Terjang Asap, Sherina Terbang ke Kalimantan untuk Bantu Padamkan Karhutla

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Jumat, 04 Sep 2026 08:30 WIB
Terjang Asap, Sherina Terbang ke Kalimantan untuk Bantu Padamkan Karhutla
Sherina Munaf/Foto: Instagram/@sherinamunaf

Sherina Munaf menjadi salah satu public figure yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan. Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, penyanyi sekaligus aktivis lingkungan tersebut memilih terbang langsung ke Palangka Raya untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memberikan dukungan kepada tim yang menangani kebakaran.

Kedatangannya bukan sekadar untuk melihat situasi dari dekat, Beauties. Bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Sherina menyalurkan bantuan logistik kepada petugas di lapangan sebelum ikut turun langsung membantu proses pemadaman api.

Tentu saja perjalanan ini bukan hal mudah. Dalam unggahan di Instagram @sherinamunaf, Sherina harus berhadapan dengan asap tebal yang terasa pekat. Seperti apa cerita perjuangannya? Yuk, simak di sini!

Sherina Terbang di Tengah Kepungan Asap

Sherina Dikepung Asap saat Melewasi Lokasi Karhutla/Foto: Instagram/@sherinamunaf
Sherina Dikepung Asap saat Melewasi Lokasi Karhutla/Foto: Instagram/@sherinamunaf

Melansir detikcom, Sherina bertolak dari Jakarta pada Selasa, 1 September 2026. Menuju Palangka Raya, perjalanan Sherina diwarnai kondisi kabut asap yang cukup pekat. Saat pesawat mulai menurunkan ketinggian untuk melakukan pendaratan, Sherina melihat pemandangan di bawah perlahan berubah menjadi keruh. Daratan yang sebelumnya terlihat dari udara kemudian tertutup lapisan asap hingga nyaris tidak terlihat.

Sherina sempat mengira lapisan tersebut merupakan awan. Namun, semakin pesawat mendekati daratan, ia menyadari bahwa yang menutupi pandangan bukanlah awan, melainkan asap akibat karhutla.

“Ketika mulai descending untuk landing mulai keruh sampai tidak kelihatan apa-apa. Itu bukan awan, tapi itu adalah asap,” ujar Sherina, dikutip dari unggahannya di Instagram.

Kondisi tersebut memberikan gambaran langsung mengenai betapa pekatnya asap yang menyelimuti kawasan Kalimantan Tengah saat itu. Tak hanya mengganggu jarak pandang, bau asap juga disebut sudah masuk hingga ke dalam kabin pesawat. Sherina kemudian mengenakan masker karena kondisi tersebut membuat tenggorokannya terasa tidak nyaman dan gatal.

Menyerahkan Bantuan Logistik Secara Langsung

Dokumentasi Hari Pertama Sherina di Kalteng/Foto: Instagram/@sherinamunaf

Setibanya di Kalimantan Tengah, Sherina langsung memulai agendanya dengan menemui pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla. Bersama BOSF, dia menyerahkan bantuan logistik untuk mendukung para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan bagi mereka yang harus bekerja di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah.

Setelah itu, Sherina melanjutkan perjalanan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah. Pertemuan tersebut dilakukan untuk berdiskusi mengenai kondisi karhutla sekaligus tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. Dalam perjalanan, Sherina juga melihat langsung sejumlah area yang sebelumnya menjadi lokasi terdampak kebakaran.

Ikut Terjun Padamkan Api

Sherina Munaf Ikut Terjun Padamkan Api/Foto: Instagram/@sherinamunaf

Keterlibatan Sherina tidak berhenti pada penyerahan bantuan dan koordinasi dengan pihak terkait. Pada hari berikutnya, ia ikut turun langsung ke lokasi karhutla dan membantu proses pemadaman. Dalam sejumlah dokumentasi yang beredar, Sherina terlihat mengenakan perlengkapan pelindung dan memegang selang untuk membantu menyemprotkan air ke area yang masih memiliki bara.

Salah satu lokasi yang didatanginya adalah kawasan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu. Awalnya Sherina bermaksud menuju Tambore, namun rencana berubah karena tim mendapat informasi bahwa titik api di kawasan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu kembali muncul. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakter lahan gambut. Bara api dapat tetap tersimpan di bawah permukaan sehingga upaya pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada api yang terlihat. Tim di lapangan juga perlu memastikan bara yang berada di dalam tanah benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali terjadi.

Selain memadamkan api, Sherina juga ikut melakukan proses rewetting, yakni pembasahan kembali lahan yang kering, terutama pada kawasan gambut. Upaya tersebut penting dilakukan untuk mencegah bara di bawah permukaan tanah muncul lagi dan memicu kebakaran.

Sherina Ingatkan Soal Satwa yang Ikut Terdampak Karhutla

Sherina di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng/Foto: Instagram/@sherinamunaf

Salah satu perhatian Sherina dalam kunjungannya ke Kalimantan Tengah adalah dampak kebakaran terhadap satwa liar. Bersama BOSF, ia juga melihat kondisi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, yang menjadi tempat rehabilitasi bagi orangutan sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Situasi kabut asap dan kebakaran hutan tentu menjadi persoalan tersendiri bagi upaya konservasi. Ketika hutan terbakar, satwa kehilangan tempat tinggal, sumber makanan, sekaligus menghadapi risiko terpapar asap dan api. Melalui kunjungannya, Sherina seolah ingin mengingatkan bahwa dampak karhutla jauh lebih luas daripada area yang terlihat terbakar. Ada ekosistem dan kehidupan satwa yang ikut berada dalam ancaman.

Lewat aksinya di Kalimantan Tengah, Sherina menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada menyuarakan isu, tetapi juga bisa diwujudkan dengan hadir langsung dan memberikan dukungan kepada mereka yang berjuang di lapangan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE