Sering Dikira Sopan, 3 Kalimat Ini Sebenarnya Bentuk Sikap Menghakimi yang Terselubung
Beauties, dalam percakapan sehari-hari, kamu tentu pernah mendengar komentar yang sekilas terdengar sopan atau netral, tetapi ketika dipikirkan kembali, kalimat tersebut justru terasa seperti kalimat yang menyimpan kritik terselubung. Kalimat menghakimi yang terselubung semacam ini tentu akan membuat kamu merasa tidak nyaman, meskipun sekilas kalimat tersebut tidak terlihat sebagai bentuk serangan.
Karena disampaikan dengan cara yang tampak sopan, komentar seperti ini kerap dianggap wajar dan akhirnya terus digunakan dalam berbagai situasi. Padahal, jika dicermati lebih jauh, pilihan kata yang digunakan dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri. Simak beberapa contoh kalimat yang sering terdengar sopan, tetapi sebenarnya bisa seperti kritik tersembunyi dilansir dari MSN!
“Ya… Itu Pilihan”
![]() Kalimat menghakimi yang terselubung sering muncul dalam bentuk ungkapan sederhana seperti “Ya… itu pilihan”/Foto: Freepik |
Pada dasarnya, semua orang memang memiliki pilihan masing-masing. Namun dalam situasi tertentu, kalimat ini dapat menjadi cara halus untuk menyampaikan ketidaksetujuan tanpa membuatnya terdengar seperti komentar bernada menghakimi.
Misalnya, kamu berada dalam situasi ketika seorang sahabat datang dengan pakaian baru yang sangat ia sukai, sementara kamu merasa pakaian itu kurang cocok dan bukan sesuatu yang akan kamu pilih sendiri. Lalu, agar tidak menyinggung perasaannya, kamu mungkin hanya mengatakan, “Ya, itu pilihanmu” sebagai tanda bahwa kamu memahami keputusannya tanpa mengungkapkan pendapat sebenarnya.
“Oh… Lumayan Unik Juga, ya”
Kritik terselubung sering hadir dalam bentuk komentar yang tampak netral, seperti “oh… lumayan unik juga, ya
Menurut psikolog Dana Harron, kebiasaan menghakimi orang lain sebenarnya tidak ada hubungannya dengan orang yang sedang dinilai. Sebaliknya, hal itu sering kali mencerminkan cara seseorang memandang keputusan dan kebiasaan pribadinya.
Misalnya, kamu yang sedang berjuang dengan gangguan makan bisa saja mengomentari porsi makanan orang lain dengan mengatakan kalimat ini. Padahal, kenyataannya, pilihan orang tersebut hanya berbeda dari apa yang biasa kamu lakukan dan perbedaan itu membuatmu merasa tidak nyaman.
“Aku Nggak Akan Menghakimi”
Kritik terselubung sering muncul dalam kalimat yang terdengar netral seperti “aku nggak akan menghakimi”/Foto: Freepik/jcomp
Ungkapan ini sering terdengar sebagai bentuk dukungan. Namun, dalam beberapa situasi, frasa ini justru menyimpan makna yang berbeda, bahkan tidak jarang seseorang mengucapkannya dengan nada merendahkan atau disertai senyum sinis sehingga kesannya berubah menjadi bentuk penghakiman yang terselubung.
David Hanscom, seorang ahli bedah ortopedi, menyatakan bahwa sebenarnya kebiasaan menghakimi orang lain sering kali berasal dari cara kita memandang diri sendiri dan dapat membuat orang itu sendiri merasa mudah kesal, sinis, atau stres. Namun, jika mereka sadar bahwa dirinya punya kecenderungan untuk menghakimi, mereka akan lebih mampu untuk memperbaiki cara berpikirnya, menjadi lebih tenang, dan lebih menerima diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
