Terungkap Lagi! Ini Fakta Kasus Guru Pesantren Cabuli 9 Santriwati di Tasikmalaya

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 13 Dec 2021 14:00 WIB
Terungkap Lagi! Ini Fakta Kasus Guru Pesantren Cabuli 9 Santriwati di Tasikmalaya
Ilustrasi kasus kekerasan seksual/Foto: Pexels.com/Nataliya Vaitkevich

Kasus kejahatan seksual di Tanah Air layaknya fenomena gunung es. Belum usai masyarakat dihebohkan karena kasus pemerkosaan santriwati di Bandung oleh guru pesantren, Herry Wirawan, kini muncul kasus serupa di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Oknum yang merupakan seorang guru ngaji sekaligus pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya diduga mencabuli sejumlah santriwatinya. Diduga perbuataan biadab ini sudah berlangsung lama.

Berikut fakta-fakta seputar kasus pencabulan oleh guru pesantren di Tasikmalaya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Korban Ada 9 Orang dan Dicabuli Lebih Dari Sekali

kekerasan dalam hubunganIlustrasi korban kekerasan seksual/Foto: Freepik/Spukkato

Kasus pencabulan oleh guru di Tasikmalaya ini terungkap karena adanya laporan masyarakat pada pertengahan November lalu. Disebutkan bahwa korban pencabulan berjumlah 9 santriwati.

Ato Rinanto, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa para korban merupakan siswi MTS, Aliyah dan SMP. Para korban masih berusia 15 hingga 17 tahun.

"Usia korban 15 sampai 17 tahun. Ada yang di MTS, Aliyah dan SMP. Dicabuli rata rata lebih dari sekali," ucap Ato pada Kamis (9/12), seperti dikutip dari detikcom.

Aksi Bejat Dilancarkan dengan Modus Memberi Perhatian

kekerasan seksualIlustrasi kekerasan seksual/Foto: Pexels.com/Anete Lusiana

Ketika menjalankan aksi bejatnya, diduga sang guru berpura-pura memberi perhatian kepada santriwati yang sakit. Santriwati yang sakit tersebut tidak bisa mengikuti pengajian dan tinggal sendirian di kamar asrama. Lalu, sang guru tersebut mencoba memberi perhatian kepada santriwati yang sakit.

"Jadi aksi pencabulan dilakukan saat subuh di kobong santri. Saat mereka korban, sakit. Diberi perhatian diberi air doa dan akhirnya dilakukan pencabulan," ungkap Ato Rinanto, seperti dikutip dari detikcom.

Bentuk pencabulan yang dilakukan guru tersebut seperti mencium dan memegang bagian sensitif tubuh korban.

Ada 2 Korban yang Melapor

Belajar dari Kasus Novia Widyasari, Lakukan Ini Jika Mengalami Kekerasan Seksual!/Pexels/Polina ZimmermanIlustrasi korban kekerasan seksual/Foto: Pexels/Polina Zimmerman

Dari 9 korban, Ato menyebutkan bahwa ada dua orang yang melapor. Dua orang korban dihadirkan untuk menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya. Lebih lanjut, Kepolisian masih mendalami dan memeriksa saksi korban tersebut.

"Kita sedang dalami dan lakukan penyelidikan untuk pendalaman fakta-fakta-nya. Untuk yang sudah laporan ada dua orang korban," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aipda Josner Ali S, dilansir dari detikcom.

Lebih lanjut Ato mengungkapkan, dari 9 korban tersebut, ada lima korban yang telah mendapat pendampingan secara psikis dari KPAID.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.