Serba Dimanjakan Pasangan, Apakah "Princess Treatment" Bisa Jadi Beracun dalam Hubungan?

Retno Anggraini | Beautynesia
Rabu, 11 Mar 2026 11:30 WIB
Fakta-fakta tentang princess treatment dalam hubungan/Foto: Freepik.com/senivpetro

Istilah princess treatment belakangan semakin populer di media sosial, terutama di TikTok dan Instagram. Konsep ini menggambarkan hubungan di mana seseorang diperlakukan seperti putri, mulai dari dimanjakan, diprioritaskan, hingga selalu diperhatikan oleh pasangannya dalam berbagai situasi. Banyak orang melihat princess treatment sebagai bentuk romantisme modern yang membuat pasangan merasa istimewa setiap saat.

Namun di balik citra romantis tersebut, konsep princess treatment juga memunculkan perdebatan tentang standar hubungan yang sehat. Dalam beberapa kasus, princess treatment justru dapat menciptakan ekspektasi tidak realistis dan dinamika hubungan yang tidak seimbang, Beauties.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan princess treatment, dan apakah konsep ini benar-benar sehat dalam sebuah hubungan? Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Pengertian Princess Treatment


Pengertian princess treatment/Foto: Freepik.com/prostooleh

Secara sederhana, princess treatment adalah cara memperlakukan pasangan dengan sangat istimewa, seolah-olah pasangan tersebut adalah seorang putri. Bentuknya bisa berupa gestur kecil seperti membukakan pintu, memberikan hadiah, membayar makan malam, hingga memastikan pasangan selalu merasa nyaman dan diprioritaskan.

Dalam perspektif psikologis, perilaku ini sering kali berkaitan dengan bahasa cinta berupa acts of service dan giving gifts. Seseorang yang memberikan princess treatment biasanya merasa puas saat melihat pasangannya bahagia dan tercukupi segala kebutuhannya.

Meski terlihat romantis, konsep princess treatment sebenarnya lebih kompleks dari sekadar perhatian ekstra. Seperti yang telah dilansir dari The Daily Beast, dinamika ini bisa menjadi bermasalah jika hubungan hanya berpusat pada satu pihak yang memberi dan pihak lain yang terus menerima. Tanpa keseimbangan, hubungan berisiko kehilangan unsur saling mendukung yang seharusnya menjadi fondasi hubungan sehat.

(naq/naq)