Sulit Memilih? Yuk, Pahami The Paradox of Choice agar Kamu Nggak Gampang Stres

Retno Anggraini | Beautynesia
Kamis, 05 Mar 2026 13:15 WIB
The paradox of choice, fenomena psikologis ketika terlalu banyak pilihan justru membuat seseorang stres/Foto: Freepik.com/benzoix

Di era digital seperti sekarang, pilihan terasa tidak ada habisnya. Mulai dari menu makanan, platform streaming, sampai jalur karier. Bukannya semakin bebas, kamu justru sering merasa kewalahan dan ragu dalam menentukan keputusan. Fenomena ini dikenal sebagai the paradox of choice atau paradoks pilihan.

Fenomena the paradox of choice menjelaskan kenapa terlalu banyak pilihan justru bisa menurunkan kepuasan dan meningkatkan kecemasan. Alih-alih bahagia karena punya banyak alternatif, kamu malah takut salah pilih dan berakhir overthinking. Melansir The Decision Lab, berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang the paradox of choice.

Pengertian The Paradox of Choice


Pengertian the paradox of choice/Foto: Freepik.com/creativeart

The paradox of choice adalah konsep dalam psikologi yang menyatakan bahwa semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin sulit seseorang mengambil keputusan. Istilah ini populer lewat buku karya Barry Schwartz yang menyoroti bagaimana kelimpahan opsi bisa berujung pada kebingungan, kecemasan, bahkan penyesalan.

Secara sederhana, the paradox of choice menggambarkan kondisi ketika kebebasan memilih berubah menjadi tekanan. Otak kamu harus bekerja ekstra untuk membandingkan setiap alternatif, mempertimbangkan risiko, dan membayangkan konsekuensinya. Akibatnya, proses memilih jadi melelahkan secara mental.

(naq/naq)