Belanja sering kali menjadi aktivitas yang menyenangkan, baik secara langsung di toko maupun melalui e-commerce. Namun, tidak jarang seseorang justru mengeluarkan uang lebih banyak dari yang direncanakan karena tergoda diskon, promo kilat, atau tampilan produk yang menarik. Kondisi ini dikenal sebagai pembelian impulsif, yaitu kebiasaan membeli sesuatu tanpa perencanaan matang.
Meski terlihat sepele, kebiasaan belanja impulsif bisa berdampak serius pada kondisi finansial. Uang yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan penting bisa habis hanya karena dorongan sesaat. Agar hal ini tidak terus berulang, yuk, terapkan 5 cara berikut ini yang disarankan oleh pakar keuangan!
1. Berpikir Sebelum Membeli
Ilustrasi/Foto: Freepik.com |
Salah satu trik paling ampuh adalah melatih diri untuk berpikir sebelum membeli. Banyak pakar menyarankan untuk berhenti sejenak, tanyakan pada diri sendiri apakah kamu benar-benar membutuhkan barang tersebut atau hanya sekadar ingin? Dengan refleksi singkat, kamu bisa menilai apakah pembelian tersebut memang bermanfaat atau hanya dorongan sesaat.
Melansir Bankrate, kebiasaan ini membantu seseorang mengenali pola konsumsi yang lebih sehat. Membiasakan diri berpikir sejenak juga mengurangi risiko penyesalan setelah membeli barang yang akhirnya jarang digunakan. Dengan begitu, keputusan belanja jadi lebih bijak dan sesuai prioritas.