Beauties, pernahkah kamu mendapati dirimu asyik mengetik curhatan panjang di depan layar ponsel saat larut malam, bukan ke sahabat atau pasangan, melainkan ke chatbot AI? Responsnya yang kilat, penuh perhatian, dan tanpa menghakimi memang terasa begitu menenangkan saat pikiran sedang kalut.
Namun, jika kamu mulai merasa sulit lepas atau bahkan bergantung secara emosional pada AI, kamu tidak sendirian. Menariknya, rasa keterikatan ini ternyata bukan murni kebetulan semata.
Dirangkum dari laman UBC News dan telaah ilmiah di laman Tech Policy Press, sejumlah riset menemukan bahwa sistem chatbot AI mungkin memang dirancang sedemikian rupa agar kita terus betah kembali mengobrol. Yuk, simak penjelasannya!
(naq/naq)