Siap-Siap! Ini 3 Hal yang Bakal Berubah di Pernikahan saat Anak Sudah Dewasa

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Sabtu, 03 Jan 2026 19:30 WIB
Hal yang berubah pada kehidupan pasangan suami istri ketika anak dewasa/Foto: Freepik

Momen ketika anak-anak beranjak dewasa dan mulai menjalani kehidupan mandiri sering menjadi transisi besar dalam perjalanan kehidupan pasangan suami istri. Pada fase ini, dinamika hubungan suami istri bisa berubah karena perhatian yang sebelumnya banyak tercurah untuk anak perlahan kembali berfokus pada pasangan.

Di satu sisi, perubahan dalam rumah tangga yang satu ini bisa membawa ruang baru untuk kedekatan, tetapi juga menimbulkan tantangan tersendiri jika tidak dipersiapkan dengan baik. Berikut ini tiga hal yang bakal berubah di pernikahan ketika anak beranjak dewasa, dilansir dari Fodmap Everyday.

Risiko Lebih Tinggi Terjadinya “Gray Divorce”


Fenomena "gray divorce" kerap mengancam hubungan suami istri ketika anak-anak dewasa/Foto: Freepik

Setelah anak-anak dewasa dan meninggalkan rumah, kehidupan pasangan suami istri sering memasuki fase baru yang penuh tantangan. Ada pasangan yang mampu menemukan kembali kedekatan emosional, tetapi ada pula yang justru menyadari adanya jarak batin yang sudah lama mereka abaikan.

Data dari Pew Research Center, lembaga riset independen asal Amerika Serikat, menunjukkan bahwa perceraian pada usia 50 tahun ke atas kini meningkat tajam, bahkan jumlahnya lebih dari dua kali lipat dibandingkan era 1990-an. Kini, satu dari empat kasus perceraian melibatkan kelompok usia ini.

Fenomena yang dikenal sebagai “gray divorce” ini sering kali muncul karena perubahan prioritas. Setelah bertahun-tahun fokus mengurus anak, banyak pasangan mulai menilai kembali tujuan pribadi mereka sekaligus kualitas hubungan yang ada.

Penelitian Dr. Susan Brown—seorang profesor sosiologi di Bowling Green State University, Ohio, AS sekaligus pendiri National Center for Family & Marriage Research di kampus tersebut—menemukan bahwa tidak sedikit pasangan di tahap ini menyadari bahwa mereka telah berkembang ke arah yang berbeda, hanya saja hal itu dulu tersembunyi di balik kesibukan keluarga. Oleh karena itu, bagi pasangan yang ingin mempertahankan ikatan pernikahannya, penting untuk membangun percakapan sejak dini mengenai perkembangan diri masing-masing sekaligus tujuan bersama agar pernikahan tetap berjalan seiring dengan perjalanan hidup yang terus berubah.

(naq/naq)