Penyanyi Zayn Malik baru-baru ini menjadi pembahasan hangat di media sosial twitter. Eks anggota One Direction tersebut diketahui menyinggung Grammy, pasca dirinya tak masuk nominasi ajang penghargaan musik tersebut.
Dalam akun twitternya, Zayn menumpahkan kekesalannya mengenai ajang penghargaan Grammy. Tagar Zayn Deserve Better pun menjadi trending topik.
“Persetan dengan grammy dan semua orang yang terkait,” tulis Zayn dalam akun twitternya.
Tak hanya itu, Zayn menyinggung jika ingin masuk dalam nominasi Grammy, dirinya harus mengirim hadiah.
“Kecuali Anda berjabat tangan dan mengirim hadiah, tidak ada pertimbangan nominasi. Tahun depan saya akan mengirimi Anda sekeranjang permen,” tambahnya.
Seperti yang diketahui, kekasih Gigi Hadid ini tidak masuk nominasi Grammy tahun ini. Bahkan, ia belum pernah mendapatkan nominasi dari acara penghargaan bergengsi tersebut sejak bersolo karir pada 2015, meski secara konsisten merilis musik hampir setiap tahun.
Zayn juga menambahkan jika kekesalannya tersebut bukan ditunjukkan secara pribadi namun merupakan bentuk protes mengenai proses transparansi nominasi Grammy.
“Tweet saya tidak bersifat pribadi atau tentang kelayakan tetapi tentang perlunya inklusi dan kurangnya transparansi proses nominasi dan ruang yang menciptakan dan memungkinkan favoritisme, rasisme, dan politik jaringan untuk mempengaruhi proses pemungutan suara,” tulisnya.
Meskipun tidak jelas apa yang memicu reaksi Zayn Malik di Twitter, beberapa hari menjelang acara penghargaan, Zayn Malik telah merilis tiga album solo di luar karyanya dengan One Direction dan dinominasikan satu kali bersama Taylor Swift untuk duet mereka, "I Don't Wanna Live Forever" namun nama Zayn Malik tidak dicantumkan pada kredit tersebut.
Album terbarunya, "Nobody Is Listening", tidak memenuhi syarat untuk dipertimbangkan dalam siklus penghargaan ini karena dirilis pada Januari, lima bulan setelah periode kelayakan berakhir pada 31 Agustus dan dua bulan setelah nominasi Grammy diumumkan pada November.
Zayn Malik bukanlah satu-satunya yang protes terhadap kebijakan Grammy. Musisi lain pun diketahui pernah melakukan kritik terhadap Recording Academy dan proses seleksi, seperti The Weeknd, Drake, dan Halsey.
Pelantun "Can't Feel My Face", yang merilis album studio keempatnya yang sangat sukses After Hours Maret lalu, menulis di Twitter, "The Grammy tetap korup. Kamu berhutang padaku, penggemarku, dan transparansi industry,” tulis The Weeknd.
Aksi kritikan The Weeknd rupanya membuat pimpinan sementara The Recording Academy, Harvey Mason Jr. memberi tanggapan.
“Kami memahami bahwa The Weeknd kecewa karena tidak masuk ke dalam nominasi,” tulis Mason.
“Saya terkejut dan dapat berempati dengan apa yang dia rasakan. Musiknya tahun ini sangat bagus, dan kontribusinya kepada komunitas musik dan dunia yang lebih luas layak untuk dikagumi semua orang,” tambahnya.
Ajang penghargaan Grammy sendiri akan dilaksanakan pada 14 Maret 2021 mendatang.