STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Terseret Isu Bullying, Brand Kosmetik Peripera Hapus Foto Soojin G(I)-DLE dari Medsos

Novia Rezki | Beautynesia
Selasa, 02 Mar 2021 15:15 WIB
Terseret Isu Bullying, Brand Kosmetik Peripera Hapus Foto Soojin G(I)-DLE dari Medsos

Isu bullying yang menimpa Soojin G(I)-DLE rupanya berdampak pada kontrak pekerjaannya dengan merek kosmetik Korea, Peripera. Awalnya, Soojin digaet Peripera sebagai model promosi produk kosmetik mereka. Peripera mengunggah teaser poster Soojin untuk mempromosikan produk mereka di akun twitter resmi mereka.

Tak lama setelah tweet tersebut, Peripera mulai menggunakan poster promosi yang menampilkan Soojin. Penggemar (G) I-DLE menyukai kemiripan luar biasa antara "karakter" merek Peripera (yang biasanya muncul di koleksi produk tint lama mereka) dan model baru mereka.

Namun, rumor aksi bullying yang dituduhkan pada Soojin membuat Peripera ikut ambil tindakan. Dilansir dari Koreaboo, Peripera mengatakan jika tengah menyelesaikan masalah terkait dengan Soojin yang menjadi model mereka.

“Kami sedang bekerja untuk menyelesaikan masalah terkait model tersebut,” ujar pihak Peripera.

Soojin G(I)-DLE menjadi model promosi brans Peripera (foto: instagram.com/soojin.update)
Soojin G(I)-DLE menjadi model promosi brand  kosmetik Peripera

Meski Soojin dan agensinya, CUBE Entertainment, membantah semua tuduhan bullying yang ditujukan terhadapnya. Peripera memutuskan menghapus semua foto Soojin dari platform media sosial resmi mereka, seperti Instagram dan Twitter.

Ini bukan pertama kalinya tuduhan terhadap seorang model memengaruhi merek kosmetik. Faktanya, merek Korea dengan cepat menanggapi kontroversi. Menurut sudut pandang bisnis, setiap kontroversi berdampak langsung pada penjualan mereka dan mereka ingin meminimalkan kemungkinan efek samping yang terjadi.

Jika kontrak dihentikan karena kontroversi model, baik model maupun agensi harus membayar denda penghentian rata-rata 200-300% dari royalti yang ditandatangani.

“Saat menandatangani kontrak pemodelan, merek sering kali menyertakan 'klausul moral', yang mengikat kedua pihak yang terlibat untuk melarang prilaku tertentu. Ini, kemudian, menjadi dasar permintaan penghentian dan hukuman mereka ketika sesuatu benar-benar terjadi,” ujar salah satu sumber dilansir dari Koreaboo.

“Sementara klausul itu sendiri tidak jelas dan terbuka untuk interpretasi, rata-rata denda pemutusan hubungan kerja berkisar antara 200-300% dari royalti pemodelan yang awalnya ditandatangani,” tambahnya.

Hal ini bukan hanya terjadi pada Soojin G(I)-DLE. Baru-baru ini, foto Stray Kids dihapus dari laman instagram merek kosmetik CLIO pasca isu bullying yang menimpa salah satu anggota, Hyunjin.

Diketahui, Stray Kids baru saja dipilih menjadi model merek CLIO pada awal Februari lalu. Namun, rumor bullying yang ditujukan pada Hyunjin membuat CLIO mengambil tindakan tersebut.

(mel/mel)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE