sign up SIGN UP

Terpaksa Berhenti Sekolah hingga Jadi Buruh Pabrik, Perempuan Ini Kini Berhasil Jadi Salah Satu Perempuan Terkaya di China

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Rabu, 21 Sep 2022 22:30 WIB
Terpaksa Berhenti Sekolah hingga Jadi Buruh Pabrik, Perempuan Ini Kini Berhasil Jadi Salah Satu Perempuan Terkaya di China
caption

Jenama teknologi seperti Motorola, Nokia, hingga Apple tentu bukan hal yang asing di telinga publik. Namun tahukah kamu bahwa di balik kecanggihan ponsel-ponsel tersebut ternyata ada campur tangan Zhou Qunfei? Perempuan berdarah China inilah yang merancang layar ponsel sehingga lebih bening dan tahan gores.

Dilansir dari laman Vyapaar Jagat, Zhou Qunfei adalah CEO Lens Technology yang bergerak di bidang produksi lensa dan layar. Bekerja sama dengan banyak perusahaan teknologi ternama, dia kini telah menjadi salah satu perempuan terkaya di negaranya.

Menariknya, kesuksesan yang dia miliki ternyata bukan didapat secara instan. Terlahir dalam keluarga yang serba kekurangan, Zhou Qunfei terpaksa putus sekolah pada usia muda karena situasi yang tidak menentu. Lalu bagaimana dia bisa meraih posisi seperti sekarang? Berikut kisah inspiratifnya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.

Masa Kecil

Zhou Qunfei/Foto: Dailymail.co.uk
Zhou Qunfei/Foto: Dailymail.co.uk

Vyapaar Jagat memaparkan bahwa Zhou Qunfei lahir pada tahun 1970 di Xiangxiang, Provinsi Hunan, China. Sebelum Zhou lahir, ayahnya yang pensiunan tentara mengalami kecelakaan kerja sehingga buta sebelah dan kehilangan jari. Untuk bertahan hidup bersama keluarga, sang ayah bekerja serabutan, mulai dari membuat kerajinan bambu hingga memperbaiki sepeda.

Dengan kondisi keuangan yang serba sulit, Zhou Qunfei harus kehilangan ibunya sejak usia 5 tahun. Dengan usia yang masih anak-anak, dia pun mulai memelihara ternak untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-harinya dengan sang ayah.

Terpaksa Putus Sekolah

Zhou Qunfei/Foto: vyapaarjagat.com
Zhou Qunfei/Foto: vyapaarjagat.com

Walaupun sudah berjuang keras memenuhi kebutuhan keluarga, namun pada akhirnya Zhou Qunfei menyerah pada keadaan. Pada usia 16 tahun, dia memutuskan tak lagi melanjutkan sekolah dan pindah di Guangdong untuk bekerja sebagai pekerja migran di Shenzhen. Sebenarnya dia ingin bekerja di instansi pemerintah, namun terkendala oleh jenjang pendidikan.

Meski demikian, Zhou Qunfei tidak menyerah begitu saja. Dibekali dengan otak yang cerdas, dia memilih bekerja di dekat Universitas Shenzhen sehingga bisa mengambil berbagai kursus keterampilan komputer, akuntansi, mengemudi, dan bidang lain yang dia minati. Dia pun mendapatkan berbagai skill yang kelak akan membantunya meraih sukses.

Bekerja Sebagai Buruh Pabrik

Zhou Qunfei/Foto: Medium.com
Zhou Qunfei/Foto: Medium.com

Zhou Qunfei pernah bekerja di pabrik pembuatan lensa arloji di Shenzen. Meski demikian, pola kerjanya tidak manusiawi karena dirinya harus bekerja selama 12 jam hampir setiap hari. Walaupun dia masih mampu membagi waktu dengan kursus, namun akhirnya dia memilih mengirimkan surat pengunduran diri setelah 3 bulan bekerja.

Namun siapa sangka bahwa hal ini justru mengubah keadaan. Walaupun merasa jam kerjanya buruk, dia tetap mengucapkan terima kasih dan meninggalkan kesan baik pada perusahaan. Karenanya, dia justru ditarik kembali dan menempati posisi manajerial. Dia pun bisa sedikit memperbaiki keadaan ekonominya.

Mulai Mendirikan Usaha Sendiri

Zhou Qunfei/Foto: Pinterest.com/bloganchoi.com
Zhou Qunfei/Foto: Pinterest.com/bloganchoi.com

Dengan uang tabungan dari hasil bekerja, dia mulai membuka usaha pembuatan lensa jam sendiri pada usia 23 tahun. Usaha inilah yang menjadi cikal bakal Lens Technology. Namun karena saat itu belum memiliki cukup uang untuk membuka bengkel sendiri, dia menggunakan apartemen yang ditinggali bersama beberapa saudaranya.

Zhou Qunfei terus menekuni usahanya tersebut hingga pada tahun 2003 dia mendapatkan kerjasama dengan Motorola untuk membuat layar dengan tampilan tajam dan anti gores. Usahanya terus berkembang, sehingga banyak perusahaan ponsel lain, seperti Nokia, LG, Samsung, bahkan Apple juga mengantre mendapatkan pelayanan dari Lens Technology.

Zhou Qunfei Saat Ini

Zhou Qunfei/Foto: vyapaarjagat.com
Zhou Qunfei/Foto: vyapaarjagat.com

Selama menjalankan usahanya, Zhou Qunfei pastinya juga mengalami masa naik turun. Dia pernah hampir bunuh diri karena tak sanggup membayar biaya produksi yang terlalu tinggi. Namun dengan berbagai cara, dia berhasil melalui masalah satu demi satu.

Kini, Lens Technology adalah salah satu perusahaan besar yang memiliki nilai hingga US$1111,4 miliar. Mulai go public sejak Maret 2015, kini perusahaan ini telah memiliki puluhan ribu karyawan di seluruh China.

Sementara itu, Zhou Qunfei juga masuk dalam daftar 56 miliarder perempuan yang meraih kekayaan atas usaha sendiri versi Forbes. Dia juga menjadi perempuan terkaya di dunia pada tahun 2017, serta meraih berbagai penghargaan bergengsi lainnya. Dia berhasil meraih sukses karena selalu yakin bahwa ketekunan dan usaha adalah sebuah kunci.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id