Kebanyakan orang beranggapan cerdas itu hanya milik orang yang sering meraih ranking satu saat sekolah atau kuliah, karena biasanya mereka unggul dalam hal akademik dan punya skor IQ yang tinggi.
American Psychological Association atau APA mengartikan kecerdasan sebagai kemampuan seseorang menyerap informasi, beradaptasi dan berpikir logis. Santrock, pakar psikologi dan peneliti di bidang psikologi pendidikan juga sependapat dengan APA.
Tapi, berbeda dengan Sternberg, salah satu pencetus teori multiple intelligence. Baginya, kecerdasan nggak sebatas berpikir logis, tapi tentang kreativitas dan soft skill. Skor IQ yang tinggi bukan satu-satunya patokan untuk menentukan kecerdasan seseorang. Beauties, yuk simak berbagai arti dari skor IQ menurut psikologi.
1. Tes IQ Tradisional Belum Tentu Mengukur Kreativitas Seseorang
Tes IQ Tradisional Belum Tentu Mengukur Kreativitas Seseorang. Foto Freepik.com: wayhomestudio |
Mungkin kamu kagum saat melihat temanmu nggak pernah remedial. Terlebih saat kamu tahu skor tes IQ teman kamu itu tinggi. Pasti kebanyakan orang akan memanggil temanmu itu jenius. Tapi bagi Sternberg, kecerdasan seseorang bisa dilihat dari tiga poin. Sternberg menyebutnya dengan Triarchic Theory of Intelligence. Ada analytical, creative, dan practical intelligence. Ketiganya masuk dalam kategori kecerdasan majemuk, lho!
Pernah nggak sih di sekolah, kamu diminta menganalisis cerpen, atau novel, lalu kamu bisa menganalisis poin per poinnya dengan lengkap. Kalau kamu berhasil, itu tandanya poin analitis kamu tinggi. Saat kamu bisa mengarang cerita, memadukannya dengan imajinasi kreatif kamu jadi sebuah alur cerpen yang seru untuk dibaca maka itu berarti kamu punya kecerdasan di bidang kreatif.
Beda dengan tes IQ tradisional yang dipopulerkan oleh Alfred Binet, Wechsler, Rudolf Amthauer yang berpusat pada cara kamu berpikir. Fokusnya hanya pada kemampuan kamu mengingat sesuatu, bernalar, berhitung, dan menganalisis pola bilangan atau gambar.
2. Cerdas dalam Berlogika, tapi Belum Tentu dalam Bersosialisasi dan Empati
Cerdas dalam Berlogika tapi belum tentu dalam bersosialisasi. Foto Freepik.com: freepik |
Pernahkah Beauties mengikuti tes IQ dari sekolah atau kampus? Saat menerima hasil tesnya skornya pun beragam. Semua bergantung pada jenis tes yang kamu ikuti.
Untuk rentang skor Tes Binet, Wechsler, dan Rudolph Amthauer angka 90-109 masuk pada kategori rata-rata. Skor 110-119 dinilai sebagai skor IQ yang tergolong tinggi. Superior berkisar di 120-140. Kalau skor tes IQ kamu tinggi pada beberapa tes klasik atau tradisional itu menandakan kamu punya kemampuan sangat baik dalam berbahasa, berhitung, bisa melihat dan menganalisis objek dari berbagai sudut pandang.
Tapi tes ini belum dapat melihat seberapa terampil kamu dalam bersosialisasi. Seperti yang disampaikan oleh Howard Gardner, pakar psikologi yang juga terkenal dengan teori Multiple Intelligence. Dalam teorinya, Gardner punya pemikiran kalau orang yang cerdas dalam berinteraksi, senang menolong orang lain, asik, bisa jadi teman curhat, dan supel bisa dikatakan punya kecerdasan interpersonal yang tinggi.