sign up SIGN UP

Tanda Kamu Memiliki Trauma Masa Kecil, Salah Satunya Sulit Jadi Diri Sendiri!

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Minggu, 19 Sep 2021 18:00 WIB
Tanda Kamu Memiliki Trauma Masa Kecil, Salah Satunya Sulit Jadi Diri Sendiri!
caption

Trauma masa kecil atau yang disebut dengan inner child bisa diartikan sebagai bagian dari aspek masa kanak-kanak yang  ikut serta hingga dewasa. Kondisi trauma masa kecil ini memang tidak bisa disepelekan karena bisa memberikan dampak negatif pada kehidupan.

Penelitian berjudul 'Dampak Psikologis Trauma Masa Kanak-Kanak pada Remaja' yang diterbitkan oleh Journal of Counseling and Personal development tahun 2020 menyebutkan bahwa ada beragam dampak yang muncul dari trauma masa kanak-kanak di antaranya adalah kecemasan, ketidakmampuan dalam mengendalikan diri, mudah emosi negatif, masalah dalam berelasi dengan keluarga serta gangguan tidur.

Meskipun tanda trauma masa kecil pada setiap orang berbeda-beda, sebagaimana dikutip dari Advekit, ada berapa tanda yang bisa dikenali. Simak selengkapnya di bawah ini:

Sulit Menjadi Diri Sendiri

Tanda inner child sulit menjadi diri sendiri/ Foto: Freepik.com
Tanda inner child sulit menjadi diri sendiri/ Foto: Freepik.com

Luka emosional yang terbawa-bawa hingga dewasa nyatanya dapat membuat kamu sulit untuk menjadi diri sendiri, Beauties. Pada akhirnya, yang dilakukan adalah menciptakan diri yang palsu. Tujuannya tidak lain karena ingin menjadi sosok yang disenangi oleh orang-orang di sekitar dan memunculkan perasaan dicintai dan diperhatikan.

Sayangnya hal ini bukanlah sesuatu yang positif karena dapat menghambat aktualisasi diri atau kematangan diri. Tidak tercerminnya diri yang sesungguhnya dalam kehidupan yang dijalani tentu akan cukup menyiksa secara batiniah apabila terus dibiarkan.

Untuk itulah, hal ini perlu ditangani dengan berkonsultasi secara langsung pada ahlinya guna menemukan solusi yang tepat dalam mengembalikan jati diri.

Menganggap Diri Sebagai Korban

Trauma masa kecil merasa diri korban/ Foto: Freepik.com
Trauma masa kecil merasa diri korban/ Foto: Freepik.com

Kamu yang memiliki trauma masa kecil cenderung memposisikan diri sebagai korban. Hal ini dikarenakan masa kecil yang menempatkan kamu sebagai korban. Meskipun waktu terus berjalan dan usia semakin dewasa, merasa masih ada di posisi korban tersebut sulit untuk diubah. Bayangan masa kecil itu akan ada dan mempengaruhi cara pandang yang dimiliki.

Padahal, ketika terjadi suatu masalah, tentu saja kita tidak melulu menjadi korban. Umumnya seseorang yang telah dewasa dan matang secara emosional, bisa memiliki sudut pandang yang lebih luas dan mengambil hal-hal positif dari apa yang terjadi.

Pasif-Agresif

Trauma masa kecil pasif agresivitas/ Foto: Freepik.com
Trauma masa kecil pasif agresivitas/ Foto: Freepik.com

Pertengkaran, perkelahian, kata-kata kasar, dibentak dan berbagai ekspresi kemarahan lainnya yang terjadi pada masa anak-anak bisa menyebabkan trauma masa kecil. Tanda itu dihadirkan lewat pasif agresivitas di mana muncul pandangan bahwa marah adalah perasaan yang tidak dapat diterima.

Dengan demikian, kamu yang memiliki trauma masa kecil biasanya akan menghindari kemarahan. Apabila kamu tumbuh dalam keluarga di mana perasaan tidak diungkapkan, maka akan tercipta kecenderungan untuk menekan marah.

Padahal, marah adalah emosi yang alami dan wajar selama masih dalam batasan normal dan memiliki pengendalian. Untuk mengatasi hal ini diperlukan proses yang cukup panjang sehingga dapat memunculkan pandangan bahwa tidak selamanya marah berarti buruk dan menyakiti.

PTSD Kompleks

Trauma masa kecil menimbulkan kecemasan/ Foto: Freepik.com
Trauma masa kecil menimbulkan kecemasan/ Foto: Freepik.com

PTSD atau post traumatic stress disorder merupakan gangguan stres pascatrauma yang dapat mempengaruhi mental. Kenangan trauma di masa kecil baik itu secara fisik maupun non fisik bisa berdampak buruk hingga dewasa.

Hal ini sangat merugikan karena mempengaruhi kesehatan mental. Hal ini bisa dilihat dari adanya depresi, kecemasan, selalu bermasalah dengan pengendalian emosi atau bahkan keinginan untuk menyakiti diri. Apabila tanda-tanda ini sudah dirasakan, maka teramat penting untuk mencari solusinya. Berkonsultasi pada terapis kemungkinan dapat membantu hal ini.


Our Sister Site

mommyasia.id