Sejarah dan Makna Opor Ayam Hidangan Favorit Khas Lebaran, Perpaduan Tiga Budaya

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Sabtu, 21 Mar 2026 11:30 WIB
Makna Tradisi Opor Ayam saat Lebaran
Makna Tradisi Opor Ayam saat Lebaran. Punya makna mendalam dalam filosofi Jawa/Foto: pexels.com/Juan Anatama

Lebaran di Indonesia terasa makin lengkap dengan hidangan favorit banyak orang, yaitu opor ayam yang tersaji di meja makan. Hidangan berbahan dasar ayam yang dimasak dengan rempah-rempah dan memiliki rasa yang gurih dan kaya bumbu ini hampir selalu disajikan dengan ketupat atau lontong sayur saat Hari Raya Idulfitri.

Di balik kelezatannya, ternyata opor ayam memiliki sejarah yang panjang dan juga makna dalam tradisi Lebaran di Indonesia. Yuk, simak sejarah dan makna opor ayam, Beauties!

Sejarah Opor Ayam, Perpaduan Tiga Budaya

Sejarah Opor Ayam. Ternyata perpaduan tiga budaya/Foto: freepik.com/jcomp

Hidangan favorit Lebaran yang biasanya disandingkan dengan ketupat, rendang, sambal goreng kentang, dan lainnya ternyata memiliki sejarah yang panjang, Beauties. Merangkum dari detikcom, sejarawan kuliner dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Fadly Rahman menjelaskan bahwa opor telah muncul di Jawa sekitar abad 15 hingga 16 Masehi.

Proses pembuatan opor juga berbeda dengan kari dan gulai yang dominan di Sumatera. Opor mempertimbangkan selera orang Jawa yang tidak terlalu banyak menggunakan rempah-rempah yang pekat. Selain rempah yang sederhana, opor memiliki santan yang lebih encer dibanding gulai dan kari yang kuahnya lebih kuat.

Opor semakin berkembang sebagai identitas kuliner di Jawa dan biasanya disajikan saat Lebaran, Beauties. Opor ayam juga disajikan saat perayaan Cap Go Meh. Selain Jawa dan India, Fadly juga menerangkan bahwa ada hubungan antara budaya Cap Go Meh dan hari raya umat Islam. Dalam Cap Go Meh, orang Tionghoa menggunakan lontong untuk paduan opor ayam, sementara umat Islam menggunakan ketupat yang dinikmati dengan opor. 

Fadly juga menjelaskan jika opor kuning sangat mungkin mungkin memiliki pengaruh dari kuliner India dan opor yang biasanya berwarna putih dan memiliki banyak santan berkaitan dengan kuliner Jawa dan Tionghoa.

Makna Tradisi Opor Ayam saat Lebaran

Makna Tradisi Opor Ayam saat Lebaran. Punya makna mendalam dalam filosofi Jawa/Foto: pexels.com/Juan Anatama

Opor dikaitkan dengan suara atau bunyi kata “ngapura” yang artinya memohon maaf. Melansir dari detiksumut, hidangan dengan banyak rempah dan santai ini mewakili semangat Ngapura ing Ngapuro, yaitu sebuah perbuatan yang mulia untuk saling memaafkan secara tulus dan ikhlas. 

Santan dalam opor mencerminkan harapan akan kemakmuran dan menunjukkan keberkahan di hari kemenangan. Selain itu, kuah santan juga menjadi doa agar hubungan silaturahmi yang sempat berjauhan bisa kembali dekat, menyatu, dan penuh berkah. Sehingga, makan opor ayam bersama keluarga saat Lebaran jadi momen untuk melepaskan masalah dan kembali mempererat tali persaudaraan dengan hati yang tulus.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE