Selamat Hari Guru! Tengok Potret Perjuangan para Guru di Pedalaman, Inspiratif!

Verticallya Yuri S.E Pratiwi | Beautynesia
Senin, 25 Nov 2019 08:00 WIB
https://oss.beautynesia.id/photo/temporary/4e2686acbd1795241049690cbaec3d78.jpeg
Hari ini merupakan peringatan hari guru. Banyak murid yang bersuka cita merayakan hari guru dengan memberikan hadiah untuk para gurunya. Tapi tahukah kamu, dibalik perayaannya, masih banyak guru yang harus berjuang untuk mengajar dengan kesulitan di Pedalaman? Simak di sini!

Hari ini, tepat hari Senin tanggal 25 November 2019 merupakan peringatan Hari Guru. Berbagai acara dilakukan di banyak sekolah, dan para muridnya untuk merayakan hari guru. Mulai dari memberikan hadiah untuk sang guru tercinta, mengadakan perlombaan khusus dan lain sebagainya.

Potret guru, tidak lepas sebagai gambaran keadaan pendidikan Indonesia masa kini. Pendidikan yang berjalan baik, akan terlihat dari kesejahteraan guru dan muridnya dalam menempuh pendidikan. Tapi ternyata, di Indonesia sendiri belum semua mendapatkan kesejahteraan dalam peranannya sebagai Guru. Seperti di bawah ini, bisa kita simak potret para guru di pedalaman yang harus menghadapi banyak kendala untuk bisa mendidik murid-muridnya.
 


1. Khalik di Pelosok Maros Sulawesi Selatan


Foto: Istimewa

Dilansir dari Detik.com, Khalik adalah seorang guru di pelosok Maros, Sulawesi Selatan.
Ia harus menempuh perjalanan kurang lebih 30KM menggunakan motornya, dan dilanjut dengan perjalanan sejauh enam kilometer untuk bisa mencapai sekolah dan mengajar setiap harinya.
 


Foto: Istimewa

2. Diana Da Costa di Pedalaman Papua


Foto: Istimewa

Seorang perempuan bernama Diana mengabdikan dirinya untuk mengajar di pedalaman Papua. Ia mengajar di SD Inpres Kaibusene, Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua. Untuk menuju daerah tempatnya mengajar dari kota, ada dua jalur yang bisa ditempuh, yaitu jalur yang murah dan mahal. Seperti dilansir dari Liputan6.com, jalur yang dilewati pun jauh dan cukup sulit. Harus menaiki speedboat atau mobil khusus untuk sampai ke kota dengan ongkos yang tidak sedikit pula, sekali perjalanan bisa mencapai lima juta rupiah.
 


Foto: Istimewa

3. Guru Honorer di Flores NTT


Foto: Istimewa

Ada 9 guru honorer yang bekerja di SMPN 3 Waigete, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores. Mereka diketahui hanya menerima insentif sebesar Rp.85.000 per bulan. Maria Yuliawati adalah salah seorang guru di sekolah tersebut, dan menyebutkan jika besaran uang yang diterima itu tidak bisa disebut gaji, melainkan uang insentif untuk sabun. Meski begitu, mereka masih bersemangat untuk mengajar dan memberikan yang terbaik bagi anak didiknya. (Dilansir dari Kompas.com)
 


Berbagai perjuangan para guru di atas, membuat kita tersadar jika di Indonesia kesejahetraan guru masih memiliki banyak kekurangan. Jadi, mari lebih hormati, sayangi dan berbuat baik pada guru. Karena jasa mereka, tidak terbentuk oleh harta dan tidak lekang oleh waktu. Selamat hari guru untuk seluruh Guru Indonesia! Semoga semakin sejahtera!
 


(ags/ags)
Loading ...