Tak salah jika predikat Kota Budaya disematkan pada Yogyakarta. Bagaimana tidak? Begitu banyak hal yang berbau budaya dan sejarah yang ada di kota ini mulai dari pertunjukan dan tari-tarian tradisional, upacara adat, hingga bangunan-bangunan peninggalan nenek moyang yang sarat nilai dan sejarah begitu banyak ada di kota ini. Salah satu yang terkenal adalah Tamansari.
Pulo Kenongo, Kompleks Bangunan Tinggi di Kompleks Tamansari
Salah satu bangunan yang bisa dijadikan spot foto bagi kamu yang gemar berfoto adalah Gedhong Kenongo. Jika kamu menuju Kompleks Tamansari dan lewat Pasar Ngasem, kamu akan melihat sebuah bangunan tinggi di sisi selatan Plaza Pasar Ngasem. Ya, itulah Gedhong Kenongo. source : https://www.aldrinrachmanpradana.com/2018/10/taman-sari-yogyakarta-bekas-pemandian.html Gedhong Kenongo ini dulunya dijadikan sebagai tempat untuk istirahat dan pertunjukan seni. Dari atas Gedhong Kenongo, kamu bisa melihat kompleks Tamansari dan lingkungan sekitar dari ketinggian.
Kenapa dinamakan Pulo Kenongo? Konon dulunya di tempat ini banyak ditumbuhi bunga kenanga. Meski bangunan Gedhong Kenongo sudah tidak utuh karena bagian atasnya sudah runtuh, hal tersebut tidak lantas mengurangi kecantikan dan kemegahan arsitektur bangunan ini. Buktinya spot ini jadi salah satu yang paling banyak dicari karena Instagramable banget. source : https://www.aldrinrachmanpradana.com/2018/10/taman-sari-yogyakarta-bekas-pemandian.html
Umbul Pasiraman, Kolam Pemandian di Tamansari
Umbul Pasiraman atau yang terkadang disebut Umbul Binangun adalah bangunan utama dari kompleks kedua Tamansari yang banyak dikunjungi wisatawan. Kompleks bangunan di daerah ini relatif paling utuh dibandingkan dengan yang lain.
source : https://www.aldrinrachmanpradana.com/2018/10/taman-sari-yogyakarta-bekas-pemandian.html Dulunya, tempat ini dijadikan sebagai tempat pemandian Sultan beserta istri dan anak-anaknya. Kompleks ini dikelilingi dengan tembok-tembok tebal nan tinggi. Untuk bisa masuk ke dalam Umbul Pasiraman disediakan dua pintu gerbang yang ada di sisi barat dan timur. Di kompleks Umbul Pasiraman ada kolam besar yang di tengahnya terdapat mata air yang berbentuk seperti jamur.
Di sekeliling kolam terdapat pot-pot besar dan di antara kolam air tersebut terdapat sebuah jalan yang biasa disebut Blumbang Kuras. Bangunan di sisi paling utara dari umbul dulunya dipakai untuk tempat istirahat dan tempat berganti pakaian bagi istri dan putri-putri raja. Di sisi selatan dari Blumbang Kuras juga terdapat sebuah bangunan dengan menara di tengahnya, lho! source : https://www.aldrinrachmanpradana.com/2018/10/taman-sari-yogyakarta-bekas-pemandian.html
Sumur Gumuling, Kompleks Masjid Bawah Tanah Tamansari
Spot ini juga menjadi salah satu spot yang paling banyak diminati pengunjung Kompleks Tamansari. Letak Sumur Gumuling terpisah dengan umbul dan kamu harus melewati perkampungan dimana banyak rumah-rumah warga di sana. Kalau kamu bingung ada baiknya bertanya saja pada warga di sekitar sana supaya tidak tersesat.
source : https://www.aldrinrachmanpradana.com/2018/10/taman-sari-yogyakarta-bekas-pemandian.html Bangunan berlantai dua ini hanya dapat dimasuki lewat terowongan bawah tanah saja. Sumur Gumuling ini juga dimanfaatkan sebagai masjid pada masanya sehingga jangan heran jika di kedua lantainya ditemukan ceruk di dinding yang digunakan sebagai mihrab, tempat imam memimpin sholat. Di bagian tengah-tengah bangunan yang atasnya terbuka, ada 4 buah anak tangga yang bertemu di tengah. Di bawah pertemuan keempat anak tangga itu terdapat sebuah kolam kecil yang dahulunya digunakan sebagai tempat untuk berwudhu. source : https://www.aktual.com/pengunjung-berada-di-masjid-sumur-gumuling-tamansari-di-yogyakarta-senin-136/ Asyik sekali, bukan? Selain kamu bisa seru-seruan dan foto-foto di tempat ini, kamu juga akan belajar banyak sejarah dari masa lampau. Tertarik untuk ke sini? Yuk, agendakan!
(kik/kik)
CERITA YUK!
Theme of The Month :
Theme of The Month :
Theme of The Month :
Theme of The Month :
Theme of The Month :
PANDUAN KIRIM CERITA
1.Pilih tema cerita
Pilih tema yang kamu inginkan dan tekan button “Kirim Cerita” untuk mengirimkan ceritamu.
2. Login akun MPC detikNetwork
Masukkan username dan password akun MPC mu. Apabila belum memiliki akun, kamu dapat mendaftarkan dirimu terlebih dahulu.
3. Isi formulir
Masukkan judul cerita, ringkasan cerita, kota, isi cerita, dan gambar yang ingin kamu kirimkan.
4. Menyetujui Terms & Condition
Tekan checklist box untuk menyetujui terms & condition Beautynesia.
5. Kirim Cerita
Tekan button “Kirim Cerita” dan tunggu ceritamu disetujui.