Sosok Olga Soffer, Arkeolog yang Mengubah Cara Sejarah Melihat Perempuan Prasejarah

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Selasa, 13 Oct 2026 07:00 WIB
Sosok Olga Soffer, Arkeolog yang Mengubah Cara Sejarah Melihat Perempuan Prasejarah
Olga Soffer, Arkeolog yang Mengubah Cara Sejarah Melihat Perempuan Prasejarah/Foto: http://observer.co.uk

Ketika kita membayangkan kehidupan manusia pada zaman es, mungkin yang langsung muncul di pengetahuan banyak orang adalah bahwa pria dengan tugas berburu mereka, sementara perempuan tinggal di tempat perlindungan mereka. Gambaran ini sudah lama muncul dalam cerita tentang manusia prasejarah. 

Berbeda dengan arkeolog Olga Soffer, ia melihat bahwa kehidupan pada masa prasejarah tidak sesederhana itu. Lewat penelitian terhadap tekstil, pakaian, dan berbagai artefak, ia menemukan petunjuk bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Paleolitikum.

Lalu, apa saja temuan Olga Soffer yang membuat pandangan tentang perempuan prasejarah ikut berubah? Simak selengkapnya, Beauties!

1. Menemukan Jejak Tekstil dari Puluhan Ribu Tahun Lalu

Olga Soffer, arkeolog dan antropolog yang meneliti kehidupan masyarakat Paleolitikum/Foto: The Guardian

Olga Soffer merupakan seorang antropolog dan arkeolog asal Amerika Serikat yang lahir di Belgrade, Serbia pada 09 September 1942. Salah satu penelitian penting Soffer berawal dari pecahan tanah liat yang ditemukan di situs Paleolitikum Atas di Moravia dan Rusia. Bersama arkeolog James Adovasio, ia menemukan jejak tenunan yang diperkirakan berusia lebih dari 27.000 tahun.

Dilansir dari The Observer, bahwa temuan tersebut membantu mendorong mundur sejarah produksi tekstil hingga ribuan tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Penelitian lanjutan juga menemukan jejak tali, anyaman keranjang, dan jaring yang dibuat dari serat tumbuhan. Alasan bukti-bukti semacam ini tidak terlihat adalah karena bahan-bahan tersebut mudah hancur, yang membuatnya sering kali tidak bertahan dalam catatan arkeologi. 

2. Perempuan Tidak Hanya Menunggu di Rumah

Olga Soffer yang menemukan bagaimana manusia membuat pakaian dan kerajinan berbahan serat tumbuhan/Foto: Illinois Edu (http://news.illinois.edu)

Olga Soffer melalui penemuan tersebut menemukan cerita tentang bagaimana manusia membuat pakaian. Kerajinan seperti membuat tas, selimut, keranjang, hingga jaring menunjukkan adanya berbagai aktivitas yang menopang kehidupan sehari-hari.

Penelitian Soffer bersama Adovasio dan David Hyland dicatat oleh The Guardian sebagai penelitian yang turut menantang gambaran lama tentang masyarakat zaman es yang terlalu berpusat pada pria sebagai pemburu. Padahal kehidupan mereka kemungkinan juga melibatkan perempuan, pria, anak-anak, hingga orang lanjut usia dengan peran yang berbeda-beda.

3. Membaca Ulang Figur Perempuan dari Zaman Prasejarah

Figur Venus figurines/Foto: http://fatgirlstraveling.com

Apakah kalian familiar dengan patung di atas? Patung tersebut dikenal dengan nama Venus Figurines. Olga Soffer melihat kembali figur-figur perempuan yang dikenal sebagai Venus figurines tersebut. Selama bertahun-tahun, figur tersebut sering dianggap hanya berkaitan dengan kesuburan karena bentuk tubuhnya. 

Namun, kembali melalui The Observer, mencatat bahwa Soffer dan rekan-rekannya memperhatikan detail lain yang sebelumnya kurang dibahas. Beberapa figur ternyata tampak mengenakan penutup kepala, ikat kepala, sabuk, atau pakaian tertentu. Detail ini membuka kemungkinan bahwa figur tersebut tidak hanya menggambarkan tubuh perempuan, tetapi juga memberikan petunjuk tentang kehidupan mereka.

Lewat penelitiannya, Soffer ingin membuktikan bahwa sejarah bisa terlihat berbeda ketika kita mulai memperhatikan bukti-bukti yang sebelumnya dianggap kurang penting. Perempuan prasejarah bukan sekadar sosok yang menunggu di belakang, melainkan bagian dari masyarakat yang ikut membangun kehidupan sehari-hari. 

Penelitian Olga Soffer menjadi pengingat bahwa masih banyak cerita tentang perempuan dalam sejarah yang mungkin belum sepenuhnya kita lihat. Bahkan dari benda sederhana seperti pakaian, tali, dan jejak anyaman, kita bisa belajar dan menemukan cerita baru tentang kehidupan manusia ribuan tahun lalu dan keterlibatan perempuan di masanya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.