Satu sejarah kembali terukir di Amerika Serikat (AS), yang sekaligus menandai babak baru politik di Negeri Paman Sam tersebut. Pada pemilihan wali kota New York City 4 November 2025, melansir BBC, nama Zohran Mamdani berhasil muncul sebagai pemenang dan tercatat sebagai wali kota Muslim pertama di kota terbesar AS tersebut.
Bukan sekedar “menang pemilu”, keberhasilan Zohran Mamdani ini telah memecahkan banyak batasan, Beauties. Bukan sekadar simbol, tapi kemenangan pria 34 tahun ini juga dianggap mencerminkan gelombang progresivisme yang mengguncang sistem mapan.
Sebenarnya siapa Zohran Mamdani? Kenapa dia dianggap istimewa? Apa saja efek yang diprediksi akan muncul setelah dia menjabat? Yuk, cari tahu!
Latar Belakang Zohran Mamdani
Melansir BBC, Zohran Kwame Mamdani lahir 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda. Orang tuanya sendiri adalah keturunan India beragama Muslim, tapi juga memiliki darah Afrika-Amerika. Namun, Mamdani kemudian pindah ke New York bersama keluarga saat berusia tujuh tahun dan tumbuh besar di kota ini.
Mamdani tercatat pernah kuliah di Bowdoin College, dan mempelajari bidang Africana Studies. Di sana dia mendirikan pojok kampus bernama “Students for Justice in Palestine”. Pada tahun 2009, dia mendaftar ke Columbia University, dan sempat dituding mempermainkan identitas. Pasalnya, dia menyebutkan dirinya tak hanya keturunan Asia, tapi juga memiliki darah Amerika dan Afrika, di mana hal itu dianggap terlalu kompleks dan kurang wajar.
Sudah menunjukkan minat politik sejak muda, dia diketahui menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York (New York State Assembly) sejak 2021. Sebelum mencalonkan diri sebagai wali kota, Mamdani juga aktif sebagai konselor perumahan, membantu keluarga berpenghasilan rendah agar tidak diusir dari kota mereka sendiri.
Zohran Mamdani menikah dengan Rama Duwaji pada awal tahun 2025. Sang istri adalah seorang seniman berdarah Suriah-Amerika. Walaupun menikah dengan seorang politisi berpengaruh, namun selama ini Rama Duwaji memilih untuk menjauhi spotlight.