rahmadhani Sihotang, peserta Program SPPI KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Tanggapan Pemerintah dan 32 Ibu Hamil yang Dipulangkan

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah menyampaikan bela sungkawa atas peserta latsarmil yang meninggal dunia pada hari Sabtu (27/6/2026). "Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Panitia Seleksi Nasional dan, seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam dalamnya Atas wapaknya, 5 peserta program SPPI KDKMP-KNMP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia.

“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum almarhumah.”

Setelah memakan korban jiwa, Kemhan juga telah memutuskan untuk memulangkan sebanyak 32 peserta yang sedang hamil yang mengikuti Latsarmil SPPI. Mengutip dari DetikNews, Kepala BPSDM Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan dengan pertimbangan kesehatan, “Ada 32 orang tahap pertama dikembalikan dengan talent pool. Statusnya dia masih memenuhi syarat dan bisa melanjutkan pada saat kegiatan pendidikan nanti ada rencana batch berikutnya.”

“Demi alasan kemanusiaan itu diberikan. Jadi haknya tetap tidak putus sampai di sini karena memang ada persepsi yang belum terinformasikan.”

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan tak hanya yang hamil saja, tapi juga yang melahirkan. “Hak yang memang menjadi kelulusan dari kriteria yang hamil juga tetap kita akomodir. Memang ada satu lagi bukan yang hamil saja, ada yang melahirkan. Tetap kita lanjutkan karena memang sudah proses kelahirannya berjalan secara aman. Itu di luar ini, tetap juga kita berikan hak untuk mendapatkan kegiatan pendidikan ini sampai dengan terakhir," jelas Ketut.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.