Suka Flexing Kekayaan Bikin Sulit Punya Teman, Ini Penjelasan Menurut Ahli

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Kamis, 24 Sep 2026 17:30 WIB
Suka Flexing Kekayaan Bikin Sulit Punya Teman, Ini Penjelasan Menurut Ahli
Ilustrasi flexing di media sosial/ Foto: pexels.com/Adrienne Andersen

Beauties, kamu mungkin sudah sering mendengar tentang flexing atau pamer. Yup, istilah ini merujuk pada tindakan seseorang yang suka memamerkan hal-hal seputar kekayaan, baik secara langsung maupun di media sosial.

Kebiasaan flexing ini tidak hanya dilakukan oleh selebritas atau influencer saja, namun masyarakat secara umum pun bisa tanpa sadar melakukan flexing.

Menariknya, penelitian justru menunjukkan bahwa orang-orang yang suka  flexing  atau pamer kekayaan justru bisa membuat mereka sulit punya teman, Beauties. Kira-kira, apa alasannya? Simak penjelasannya berikut ini.

Alasan Kenapa Suka Flexing Kekayaan Justru Membuat Seseorang Sulit Punya Teman

Ilustrasi flexing

Ilustrasi flexing/ Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio

Mengutip dari laman  Business Insider,  penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan seseorang yang suka flexing kekayaan justru membuat mereka sulit berteman, Beauties.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa 66% orang cenderung memilih mobil mewah dibandingkan mobil biasa, namun dalam hal menjalin pertemanan baru, kebanyakan orang justru lebih memilih berteman dengan pemilik kendaraan yang lebih murah.

Salah satu peneliti, Stephen Garcia, menjelaskan bahwa beberapa orang beranggapan bahwa simbol status seperti mengendarai mobil mewah akan meningkatkan minat orang lain untuk menjalin pertemanan.

Namun, simbol status seperti itu sebenarnya justru membuat 'calon' teman kurang tertarik untuk membangun pertemanan, Beauties.

Dalam eksperimen tersebut, satu kelompok partisipan beranggapan bahwa menggunakan jam tangan mewah dan mahal akan membantu mereka untuk menjalin pertemanan dibandingkan jika memakai jam tangan biasa.

Namun, mereka yang berperan sebagai 'calon' teman justru menyatakan lebih memilih untuk bertemu dengan orang yang memakai jam tangan lebih murah. Menurut Stephen Garcia, para psikolog menyebut fenomena ini sebagai perbedaan perspektif dalam perbandingan sosial, Beauties.

"Saat kita memutuskan apa yang akan dikenakan, kita berada dalam posisi 'menampilkan diri' di mana kita ingin memberikan kesan terbaik. Namun, kita sering kali tidak mempertimbangkan perspektif calon teman kita. Mereka pun ingin tampil menarik dan tidak ingin kalah menonjol dibandingkan orang lain," ungkap Stephen Garcia.

Jadi, meskipun kita membandingkan diri dengan orang lain dan cenderung ingin menjadi lebih baik dari mereka, kita perlu ingat bahwa orang lain pun melakukan hal yang sama.

Tidak ada orang yang ingin terlihat kalah menonjol, dan tindakan memamerkan kekayaan atau barang-barang mewah justru cenderung menimbulkan kesan tersebut.

"Meskipun simbol status seperti mobil mewah, tas mahal, logo desainer, dan sebagainya dikaitkan dengan hak istimewa, upaya menunjukkan status saat mencoba mencari teman baru justru bisa menjadi bumerang. Jadi, mungkin lain kali saat Anda menghadiri acara sosial dengan harapan mendapatkan teman baru, ada baiknya Anda menyadari bahwa simbol-simbol status yang Anda kenakan atau yang melekat pada diri Anda justru bisa membuat orang-orang yang ingin Anda jadikan teman itu menjauh," ujar Stephen Garcia.

Bagaimana menurut kamu mengenai hal ini, Beauties?

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE