Sejarah dan Makna Tradisi Kirim Hampers Lebaran, Berawal dari Abad ke-11

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Kamis, 19 Mar 2026 14:00 WIB
Perkembangan Hampers di Indonesia
Perkembangan Hampers di Indonesia. Dipengaruhi oleh zaman kolonial Belanda/Foto: pexels.com/Pixabay

Tradisi mengirim hampers atau bingkisan saat Lebaran telah menjadi kebiasaan yang populer di Indonesia. Hampers Lebaran biasanya berisi makanan, kue kering, minuman, hingga berbagai produk yang diberikan kepada keluarga, kerabat, atau rekan kerja sebagai tanda silaturahmi.

Mengirim hampers menjadi hal yang identik dengan perayaan, termasuk Idulfitri. Tradisi memberikan bingkisan ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang, Beauties. Kebiasaan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan berkembang mengikuti budaya masa kini. Yuk, simak sejarah dan makna tradisi kirim hampers Lebaran!

Tradisi Bingkisan Abad ke-11

Tradisi Bingkisan Abad ke-11. Diyakini sebagai awal hampers/Foto: pexels.com/Pixabay

Sejarah hampers diyakini berasal dari tradisi di Eropa sejak sekitar abad ke-11. Tradisi mengirim bingkisan di dalam keranjang anyaman di mulai di Inggris yang diperkenalkan oleh William The Conqueror (raja Inggris saat itu) setelah pertempuran Hastings.

Kata hampers berasal dari bahasa Prancis kuno “hanapier” yang berarti keranjang. Keranjang tersebut digunakan untuk membawa makanan, minuman, dan kebutuhan dalam perjalanan jauh. Selain itu, keranjang tersebut juga digunakan sebagai bantuan bagi orang yang membutuhkan.

Pada era Victoria (abad ke-19), hampers mulai dikaitkan dengan perayaan besar, seperti Natal. Hampers diberikan sebagai hadiah eksklusif bagi kalangan menengah ke atas.

Perkembangan Hampers di Indonesia

Perkembangan Hampers di Indonesia. Dipengaruhi oleh zaman kolonial Belanda/Foto: pexels.com/Pixabay

Budaya berkirim bingkisan telah ada di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Mengutip dari situs Unair, Dosen Sejarah Universitas Airlangga, Moordiati SS MHum menjelaskan bahwa tradisi ini hanya dilakukan oleh kalangan tertentu karena ketimpangan sosial dan ekonomi. Namun, tradisi berbagi bingkisan ini tidak populer pada zaman penjajahan Jepang, karena masyarakat berfokus melawan kehidupan sehari-hari.

Berbagi bingkisan juga tidak populer pada masa pemerintahan Soekarno. Budaya mengirim bingkisan kembali populer pada tahun 1980-an dengan istilah berbagi parsel. Pada saat itu, parsel biasanya berisi makanan khas Lebaran.

Pada tahun 2000-an budaya berbagi parsel semakin populer, dan kemudian bergeser menjadi budaya hampers. Meningkatnya tradisi berbagi hampers menjadi peluang usaha hampers. Kini hampers tak hanya berisi makanan Lebaran, tetapi isinya lebih bervariasi, seperti piring, mangkuk, cangkir, alat ibadah, hingga produk peralatan tubuh.

Makna Tradisi Memberi Hampers

Makna Tradisi Memberi Hampers. Hampers bermula sebagai ucapan terima kasih kini menunjukkan status sosial/Foto: freepik.com/freepik

Tradisi dalam memberi hampers juga mengalami perkembangan, Beauties. Moordiati menjelaskan bahwa pemberian hampers bermula sebagai ucapan terima kasih dan balas budi kepada penerima. Namun, makna hampers berubah menjadi bentuk apresiasi juga penghargaan kepada orang lain, terutama saat perayaan agama, acara sosial, dan acara besar lainnya. Menurutnya, makna tersebut menjadi awal budaya hamper saat lebaran.

Saat ini, pemberian hampers mulai berkembang sebagai penanda status sosial. Pemberian hampers mewah atau eksklusif jadi cara untuk menunjukkan status dan kekayaan. Sementara, penerima hampers bisa menganggapnya sebagai pengakuan atas kedudukan sosial yang dimiliki. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE