Terjebak dalam Situationship? Ini Cara Bedakan Si Dia yang Avoidant atau Memang Nggak Tertarik

Adira P | Beautynesia
Selasa, 30 Jun 2026 07:00 WIB
Mengamati Ketersediaan Emosional di Antara Kalian
Terjebak dalam Situationship? Ini Cara Bedakan Si Dia yang Avoidant atau Memang Nggak Tertarik/Foto: Freepik/freepik

Berada dalam situasi di mana orang yang kita sukai mendadak berubah menjadi dingin dan menjauh tanpa alasan yang jelas merupakan hal yang sangat menguras energi. Fase ini sering kali membuat kita terjebak dalam tebak-tebakan yang melelahkan di dalam kepala. Kita menjadi bingung apakah mereka sebenarnya memiliki perasaan yang sama tetapi takut, atau memang mereka tidak tertarik sama sekali sejak awal pertemuan.

Menghadapi sikap yang membingungkan ini sebenarnya memerlukan pemahaman emosional yang jernih agar kita tidak salah melangkah. Dilansir dari Verywell Mind, Dr. Brooke Keels, seorang pakar dalam Marriage and Family Therapy sekaligus Chief Clinical Officer di Lighthouse Recovery, memaparkan pandangan menariknya.

Seseorang dengan gaya attachment avoidant sebenarnya bukan berarti tidak memiliki ketertarikan padamu. Masalah utamanya adalah mereka memiliki rasa tidak nyaman yang sangat besar terhadap sebuah kedekatan emosional.

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Gaya Attachment Avoidant

Seseorang yang memiliki gaya attachment avoidant biasanya tumbuh besar dalam lingkungan masa kecil yang kurang mendukung ekspresi emosional secara konsisten. Akibat dari pola asuh tersebut, mereka belajar untuk menjadi pribadi yang sangat mandiri dan terbiasa menekan ketergantungan emosional pada orang lain. Mereka melakukan hal ini bukan karena tidak punya rasa kepedulian, melainkan sebagai bentuk pertahanan diri agar tidak terluka, Beauties.

Dikutip dari Verywell Mind, Marcus Smith, seorang Licensed Clinical Professional Counselor sekaligus Executive Director di Alpas Wellness, ikut memberikan penjelasan tambahan. Orang-orang dengan tipe avoidant telah membangun benteng perilaku tertentu untuk mengelola rasa takut mereka terhadap keintiman sebuah hubungan.

Mereka bisa saja menyimpan rasa sayang yang sangat dalam di lubuk hatinya, tapi mereka mengalami kesulitan besar untuk menunjukkannya dengan cara yang umum. Sikap mandiri yang mereka jaga dengan sangat ketat inilah yang sering kali disalahartikan sebagai tanda penolakan atau ketidaktertarikan.

Menilai dari Aspek Konsistensi Perilaku Si Dia

Cara mengetahui gebetan benar-benar baik hati bisa terlihat dari sikap kecil yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya perhatian sesaat di masa pendekatan. Banyak orang mampu tampil manis dan menyenangkan di awal hubungan, tetapi tidak semuanya menunjukkan ketulusan yang sama dalam jangka panjang. Perbedaan ini biasanya tampak dari cara seseorang memperlakukan orang lain tanpa pamrih.

Terjebak dalam Situationship? Ini Cara Bedakan Si Dia yang Avoidant atau Memang Nggak Tertarik/Foto: Freepik

Salah satu metode paling akurat untuk membedakan karakter avoidant dari ketidaktertarikan murni adalah dengan jeli melihat konsistensi sikap mereka dari waktu ke waktu. Orang dengan kepribadian avoidant biasanya memiliki pola perilaku yang naik turun seperti roller coaster. Ada kalanya mereka bisa menjadi sosok yang sangat hangat dan penuh perhatian, namun di waktu lain mereka bisa mendadak menghilang sebelum akhirnya kembali lagi.

Pola maju-mundur yang berulang ini sangat berbeda dengan seseorang yang dari awal memang tidak memiliki ketertarikan padamu. Dikutip dari Verywell Mind, Smith menyebutkan bahwa orang yang tidak tertarik akan menunjukkan tanda menjauh yang sifatnya konsisten dan stabil.

Mereka hampir tidak pernah berinisiatif untuk menghubungi kamu terlebih dahulu, memberikan respons pesan yang sangat singkat, serta sama sekali tidak memiliki gairah untuk merencanakan pertemuan.

Membaca Pola Komunikasi yang Ditunjukkan

Cara seseorang bertukar pesan dan mengobrol juga bisa menjadi petunjuk besar yang tidak boleh kamu lewatkan begitu saja. Seseorang yang avoidant mungkin terkesan sangat lambat dalam membalas pesan teks harianmu atau cenderung menghindari obrolan yang terlalu serius. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, mereka pada akhirnya akan tetap membalas pesanmu dan menunjukkan perhatian lewat tindakan nyata yang tidak langsung.

Smith menjelaskan bahwa seorang avoidant sering kali menggunakan humor atau mengalihkan topik obrolan saat suasananya mulai terasa terlalu personal. Hal ini mereka lakukan bukan karena bosan, melainkan karena membuka isi hati membuat mereka merasa terlalu rapuh dan telanjang.

Sebaliknya, orang yang memang tidak tertarik hanya akan berkomunikasi sekadar untuk memenuhi standar kesopanan biasa saja. Mereka tidak memiliki dorongan emosional untuk mengenal dunia sekitarmu dengan lebih mendalam.

Mengamati Ketersediaan Emosional di Antara Kalian

Sikap gebetan terkadang bisa membuat kamu bertanya-tanya, apakah ia benar-benar tertarik atau hanya sekadar ingin berteman. Berikut 5 kalimat yang diucapkan gebetan yang memendam rasa padamu menurut ilmu psikologi.

Terjebak dalam Situationship? Ini Cara Bedakan Si Dia yang Avoidant atau Memang Nggak Tertarik/Foto: Freepik/freepik

Perbedaan mencolok lainnya terletak pada bagaimana cara mereka menyikapi sebuah keintiman hubungan yang mulai tumbuh secara perlahan. Seorang avoidant sebetulnya memiliki keinginan yang tulus untuk membangun hubungan cinta yang nyata dengan orang lain. Sayangnya, mereka sering kali mendadak panik dan memundurkan langkah ketika kedekatan emosional tersebut sudah mulai terasa semakin nyata dan intens.

Kondisi psikologis ini sangat bertolak belakang dengan sikap dari seseorang yang memang tidak menaruh minat padamu sejak awal. Dr. Keels menekankan bahwa kelompok avoidant merasa ketakutan terhadap rasa rentan yang muncul akibat cinta.

Sementara itu, orang yang tidak tertarik memang sama sekali tidak memiliki motivasi atau alasan kuat untuk menginvestasikan perasaan mereka kepadamu. Memahami batasan emosional ini akan membantumu melihat realitas hubungan dengan kacamata yang lebih objektif.

Saatnya untuk Berani Jujur pada Kebutuhan Hatimu Sendiri

Menjalani pendekatan atau hubungan dengan seorang avoidant memang menuntut pasokan kesabaran yang luar biasa besar serta kelapangan dada. Namun, ada satu titik di mana kamu juga harus berani jujur pada dirimu sendiri. Kamu perlu mengevaluasi apakah kebutuhan emosionalmu sendiri sudah terpenuhi dengan baik atau justru malah terabaikan di dalam dinamika hubungan ini.

Dr. Keels menyarankan agar kamu merenungkan apakah kamu benar-benar siap mendampingi proses seorang avoidant membuka hatinya secara perlahan. Pikirkan juga apakah kamu sebetulnya membutuhkan pasangan yang bisa langsung memberikan kepastian dan kehangatan emosional saat ini. Ingat, tidak ada pilihan yang salah dari kedua opsi tersebut karena prioritas tertinggi adalah memilih keputusan yang paling menghargai ketenangan jiwamu.

Membedakan antara seseorang yang memiliki kepribadian avoidant dengan yang memang tidak tertarik memang membutuhkan kejelian tersendiri. Namun, hal itu bukan berarti tidak mungkin dilakukan jika kamu sudah mengantongi tiga petunjuk utama, yaitu konsistensi sikap, gaya komunikasi, serta ketersediaan emosional mereka.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE