Ternyata Orang Jepang Sulit Bilang "I Love You", Ini Alasannya

Nadya Quamila | Beautynesia
Sabtu, 12 Sep 2026 19:30 WIB
Jika Chemistry Kuat, Kata-Kata Tidak Diperlukan
Ternyata Orang Jepang Sulit Bilang 'I Love You', Ini Alasannya/Foto: Pexels/Hiếu Nguyễn

Ada banyak cara untuk mengungkapkan kasih sayang. Mulai dari perbuatan, kata-kata, memberikan hadiah, meluangkan waktu bersama, dan masih banyak lagi. Salah satu cara yang paling umum untuk mengekspresikan kasih sayang adalah dengan mengucapkan kalimat "Aku cinta kamu".

Tapi tahukah kamu kalau ternyata orang Jepang sulit bilang "I love you"? Dilansir dari Your Tango, menurut sebuah survei hanya 45 persen pria Jepang berusia 20-an dan 30-an yang pernah mengucapkan "Aku cinta kamu" atau aishiteru. Artinya, lebih dari separuh pria belum pernah menggunakan kalimat tersebut.

Lebih lanjut, survei dari MyNavi Woman menunjukkan bahwa 64 persen perempuan Jepang berusia 20-an hingga awal 30-an mengaku lebih memilih kata "suki" yang memiliki makna "suka" daripada "aishiteru" yang bermakna "aku cinta kamu". Mereka berpendapat bahwa ungkapan "Aku mencintaimu" terasa terlalu serius dan tidak sepatutnya diucapkan secara sembarangan.

Lantas, apa alasan orang Jepang sulit bilang "I love you"? Ini ulasannya, dirangkum dari Your Tango!

Orang Jepang Lebih Menyukai Ungkapan yang Tersirat

Di Jepang, sudah menjadi pemahaman umum bahwa keindahan bahasa terletak pada ungkapan yang tidak disampaikan secara langsung atau tersirat. Tanda ketertarikan sering kali mereka sampaikan melalui nuansa bahasa yang lembut.

Ternyata Orang Jepang Sulit Bilang 'I Love You', Ini Alasannya/Foto: Pexels/Tran Long

Beauties, kamu mungkin beranggapan bahwa orang Jepang terlalu pemalu atau tidak terbiasa mengungkapkan rasa cinta secara terbuka sehingga mereka enggan mengucap “I love you”. Tapi, anggapan ini keliru.

Di Jepang, sudah menjadi pemahaman umum bahwa keindahan bahasa terletak pada ungkapan yang tidak disampaikan secara langsung atau tersirat. Tanda ketertarikan sering kali mereka sampaikan melalui nuansa bahasa yang lembut. Ungkapan yang terlalu lugas atau blak-blakan justru dianggap kurang elegan atau tidak berkelas.

Preferensi luas terhadap penggunaan bahasa yang halus ini berakar kuat pada tradisi puisi. Dahulu, masyarakat Jepang percaya bahwa jiwa bersemayam di bagian lengan kimono. Ketika pria dan perempuan mengayunkan lengan kimono mereka, gerakan tersebut merupakan isyarat untuk menarik perhatian lawan jenis. 

Seiring berjalannya waktu, makna tersebut berbalik. Kini kata kerja furu secara harfiah berarti memutuskan hubungan dengan pasangan, selain makna aslinya yang berarti mengguncang atau mengayunkan sesuatu.

Jika Chemistry Kuat, Kata-Kata Tidak Diperlukan

Alasan lainnya berkaitan dengan sifat bahasa dan budaya Jepang yang bersifat high-context atau gaya komunikasi di mana pesan disampaikan secara implisit (tidak langsung). Di Jepang, ada keyakinan bahwa jika dua orang memiliki chemistry yang kuat, mereka tidak perlu lagi mengungkapkan perasaan melalui kata-kata.

Ternyata Orang Jepang Sulit Bilang 'I Love You', Ini Alasannya/Foto: Pexels/Hiếu Nguyễn

Alasan lainnya berkaitan dengan sifat bahasa dan budaya Jepang yang bersifat high-context atau gaya komunikasi di mana pesan disampaikan secara implisit (tidak langsung). Di Jepang, ada keyakinan bahwa jika dua orang memiliki chemistry yang kuat, mereka tidak perlu lagi mengungkapkan perasaan melalui kata-kata.

Anggapan ini mungkin berisiko, Beauties. Banyak orang percaya bahwa saat sedang jatuh cinta, seseorang seharusnya mampu membaca pikiran pasangannya.

Selain itu, banyak iklan televisi yang menonjolkan gagasan bahwa pria mengungkapkan perasaannya melalui tindakan, sehingga mendorong mereka untuk lebih fokus pada perbuatan ketimbang kata-kata. Ungkapan cinta yang terlalu fasih atau berbunga-bunga justru cenderung membuat penuturnya tampak kurang dapat dipercaya. Inilah yang terjadi pada reaksi publik terhadap pernyataan cinta terbuka.

Makna Mendalam di Balik Kata Cinta dalam Bahasa Jepang

Kosakata seputar cinta bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, dan latar belakang budaya. Tapi istilah ai (cinta) umumnya menyiratkan komitmen dan sikap tanpa pamrih.

Ternyata Orang Jepang Sulit Bilang 'I Love You', Ini Alasannya/Foto: Pexels/Nguyễn Quang Bảo

Kosakata seputar cinta bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, dan latar belakang budaya. Tapi istilah ai (cinta) umumnya menyiratkan komitmen dan sikap tanpa pamrih.

Dalam bahasa Inggris, kita bisa berkata "I love ice cream" (Saya cinta es krim) dengan santai. Namun, jika kita diartikan mentah-mentah dalam bahasa Jepang, yaitu “Watashi wa aisukurÄ«mu o aishiteimasu”, orang-orang akan mengira hidup kita sepenuhnya didedikasikan untuk es krim. Mereka mungkin berasumsi bahwa kita menjalankan bisnis es krim sendiri atau bekerja di toko es krim. 

Sekadar makan es krim setiap akhir pekan? Dalam bahasa Jepang, hal itu tidak dianggap sebagai "cinta”, Beauties.

Inilah sebabnya mengapa orang Jepang cenderung menghindari penggunaan istilah “ai”, terutama pada tahap awal hubungan. Kata "daisuki", yaitu bentuk yang lebih kuat dari kata "suka”, biasanya berperan sebagai padanan kata "cinta" ketimbang kata “ai”.

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE