Sederet Tipe Orang yang Layak Mendapat Beasiswa Pendidikan
Media sosial belakangan diramaikan dengan perbincangan terkait beasiswa LPDP, Beauties. Beasiswa yang diberikan memang tidak untuk sembarang orang. Mereka yang mendaftar harus melalui rangkaian proses seleksi sebelum dinyatakan sebagai awardee. Beasiswa pendidikan tersebut bak investasi negara terhadap individu karena usai masa studi, awardee diharapkan dapat berkontribusi untuk Indonesia dengan bekal ilmu yang lebih baik.
Namun, tak jarang beasiswa diterima oleh orang-orang yang dianggap mampu untuk membiayai pendidikannya sendiri. Tak hanya terjadi di satu negara saja, tapi fenomena ini ditemukan juga di negara-negara lain, seperti beasiswa dari universitas di Amerika Serikat yang terkadang "salah sasaran" memberikan bantuan finansial.
Terlepas dari segi ekonomi, memang ada banyak faktor lain yang menentukan apakah orang tersebut layak menerima dana bantuan, Beauties. Misalnya dari prestasi akademik dan non-akademik, kemampuan, motivasi, dan sebagainya. Yuk, simak!
1. Berprestasi
Berprestasi. Individu memiliki rekam jejak akademik dan non-akademik yang baik./ Foto: Pexels.com/Yan Krukau
Melansir dari Edufund, prestasi adalah aspek penting dalam seleksi beasiswa. Rekam jejak akademik yang baik hingga keterlibatan individu dalam komunitas atau ekstrakurikuler akan menjadi kandidat yang ideal di mata pemberi beasiswa. Prestasi akademik dan non-akademik ini menjadi bukti dedikasi dan kecerdasan seorang kandidat. Sebab, mereka mampu menyeimbangkan antara akademik dengan pengembangan pribadi yang lebih luas.
2. Kemampuan Kepemimpinan dan Komunikasi
Berjiwa pemimpin dan pandai berkomunikasi. Kriteria ini menunjukkan kemampuan individu bekerja dalam tim sampai menyelesaikan masalah./ Foto: Pexels.com/William Fortunato
Selain memenuhi kriteria berprestasi, orang yang layak mendapat beasiswa juga harus menunjukkan kemampuan kepemimnan dan komunikasi yang baik. Mengutip dari College Raptor, dua kriteria ini termasuk penting karena tidak hanya mencakup kepercayaan diri, tapi juga kemampuan bekerja dalam tim, mampu menyampaikan ide secara jelas, mendengarkan orang lain, dan menyelesaikan masalah.
3. Passionate dan Punya Motivasi Tinggi
Passionate dan punya motivasi tinggi. Tidak hanya nilai sempurna, tapi harus menunjukkan ketertarikan dalam bidang yang digeluti./ Foto: pexels.com/MikhailNilov
Passion dan motivasi jadi kriteria berikutnya. Ada orang yang mungkin mendapatkan nilai akademik selalu sempurna, tapi belum tentu memiliki passion dan motivasi tinggi terhadap apa yang dilakukannya. Oleh karena itu, biasanya beasiswa meminta kandidat menuliskan esai untuk melihat seberapa besar ketertarikan mereka dalam bidang yang digeluti, keinginan untuk belajar, dan juga motivasi orang tersebut untuk mengejar gol jangka pendek dan jangka panjang.
4. Autentik
Orang yang layak mendapat beasiswa harus menunjukkan autentisitas. Ini yang membuat mereka unik dan unggul di antara kandidat lain./ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project
Salah satu yang menjadikan individu berbeda di antara banyaknya kandindat lain adalah autentisitas. Kriteria ini pula yang dicari oleh pemberi beasiswa yang bisa mereka lihat melalui esai kandidat. Orang yang layak menerima beasiswa adalah individu yang jujur terhadap diri sendiri sehingga menonjolkan keunikan dibandingkan kandidat-kandidat lainnya.
5. Berkebutuhan Finansial
Punya kebutuhan finansial. Orang yang punya kesulitan signifikan membiayai pendidikannya./ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project
Beasiswa pendidikan harus bersifat inklusif. Melansir dari Edufund, selain kriteria lain yang harus terpenuhi, mereka juga akan melihat kebutuhan finansial individu. Beberapa beasiswa memprioritaskan kandidat yang butuh bantuan finansial atau mengalami kendala keuangan yang signifikan untuk menerima pendidikan.
Sayangnya, masih ada beberapa pemberian bantuan finansial untuk pendidikan masih kurang inklusif, Beauties, sehingga terasa kurang tepat sasaran. Mereferensi situs Best Colleges, laporan New America tahun 2020 yang meneliti peningkatan alokasi bantuan keuangan di antara universitas negeri di AS antara tahun 2001 dan 2017, menunjukkan bahwa banyak universitas negeri meningkatkan biaya, lalu memberikan diskon biaya kuliah untuk menarik "mahasiswa kaya dari luar negara bagian dengan nilai tes standar yang baik". Tujuannya agar universitas tersebut "naik peringkat dan meningkatkan pendapatan mereka."
Porsi bantuan dana yang diberikan oleh universitas untuk anak-anak dari keluarga mampu lebih besar dibandingkan untuk anak kurang mampu untuk meningkatkan prestise universitas. Hal senada disampaikan oleh Martin Van Der Werf selaku wakil direktur bidang editorial dan kebijakan pendidikan tinggi di Pusat Pendidikan dan Tenaga Kerja Universitas Georgetown kepada AP News. “Mahasiswa yang lebih siap, tingkat kelulusan yang lebih tinggi, dan peluang yang lebih baik untuk menarik mahasiswa yang kelak akan memberikan kontribusi kembali kepada perguruan tinggi — itulah sistem penghargaan yang diterapkan,” terang Van Der Werf.
Bagaimana menurut kamu, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!