Tanda Kamu Mengalami 'Career Dysmorphia' dan Cara Mengatasinya

Justina Nur | Beautynesia
Senin, 21 Sep 2026 19:00 WIB
Cara Mengatasi Career Dysmorphia
Cara mengatasi career dysmorphia agar tidak semakin berlarut-larut dan parah./ Foto: magnific.com

Apakah kamu pernah merasa karier teman atau rekan kerjamu melesat jauh lebih cepat daripada kamu? Selain itu, apakah kamu pernah membandingkan dirimu dengan postingan teman-teman di LinkedIn atau media sosial yang penuh dengan kabar promosi, kenaikan jabatan, dan pencapaian baru lainnya?

Tanpa sadar, bisa jadi kamu mulai menanyakan kualitas dirimu, kenapa masih sama saja bertahun-tahun, padahal bisa jadi perjalanan kariermu masih baik-baik saja.

Perasaan tertinggal yang kamu alami ini valid, Beauties, bahkan ada istilahnya yaitu career dysmorphia. Seperti yang dilansir dari HuffPost, career dysmorphia bisa muncul saat seseorang sering mengalami distorsi kognitif terkait rasa berharganya diri sendiri di tempat kerja.

Lalu apa saja ciri-ciri ketika kamu mengalami career dysmorphia? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Sering Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain dan Merasa Tertinggal

Kamu merasa tertinggal saat rekan kerja dan teman membagikan pencapaian mereka di media sosial/ Foto: magnific.com

Apakah kamu sering lebih mudah menyebutkan pencapaian orang lain daripada pencapaianmu sendiri? Apakah kamu merasa tertinggal saat rekan kerja dan teman membagikan pencapaian mereka di media sosial?

Jika iya, bisa jadi kamu mengalami career dysmorphia. Perasaan ini bisa tumbuh semakin kuat apalagi saat kamu menyadari rekan kerjamu yang memiliki pencapaian luar biasa tersebut lebih muda daripada kamu atau baru saja bekerja di perusahaan tersebut dalam waktu yang lebih singkat.

2. Mulai Meremehkan Pencapaian Diri dan Jadi Meragukan Diri Sendiri

Kamu jadi sulit merasa bangga atas pencapaian yang berhasil kamu raih./ Foto: magnific.com/KamranAydinov

Seperti yang dilansir dari Stylist, sikap membandingkan diri sendiri dengan orang lain ini bisa menimbulkan kebiasaan lainnya yaitu kamu sulit merasa bangga atas pencapaian yang berhasil kamu raih.

Selain itu, kamu juga mulai kritis terhadap keputusanmu sendiri. Kamu jadi ragu mengambil keputusan karena takut melakukan kesalahan atau terus mengulang pekerjaan karena merasa hasilnya belum cukup baik.

3. Merasa Tidak Dianggap

Kamu bisa mengalami career dysmorphia saat merasa usahamu tidak dihargai atau merasa tidak terlihat di kantor./ Foto: magnific.com/yanalya

Kamu bisa jadi mengalami career dysmorphia saat merasa rekan kerja lebih mendapatkan banyak apresiasi atas hasil kerja tim, atau atasan yang tidak segera membalas emailmu.

Hal ini bisa jadi karena membuatmu jadi merasa tidak terlihat atau merasa usahamu tidak dihargai.

Karena merasa tidak dianggap, kamu jadi memilih menyimpan ide sendiri dan lebih banyak diam saat rapat atau sesi brainstorming.

Akibatnya, kamu jadi kehilangan kesempatan untuk menunjukkan keahlianmu. Sayangnya, hal ini justru bisa semakin memperkuat perasaanmu bahwa pendapatmu memang tidak pernah didengarkan.

4. Bekerja Terlalu Keras Demi Membuktikan Kesuksesan Diri

Perasaan tidak dianggap dan sulit menerima pujian bisa jadi membawamu jadi ingin bekerja keras membuktikan nilai dirimu./ Foto: magnific.com/tirachardz

Perasaan tidak dianggap dan sulit menerima pujian bisa jadi membawamu jadi ingin terus membuktikan nilai dirimu. Kamu jadi bekerja terlalu keras dengan mengambil terlalu banyak tanggung jawab, selalu mengatakan iya saat mendapat tugas, dan bekerja lebih lama.

Padahal, meski kamu sudah mengorbankan keseimbangan antara waktu untuk bekerja dan kehidupan pribadi serta berisiko mengalami burnout, kamu tetap merasa tidak aman dengan posisi di kantor atau kemampuanmu.

Cara Mengatasi Career Dysmorphia

Cara mengatasi career dysmorphia agar tidak semakin berlarut-larut dan parah./ Foto: magnific.com

Kalau kamu mengalami satu atau beberapa tanda di atas, kamu perlu mengatasinya agar tidak memperburuk dampak negatif dari career dysmorphia. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan, seperti yang telah dirangkum dari Stylist.

  • Catat setiap pencapaianmu. Sekecil apa pun keberhasilanmu, catat semua apresiasi positif yang kamu dapatkan, proyek atau pekerjaan yang berhasil kamu selesaikan, dan target pekerjaan yang sudah dicapai. 
  • Jadikan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi. Manfaatkan kesuksesan rekan kerjamu sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai bahan overthinking dan bukti bahwa kamu sedang tertinggal.
  • Percaya diri saat menyampaikan pendapat. Jangan ragu membagikan pemikiran atau idemu, bahkan saat kamu meragukan kemampuan diri sendiri. Dengan cara ini, rasa percaya dirimu perlahan-lahan akan terbentuk.
  • Minta masukan. Tidak apa-apa kalau kamu meminta feedback dari rekan kerja dan atasan. Hal ini agar kamu bisa segera mengetahui kesalahan apa yang bisa diperbaiki dan membantumu melihat kelebihanmu yang selama ini tidak disadari.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE