Sering Dilakukan, Ini 5 Kebiasaan Harian yang Diam-diam Memicu Stres

Shinta Khoiru Nikmah | Beautynesia
Rabu, 08 Apr 2026 09:30 WIB
5. Mengabaikan Waktu Istirahat
Tidak istirahat/ Foto: Freepik.com/wayhomestudio

Sering kali kita menganggap stres datang dari hal besar, seperti deadline menumpuk, konflik pekerjaan, atau masalah pribadi. Padahal, tanpa disadari, justru kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari bisa menjadi pemicu utama stres yang terus menumpuk.

Kebiasaan ini tampak sepele, tetapi jika dilakukan berulang, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisik kita. Berikut lima kebiasaan kecil yang diam-diam memicu stres harian.

1. Terlalu Sering Mengecek Ponsel

Terlalu sering mengecek ponsel membuat otak terus terpapar notifikasi dan informasi tanpa jeda, sehingga sulit benar-benar beristirahat. Tanpa disadari, kebiasaan ini memicu rasa cemas dan kelelahan mental yang perlahan meningkatkan stres harian.
Terlalu sering cek ponsel/ Foto: Freepik.com/benzoix

Kebiasaan membuka ponsel setiap beberapa menit mungkin terasa normal, apalagi di era digital saat ini. Namun, notifikasi yang terus muncul dapat membuat otak kita tidak pernah benar-benar beristirahat. Setiap pesan atau update baru memicu respons cepat yang lama-kelamaan menguras energi mental.

Selain itu, paparan informasi yang berlebihan juga bisa menimbulkan perasaan cemas, terutama jika berkaitan dengan pekerjaan atau media sosial. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat kita selalu siaga, seolah tidak pernah punya waktu untuk benar-benar tenang.

Untuk itu, cobalah menetapkan waktu khusus untuk mengecek ponsel, misalnya setiap satu atau dua jam. Mengaktifkan mode senyap atau mematikan notifikasi yang tidak penting juga bisa menjadi solusi agar pikiran lebih tenang.

2. Menunda Pekerjaan Kecil (Prokrastinasi Mikro)

Menunda pekerjaan/ Foto: Freepik.com/pvproductions

Menunda tugas besar memang sudah umum, tetapi menunda hal-hal kecil seperti membalas email, merapikan meja, atau mencatat tugas juga bisa memicu stres.

Ketika pekerjaan kecil menumpuk, kita akan merasa kewalahan meskipun sebenarnya tugas tersebut tidak sulit. Pikiran kita terus diisi dengan to-do list yang belum selesai, sehingga menimbulkan tekanan mental. Prokrastinasi mikro ini membuat kita merasa sibuk, tetapi tidak produktif, yang pada akhirnya meningkatkan rasa bersalah dan stres.

Solusinya, terapkan The 2-Minute Rule, yang merupakan teknik produktivitas dari buku Getting Things Done oleh David Allen. Praktinya, Jika suatu pekerjaan bisa diselesaikan dalam dua menit atau kurang, lakukan segera. Membiasakan menyelesaikan hal kecil akan mengurangi beban pikiran secara signifikan.

3. Kurang Bergerak Sepanjang Hari

Kurang bergerak/ Foto: Freepik.com/stockking

Duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik bukan hanya berdampak pada kesehatan tubuh, tetapi juga pada kondisi mental. Kurangnya gerakan membuat sirkulasi darah tidak optimal dan tubuh menjadi cepat lelah. Hal ini berpengaruh pada suasana hati yang lebih mudah negatif dan sulit fokus.

Bahkan, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki singkat atau peregangan ringan bisa membantu mengurangi ketegangan. Jika kebiasaan pasif ini terus dilakukan,  stres  akan lebih mudah muncul tanpa kita sadari.

Jadi, sisihkan waktu untuk bergerak setiap 1–2 jam, meski hanya 5 menit. Aktivitas ringan seperti stretching atau berjalan kaki bisa membantu menyegarkan pikiran.

4. Perfeksionisme Berlebihan pada Hal Kecil

Perfeksionis pada hal kecil/ Foto: Freepik.com/benzoix

Berusaha melakukan yang terbaik adalah hal baik, tetapi jika terlalu perfeksionis dalam hal-hal kecil, justru bisa menjadi sumber stres. Misalnya, menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyempurnakan hal yang sebenarnya sudah cukup baik. Kebiasaan ini membuat kita sulit merasa puas dan terus merasa kurang. Akibatnya, energi mental terkuras hanya untuk hal yang tidak terlalu signifikan.

Perfeksionisme berlebihan juga sering membuat seseorang takut membuat kesalahan, sehingga menambah tekanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Untuk itu, kamu perlu melatih diri untuk menerima hasil 'cukup baik' daripada sempurna. Fokus pada penyelesaian tugas, bukan kesempurnaan, agar beban mental berkurang.

5. Mengabaikan Waktu Istirahat

Tidak istirahat/ Foto: Freepik.com/wayhomestudio

Banyak orang merasa bersalah saat beristirahat, seolah-olah waktu tersebut terbuang sia-sia. Padahal, istirahat adalah kebutuhan penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Kebiasaan terus bekerja tanpa jeda membuat otak kelelahan dan menurunkan kemampuan berpikir jernih.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu stres kronis. Istirahat yang cukup, bahkan hanya beberapa menit di sela aktivitas, dapat membantu memulihkan energi dan meningkatkan produktivitas.

Menjadwalkan waktu istirahat dari rutinitas harian bisa menjadi solusi untuk mencegah stres. Kamu juga bisa melakukan jeda kerja secara teratur agar tubuh dan pikiran tetap segar.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE