Tak Sekadar Dipindai, Kini Buku Langka Diduga Dihancurkan Demi Mengembangkan AI

Justina Nur | Beautynesia
Rabu, 05 Aug 2026 11:00 WIB
Tak Sekadar Dipindai, Kini Buku Langka Diduga Dihancurkan Demi Mengembangkan AI/ Pexels.com/Eduardo Ortiz

Selama ini, buku memang dikenal sebagai jendela dunia. Dengan membuka dan membaca buku, kita bisa mendapatkan banyak hal mulai pengetahuan, sejarah, atau belajar berempati lewat membaca buku fiksi.

Akan tetapi, kabar tak sedap kini harus dihadapi oleh masyarakat, terutama book lovers. Seperti yang dilansir dari The Guardian, sejumlah penulis menggugat hak cipta terhadap perusahaan AI, Anthropic di Amerika Serikat. Dokumen pengadilan bahkan sudah dibuka untuk publik awal tahun ini dan mengungkapkan bahwa Anthropic melakukan praktik yang disebut ‘destructive scanning’ atau pemindaian dengan cara merusak buku.

Dalam praktik ‘destructive scanning’, perusahaan membeli buku-buku fisik, lalu memotong bagian punggung buku agar setiap halaman lebih mudah dipindai. Setelah itu, mereka akan menghancurkan sisi buku menjadi buku kertas.

Metode destruktif ini dianggap jauh lebih cepat dan murah, sehingga seperti yang dilansir dari Tom’s Hardware, lebih banyak dipilih oleh perusahaan AI. Namun, konsekuensinya adalah jutaan buku harus dihancurkan.

Dokumen pengadilan tersebut juga menunjukkan bahwa praktik tersebut sengaja dirahasiakan. Namun, hakim justru memutuskan tindakan destructive scanning ini sah berdasarkan hukum hak cipta Amerika Serikat, karena dianggap hal itu sebagai bentuk ‘transformative use’ atau penggunaan yang bersifat transformatif.

(dmh/dmh)