Serunya 5 Tradisi Makan saat Lebaran, dari Makmeugang sampai Binarundak

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Minggu, 22 Mar 2026 07:00 WIB
Serunya 5 Tradisi Makan saat Lebaran, dari Makmeugang sampai Binarundak
Dari Aceh sampai Madura, setiap daerah punya tradisi makan khas saat Lebaran/Foto: Freepik.com/freepik

Lebaran di Indonesia nggak cuma soal baju baru dan saling bermaafan. Ada satu hal lagi yang selalu bikin suasana makin hangat, yaitu tradisi makan bersama. Dari dapur rumah sampai halaman yang penuh tikar lesehan, aroma masakan khas Lebaran seolah jadi bahasa universal untuk berkumpul dan bersilaturahmi. 

Menariknya, setiap daerah punya cara unik merayakan momen ini. Ada yang memasak hidangan spesial untuk dibagikan ke tetangga, ada juga yang menggelar santapan besar bersama keluarga dan warga sekitar. Tradisi ini juga menjadi cerita tentang kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Yuk, kenali satu per satu tradisi uniknya di berbagai daerah di Indonesia!

Makmeugang - Aceh

Di Aceh, ada tradisi khas menjelang hari besar seperti Lebaran, yaitu Makmeugang atau meugang
Makmeugang/Foto: instagram.com/salam.aid

Di Aceh, ada tradisi khas yang selalu hadir menjelang hari besar seperti Idulfitri, yaitu Makmeugang atau meugang. Tradisi makan bersama ini sudah berlangsung lebih dari 400 tahun dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Makmeugang biasanya digelar tiga kali setahun, menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Pada momen ini, masyarakat memasak daging sapi atau kerbau yang diolah menjadi gulai kari atau rendang, lalu disantap bersama keluarga, sering kali sambil duduk lesehan. Lebih dari sekadar makan bersama, Makmeugang menjadi simbol kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat berbagi yang masih terus dijaga oleh masyarakat Aceh hingga sekarang.

Binarundak - Sulawesi Utara

Hari ketiga Idul Fitri di Sulawesi Utara biasanya terasa lebih meriah dengan adanya tradisi Binarundak/Foto: instagram.com/genpiindonesia

Hari ketiga Idulfitri di Sulawesi Utara biasanya terasa lebih meriah dengan adanya tradisi Binarundak. Tradisi ini banyak dilakukan oleh masyarakat perantauan yang memanfaatkan momen Lebaran untuk berkumpul kembali dengan keluarga dan warga sekitar.

Dalam perayaan ini, warga bersama-sama memasak nasi jaha, yaitu nasi ketan yang dicampur santan lalu dimasak di dalam bambu dengan cara dibakar. Proses memasaknya dilakukan secara gotong royong sehingga suasana hangat dan penuh kebersamaan langsung terasa.

Tak hanya soal makanan, Binarundak juga menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi. Warga biasanya berkumpul di pinggir jalan atau lapangan terbuka, saling berbincang sambil menikmati hidangan khas yang dimasak bersama.

Ngejot - Bali

Di Bali, ada tradisi berbagi makanan yang dikenal dengan nama Ngejot/Foto: instagram.com/djugoheals

Kalau di Bali, ada tradisi berbagi makanan yang dikenal dengan nama Ngejot. Tradisi ini menjadi cara masyarakat untuk menjaga silaturahmi sekaligus mengekspresikan rasa syukur. 

Dalam bahasa Sasak, kata jot sendiri berarti “datang” sehingga Ngejot dimaknai sebagai kebiasaan mendatangi orang lain untuk mempererat hubungan.

Biasanya, setelah melaksanakan salat Idul Fitri, masyarakat akan menyiapkan berbagai hidangan dan kudapan dalam satu wadah, seperti opor ayam dan makanan khas lainnya. Hidangan tersebut kemudian dibagikan kepada keluarga serta tetangga di sekitar rumah.

Menariknya, tradisi Ngejot tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim saat Lebaran. Umat Hindu di Bali juga memiliki kebiasaan serupa ketika merayakan hari besar mereka sehingga tradisi ini sering dianggap sebagai simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

Saprahan - Pontianak

Di Pontianak, Kalimantan Barat, masyarakat Melayu memiliki tradisi makan bersama yang disebut Saprahan/Foto: instagram.com/kawangnfi

Tak hanya di Bali, Pontianak, Kalimantan Barat, masyarakat Melayu memiliki tradisi makan bersama yang disebut Saprahan. Tradisi ini biasanya digelar pada hari pertama Idul Fitri dan menjadi momen berkumpul sambil menikmati hidangan khas.

Nama Saprahan berasal dari kata saprah yang berarti berhampar. Sesuai namanya, makanan disajikan di atas kain yang dihamparkan di lantai, lalu disantap bersama secara lesehan dalam kelompok kecil.

Hidangan yang disajikan antara lain nasi kebuli, pacri nanas, sayur dalca, dan semur daging, lengkap dengan minuman air serbat. 

Tellasan Topak - Madura

Di Madura, Idul Fitri dirayakan dengan tradisi makan bersama yang disebut Tellasan Topak/Foto: instagram.com/ejscmadura

Sementara itu, di Madura, Idulfitri dirayakan dengan tradisi makan bersama yang disebut Tellasan Topak. Dalam tradisi ini, masyarakat berkumpul untuk menikmati ketupat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Keunikan Tellasan Topak terlihat dari cara penyajiannya. Perempuan yang lebih muda membawa ketupat di atas nampan yang dijunjung di kepala, lalu menyerahkannya kepada anggota keluarga yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE