Teman Lagi Sedih? Kalimat Ini Bikin Mereka Merasa Nyaman dan Didengar Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB
Apa yang Terjadi pada Otak saat Kita Merasa Didengarkan?
Teman Lagi Sedih? Kalimat Ini Bikin Mereka Merasa Nyaman dan Didengar Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Beauties, ketika ada teman yang sedang sedih dan curhat kepada kita, respon pertama kita mungkin ingin menenangkan mereka. Tapi terkadang, pemilihan kata yang tidak tepat justru membuat teman merasa tidak didengarkan dan justru semakin terpuruk.

Kenyataannya, bahkan kamu mungkin sering kebingungan harus mengatakan apa agar teman merasa nyaman saat sedang curhat denganmu. Tenang, kamu nggak sendiri, kok, Beauties. Terkadang sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan, kamu mungkin takut salah bicara dan terkesan meremehkan perasaan dan pengalaman mereka, padahal niatnya kamu ingin membantu.

Menurut psikolog klinis Dr. Jaime Zuckerman, sebenarnya tidak perlu kata-kata rumit, Beauties. Ada satu kalimat sederhana yang bisa membuat teman merasa tenang ketika mendengarnya. Kalimat ini juga membuat mereka merasa tidak hanya didengar, tapi juga dipahami.

Yuk, cari tahu kalimatnya berikut ini!

Kalimat yang Bikin Orang Merasa Nyaman dan Didengar Menurut Psikolog

Menurut psikolog, ada satu kalimat sederhana yang bisa membuat teman merasa tenang ketika mendengarnya. Kalimat ini juga membuat mereka merasa tidak hanya didengar, tapi juga dipahami.

Teman Lagi Sedih? Kalimat Ini Bikin Mereka Merasa Nyaman dan Didengar Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Terkadang, kata-kata paling sederhana bisa memberikan dampak emosional yang paling besar. Setuju tidak, Beauties? 

Ketika seseorang merasa didengarkan dan dipahami, mereka cenderung akan merasa lebih nyaman dan terbuka kepada kita. Nah, menurut Dr. Zuckerman, kalimat yang bisa membuat orang merasa nyaman dan terbuka dengan kita adalah, "Hal itu masuk akal."

Ketika teman curhat dan membagikan pengalamannya, dua kata ini bisa memvalidasi banyal hal, mulai dari pengalaman, perasaan, hingga pendapat mereka. Kekuatan kalimat ini terletak pada rasa nyaman yang dihadirkan, memberikan afirmasi bahwa segalanya akan baik-baik saja.

Meskipun mungkin kita tidak setuju dengan apa yang mereka ucapkan, kalimat ini menunjukkan bahwa kita memahami alasan di balik cara pandang mereka. Menurut Dr. Zuckerman, perbedaan kecil ini dapat meruntuhkan sifat defensif teman dan membuat mereka merasa cukup nyaman untuk terus berbicara.

"Ungkapan tiga kata itu menciptakan ruang yang aman dan bebas penghakiman bagi mereka untuk mengekspresikan diri secara leluasa," ungkapnya kepada Parade.

Apa yang Terjadi pada Otak saat Kita Merasa Didengarkan?

Menurut psikolog, ada satu kalimat sederhana yang bisa membuat teman merasa tenang ketika mendengarnya. Kalimat ini juga membuat mereka merasa tidak hanya didengar, tapi juga dipahami.

Teman Lagi Sedih? Kalimat Ini Bikin Mereka Merasa Nyaman dan Didengar Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Didengarkan dan dipahami adalah hal yang menyenangkan dan melegakan; kita merasa bahwa kita tidak sendiri dan setidaknya ada yang mengerti apa yang sedang kita alami. Tapi sebenarnya, apa, sih, yang terjadi pada otak ketika kita merasa didengarkan oleh orang lain?

Saat kita merasa didengarkan dan divalidasi, otak kita memaknai pengalaman tersebut secara berbeda dibandingkan saat kita diabaikan, dikritik, atau ditentang.

"Ketika seseorang merasa divalidasi, respons otak terhadap potensi ancaman atau bahaya akan berkurang; hal ini menurunkan risiko reaksi emosional seperti kemarahan, kecemasan, atau sikap defensif," jelas Dr. Zuckerman.

Selain itu, kita juga akan merasa terhubung dengan orang yang mendengarkan. Koneksi antarmanusia dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, sekaligus memicu pelepasan dopamin dan oksitosin yang memberi sinyal kepada tubuh bahwa kita sebenarnya aman.

"Sebaliknya, saat kondisi emosional kita tidak stabil, kemampuan berpikir logis dan daya penilaian kita bisa menurun; kita cenderung menjadi lebih impulsif dan kemampuan memecahkan masalah pun berkurang," lanjut Dr. Zuckerman.

Jadi, ketika kita menanggapi curhatan teman dengan kalimat "Apa yang kamu ceritakan masuk akal", kita tidak hanya mengakui perkataannya, tapi juga memberikan kesan bahwa kita memahami mereka. Alih-alih merasa perlu membela sudut pandang mereka, lawan bicara mungkin akan merasa lebih nyaman untuk tetap terbuka, terlibat aktif, dan menjalin koneksi.

Perbedaan Kalimat “Aku Mengerti” vs “Itu Masuk Akal”

Menurut psikolog, ada satu kalimat sederhana yang bisa membuat teman merasa tenang ketika mendengarnya. Kalimat ini juga membuat mereka merasa tidak hanya didengar, tapi juga dipahami.

Teman Lagi Sedih? Kalimat Ini Bikin Mereka Merasa Nyaman dan Didengar Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Beauties, kamu mungkin pernah menanggapi cerita teman dengan kalimat, "Aku mengerti". Kamu mungkin berniat ingin memvalidasi perasaannya dan bermaksud mengatakan bahwa kamu memahami apa yang mereka alami, meskipun kamu tidak pernah ada di posisi mereka.

Kalimat "aku mengerti" dengan "itu masuk akal" sekilas mungkin tampak mirip. Tapi, menurut Dr. Zuckerman, kalimat "aku mengerti" bisa membuat perasaan teman menjadi tidak divalidasi. Kok bisa?

"Meskipun hal ini bergantung pada konteks percakapan, ketika seseorang yang tidak memiliki pengalaman serupa atau senada mengatakan 'Saya mengerti', hal itu secara tidak sengaja dapat membuat perasaan lawan bicara menjadi tidak diakui atau divalidasi," ungkap Dr. Zuckerman. "Ucapan itu bisa membuat rasa sakit atau pengalaman mereka terasa diremehkan atau disalahpahami."

Dengan kata lain, mengatakan "Aku mengerti" terkadang bisa menyiratkan bahwa kita tahu persis apa yang sedang dialami orang tersebut, padahal kita sendiri belum pernah mengalaminya. Nah, di sinilah peran kalimat "Itu masuk akal", Beauties.

"Dalam situasi seperti ini, sekadar mengatakan bahwa apa yang mereka sampaikan—serta emosi yang mereka rasakan—itu 'masuk akal', dapat memberikan rasa aman tanpa adanya penghakiman," ujarnya.

Mengucapkan "Hal itu masuk akal" menjaga fokus tetap pada sudut pandang dan perasaan mereka tanpa kita harus mengklaim tahu persis seperti apa pengalaman mereka. Ini adalah perbedaan yang halus, namun dapat membuat seseorang merasa diakui, alih-alih disalahpahami, saat kita sedang berbicara dengan mereka.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE