Sederet Kebiasaan yang Sering Membunuh Motivasi Kerja Orang Dewasa Tanpa Disadari

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Selasa, 01 Sep 2026 14:00 WIB
Mulai Membangun Motivasi dari Diri Sendiri
Motivasi yang lebih sehat tumbuh ketika kita mampu bergerak karena nilai dan tujuan pribadi, bukan semata-mata demi mendapatkan pengakuan/ Foto: Magnific.com/Lifeforstock

Pernah merasa semangat bekerja setelah mendapat pujian atau pengakuan dari orang lain? Jawabannya cukup simpan di dalam hati ya, Beauties. Nah, apapun jawabannya, kita perlu menyadari bahwa ada potensi kurang baik apabila terlalu bergantung pada penilaian orang lain.

Mengutip dari Psychology Today, motivasi yang sehat tidak hanya berasal dari penilaian orang lain, tetapi juga dari rasa mampu, hubungan yang baik, dan kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri. Lantas, seperti apa kebiasaan mencari validasi yang diam-diam bisa menguras motivasi?

Terlalu Menunggu Persetujuan Orang Lain

Terlalu bergantung pada persetujuan dapat membuat kita ragu mengambil keputusan dan kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri/ Foto: Magnific.com/Jcomp
Terlalu bergantung pada persetujuan dapat membuat kita ragu mengambil keputusan dan kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri/ Foto: Magnific.com/Jcomp

Kebiasaan mencari validasi bisa terlihat dari hal sederhana, seperti selalu menunggu persetujuan atasan, ragu menyampaikan pendapat, atau merasa pekerjaan baru berhasil jika mendapat pujian. Penelitian tentang Self-Determination Theory yang dirangkum dalam Contemporary Educational Psychology menunjukkan bahwa motivasi yang kuat membutuhkan rasa kompeten, terhubung, dan punya kendali atas diri sendiri. Jadi, terlalu bergantung pada persetujuan orang lain bisa membuat kita kehilangan rasa percaya pada keputusan sendiri.

Terlihat Teliti, tetapi Takut Salah

Berhati-hati itu baik, tetapi terus menunggu pendapat orang lain sebelum bertindak justru dapat membuat pekerjaan semakin berat dan menghambat langkah/ Foto: Magnific.com/Tirachardz

Meminta pendapat orang lain tentu tidak salah. Namun, ada bedanya antara berkonsultasi dan bergantung pada persetujuan. Orang yang berkonsultasi tetap menggunakan masukan untuk mengambil keputusan sendiri. Sementara itu, orang yang terlalu bergantung pada validasi bisa terus menunggu respons orang lain sebelum berani bertindak. Akibatnya, pekerjaan terasa lebih berat dan kita semakin ragu untuk memulai.

Bekerja Hanya demi Pujian

Jika pujian menjadi alasan utama untuk bekerja, motivasi dapat mudah naik turun karena bergantung pada penilaian orang lain/ Foto: Magnific.com/Jcomp

Jika pujian menjadi alasan utama untuk bekerja, kepuasan dari pekerjaan itu sendiri bisa ikut berkurang. Penelitian dalam Organizational Psychology Review membedakan motivasi karena nilai pribadi dengan motivasi karena takut merasa bersalah, malu, atau mengecewakan orang lain. Motivasi yang berasal dari tekanan memang bisa membuat seseorang bekerja, tetapi biasanya tidak cukup untuk menjaga semangat dalam jangka panjang.

Terlalu Mengukur Diri dari Respons Orang Lain

Ketika motivasi bergantung pada respons orang lain, pujian bisa terasa sangat berarti sementara kritik sedikit saja dapat membuat semangat ikut menurun/ Foto: Magnific.com/Dcstudio

Ketika validasi menjadi sumber motivasi, pujian bisa membuat kita sangat bersemangat, sementara kritik atau respons biasa saja langsung membuat motivasi turun. Kebiasaan ini dapat membuat rasa penghargaan terhadap diri sendiri semakin bergantung pada respons dari luar. Padahal, menyelesaikan pekerjaan dengan baik, belajar hal baru, dan melihat perkembangan diri juga bisa menjadi sumber kepuasan.

Mulai Membangun Motivasi dari Diri Sendiri

Motivasi yang lebih sehat tumbuh ketika kita mampu bergerak karena nilai dan tujuan pribadi, bukan semata-mata demi mendapatkan pengakuan/ Foto: Magnific.com/Lifeforstock

Bukan berarti kita harus berhenti mendengarkan pendapat orang lain. Hal terpenting adalah jangan sampai persetujuan orang lain menjadi syarat untuk mulai bergerak. Mengenali nilai dan hal-hal yang benar-benar penting bagi diri sendiri dapat membantu membangun motivasi yang lebih mandiri.

Cobalah memulai dari hal kecil dengan berani mengambil keputusan sederhana, menyelesaikan tugas tanpa menunggu pujian, dan bertanya, “Aku melakukan ini karena memang penting atau hanya ingin mendapat pengakuan?”

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.